Old : Tuhan, inilah Puasa Nafsuku, Tuk Gapai Cinta Hakikimu

gambar-pernikahan-pacaran-tunanganInilah aku. Sosok manusia yang memiliki sebaik-baik bentuk, namun amalku tak sebaik bentukku. Inilah diriku. Seseorang yang tak luput dari mencintai dan dicintai, namun tak sedikit insan yang membenci.

Aku adalah diriku. Diriku terdiri dua. Ada Nurani dan Nafsu. Yang slalu bersaing dalam memperebutkan kendali hatiku. Adalah nurani yang membuat diriku menyesal. Namun hanya sementara. Karena dengan penyesalan sementara kan kugapai kebahagiaan selama-lamanya. Adalah nafsu yang membuat diriku senang. Namun kesenangan yang sesaat kan membuat daku terjerumus dalam jurang kegelapan selama-lamanya.

اَنَــــا اُحِبُـــــــــهَا ِِِِلـــــــــلَّهِ

Aku mencintainya karena Allah. Dengan gampangnya kita katakan ini. Apakah nurani atau nafsuku yang berkata? Aku pun tak tahu pasti. Namun, adalah nafsu yang sepertinya memegang kendaliku…. untuk menjadikan si “dia” sebagai pacarku. Sungguh, aku iri!!! Aku iri!!! Manakala ada sebuah sms dari seorang Ikhwat ‘nyasar’ ke ‘handphone’Q. Tercantum kata “yank”. Kemudian ia pun membalas dan mengatakan salah kirim. Ya Allah, tetesan air mata pun tak tertahankan lagi. Aku sbenarnya mencintainya, namun ah… Kusadari bahwa nafsu!!! Nafsuku yang biadab. Yang selalu menjerumuskan kepada keburukan…

اِنَّ النَّفْسَ َلأَمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ اِلاَّمَا رَحِمَا رَبِِّىْ

….Sungguh, nafsu itu selalu mengajak kita kepada kejelekan kecuali nafsu yang dirahmati Allah……(Q.S. Yusuf ayat 53). Sungguh, inilah puasaku yang paling berat. Mengalahkan beratnya puasa syawal. Inilah puasa hawa nafsu yang harus aku, bahkan kita semua untuk menahannya.

Dalam suatu riwayat telah disebutkan, ketika perang badar, Rasulullah berkata, bahwa perang badar bukanlah jihad yang terbesar dan terberat. Namun yang disebut dengan jihadul akbar atau jihad terbesar dan terberat, adalah jihaadu ‘ananinnafsi. Jihad melawan hawa nafsu kita.

Inilah puasa kita untuk menggapai cinta yang terindah…….. nan berpahala. Inilah puasa kita untuk menggapai nafsu yang dirahmati oleh Allah, nafsu saat kita membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah kelak. Inilah momen yang terberat dan akan menjadi kenangan terindah saat kita tlah berhasil tuk laluinya.

Suatu saat nanti, tabir Lauh Mahfudz perlahan kan terbuka. Sebuah nama tlah tertulis di sana. Sebaik-baik cintaku tlah menanti di sana. Smoga itulah puncak dari segala puasa. Kan kureguk segala cintaku bersamanya. Agar nafsu yang kuperbuat kelak kan dirahmati-Nya. Dan mengalirkan pahala yang tak ternilai harganya.

بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا فِىصَا حِبِهِ

Semoga Allah memberkahi di antara masing-masing di antara kita dan teman hidupnya….

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *