Maka Menikahlah Jika……

Image

2 hari yang lalu, atau sekitar tanggal 9 Maret 2013, saya mengikuti seminar Pra-Nikah yang diselenggarakan JMMI (Jamaah Masjid Manarul Ilmi) ITS Surabaya. Pada seminar ini, yang bertindak sebagai narasumber adalah Ust. Salim A. Fillah. Seorang ustadz penulis buku-buku best seller seperti Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Bahagianya Merayakan Cinta, Dalam Dekapan Ukhuwah, Agar Bidadari Cemburu Padamu, dll. Ustadz ini dikenal pandai memadukan dakwah dengan kisah nan bertabur hikmah.

Berhubung banyak teman-teman yang bertanya tentang seminar tersebut, maka ini saya share-kan tentang apa yang saya dapat di seminar ini. Semoga manfaat nan penuh barakah bagi antum pembaca semuanya 😀

Bismillah…

Pengantar Nikah

Bicara soal menikah, banyak mungkin pemuda-pemudi zaman sekarang nan tabu akan makna ini. Justru mereka lebih bangga dikatakan punya pacar dalam usia dini, dibanding dengan punya istri atau nikah dalam usia dini. Padahal, “Nikah”, adalah syariat muamalah pertama kali yang diturunkan oleh Allah kepada hamba-Nya. Siapa lagi kalau bukan Nabi Adam as. Ya, pada waktu itu belum ada syariat muamalah lainnya seperti jual beli, atau yang lainnya. Namun, kala perintah Allah swt untuk Adam as agar menikah dengan Ibunda Siti Hawa, maka disitulah syariat menikah diturunkan.

Dalam Surat Ali Imran ayat 14 tersebutkan bahwa

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pandangan manusia terhadap apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita dan anak-anak, harta dari banyak jenis emas emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Yang perlu digarisbawahi di sini adalah kata-kata مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ, yang artinya adalah dari wanita dan anak-anak. 2 kata ini digabung menjadi satu, bukan dipisah sendiri-sendiri. Hal itu menunjukkan bahwa kehadiran seorang wanita di kehidupan kita belum cukup rasanya apabila belum dilengkapi dengan anak-anak yang shaleh dan shalehah tentunya.

Kata lain yang perlu digarisbawahi adalah kata2 “Hubbussyahwat”, maka jangan berfikir bahwa cinta yang suci itu tanpa syahwat. Allah sendiri yang telah berfirman, bahwa cinta itu tentu mengandung unsur syahwat. Namun yang paling penting di sini adalah menyalurkannya melalui pernikahan sehingga penuh pahala nan berkah.

Shofwan Al-Banna bahkan berkata bahwa nikah itu adalah makrifatul amal kedua yang harus dilakukan ummat muslim seluruh dunia, agar izzul islam wal muslimin dapat tercapai. Dalam sebuah riwayat dikatakan pula bahwa Nikah adalah “Nishfuddiin”, ialah separuh agamamu. Maka genapilah separuhnya dengan ketaqwaan kepada Allah, yang kan kau bangun bersama istrimu menuju surgaNya.

Kedudukan nikah pun tidak main-main di dalam Al-Quran. Allah swt mensejajarkannya dengan menyebutnya sebagai Miitsaqan Ghalidza. Yaitu perjanijian berat. Dalam Al-Quran hanya 3x kata Miitsaqan Ghaliza muncul. Yang pertama dalam surat Al-Ahzab ayat 7, yaitu perjanjian Allah dengan para Rasul Ulul Azmi. Yang kedua yaitu dalam Surat An-Nisaa ayat 154 tentang perjanjian Allah dengan Bani Israil. Yang ketiga adalah pernikahan itu sendiri, yaitu dalam surat An-Nisaa’ ayat 21. Subhanallah, betapa agungnya pernikahan ini hingga Allah mensejajarkannya dengan berbagai peristiwa bersejarah yang berat.

Lalu bagaimana bila seorang muslim sudah mampu menikah namun ia menunda-nundanya ? Maka itu sama saja menunda-nunda kebaikan. Rasulullah pernah berkata pada seorang sahabatnya yang sudah waktunya menikah, namun belumlah ia menikah, maka ia berkata awas jika engkau termasuk kawannya Syetan. Tersebut pula dalam suatu riwayat, Umar bin Khottob menyebut orang yang sudah waktunya menikah, namun belum ia menikah maka menurutnya ada dua kemungkinan. Yaitu orang itu kebanyakan maksiat atau lemah syahwat. Naudzubillah…

Maka Menikahlah Jika 5 Aspek ini terpenuhi…

Dari sekian banyak persiapan-persiapan nikah, ada 5 aspek mendasar yang bila telah dipenuhi, maka tiada lagi alasan untuk menundanya, kecuali ada alasan lain yang lebih kuat untuk menundanya.

Yang Pertama, adalah aspek SPIRITUAL atau RUHIYAH. Aspek ini bukan lagi aspek yang main-main karena harus kita jaga sepanjang kita hidup. Dalam aspek ini antara amal dan ilmu harus berimbang. Rumusnya adalah (Amal / Ilmu ) x C [konstanta, yaitu kemauan untuk belajar]. Maka yang paling baik adalah saat Amal dibagi Ilmu hasilnya mendekati 1, karena itu menunjukkan ketidaktimpangan dikedua sisi. Maka perbanyaklah amal selagi kau mendalami Ilmu. Insya Allah Barakah.

Pada aspek ini pula, jangan lupa tuk selalu beristikharah kepadaNya bila dihadapkan dalam mengambil keputusan, agar senantiasa melakukan suatu hal atas ridho-Nya.

Adapun kemarin, Ust. Salim sempat memberikan kriteria-kriteria untuk ikhwan atau akhwat yang akan dipersuami atau diperistri. Kriteria ini secara umum saja, dan ini sekedar tips dari beliau. Yaitu :

  • Memenuhi kewajiban dan hak-nya kepada Allah swt
  • Lihatlah sikap si “dia” pada bundanya. Sudah baikkah atau malah buruk ?
  • Lihat pula sikapnya pada kawan-kawan sebayanya. Apakah baik atau buruk ?
  • Lihat pula sikapnya kepada anak-anak kecil. Sudahkah mencerminkan seorang ibu yang shalehah ? 🙂

Dan jika nanti kau sudah menikah jangan dibayangkan nikmatnya saja. Karena nikah adalah jembatan menuju kenikmatan, ada pula cabang-cabangnya yang menuju musibah. Maka sebaik-baik suami adalah saat ia dekap istrinya dalam badai musibah seraya ia berkata, “Dalam badai ini, semakin kuat dekapanku padamu, agar terlindungi dirimu hingga badai reda dan terik mentari surga menyinari kita berdua” 🙂

Maka niatkanlah pernikahanmu untuk Allah semata. Mulailah dengan OBSESI, bukan dengan EKSPEKTASI. Karena bila kau mulai dengan berkekspektasi, dan jika hasil tak sesuai dengan yang kau harapkan, maka dikhawatirkan kan berpengaruh pada kehidupan rumah tangga. Sebaliknya, kau mulai dengan obsesi. Obsesi tuk membangun rumah tangga di jalan Allah, jikalau berhasil maka kau kan menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah 🙂

Yang Kedua, adalah Ilmiyah atau Ilmu. Pernikahan tanpa ilmu, ibarat praktikum tanpa teori. Maka hasilnya sama saja dengan nol. Maka dasarilah dengan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pernikahan. Mulai dari dasar-dasar secara agama, secara psikologi rumah tangga, bagaimana ilmu komunikasi suami istri, juga yang tak kalah penting Ilmu Parenting.

Perlu diketahui bahwa dalam otak kita ada organ yang bernama corpus callosum, yaitu saraf-saraf yang menghubungkan dari otak kiri ke otak kanan. Pada wanita, saraf ini lebih banyak. Maka jangan heran bila wanita memiliki kemampuan multi-tasking yang lebih baik daripada laki-laki.

Secara psikologi, seorang wanita acapkali menangis bila ada permasalahan. Seringkali para laki-laki memotong curhatan istrinya sambil minta langsung ke intinya. Padahal, lelaki yang mengerti ilmunya seharusnya bertindak tetap diam dan mendengarkan curhat istrinya sampai selesai. Begitulah karakter wanita, terkadang masalah kecil pun serasa berbelit-belit. Namun, lelaki yang romantis bukanlah yang menanggapinya dengan solusi semata, namun menjadi sandaran bagi air mata wanita yang menetes. Maka belailah dengan lembut istri yang menangis. Ia sebenarnya tak butuh solusi yang konkret saat itu juga, namun hanya butuh didengarkan dan dibelai dengan penuh kasih sayang karenaNya 🙂

Adapun karakter lain dari wanita seringkali menyuruh laki-laki secara tidak langsung. Misal si wanita berkata, “Abi, lapar nggak ?”. Hal itu maksudnya sang istri sedang lapar dan minta makan bersama. Maka, bagi lelaki yang mafhum walaupun sekenyang apapun ia kan menemani istrinya makan. Karena ia yakin ada sesuap surga dalam tiap sendoknya saat ia makan bersama istrinya 😀

Adapun laki-laki saat mendapat masalah, ia jauh berbeda dengan wanita yang langsung menumpahkannya dengan curhat. Ia hanya butuh menyendiri, merenung dan berfikir jernih. Maka begitu agungya Khadijah ra, saat Rasulullah dahulu menerima wahyu pertama, dan Rrasul pun pulang sambil dalam keadaan menggigil. Maka Khadijah pun tidak bertanya, langsung menyelimuti seraya membiarkan Nabi dalam kesendiriannya tuk menenangkan diri, walau jelas dalam lisan seorang Khadijah terucap doa akan kecamuk dirinya melihat suami tercintanya sedang menggigil tak karuan. Subhanallah….

Ilmu lain yang tak kalah penting adalah ilmu parenting. Ilmu ini adalah bagaimana kita kelak mendidik anak-anak kita. Bagaimana agar menjadikan rumah kita sebagai madrasah bagi anak-anak kita agar terus menuntut ilmu. Bagiamana agar di rumah kita tersedia batu pijakan hingga ke langit, tinggi mencapai surgaNya.

Yang ketiga, adalah Persiapan Fisik. Menikah membuat kita nantinya memiliki tanggungan. Anak, istri dan keluarga lainnya. Maka fisik pun harus dipersiapkan dengan kuat. Seperti Rasulullah dahulu, ia melatih fisiknya bertabur canda dengan Aisyah kala beliah dan Aisyah berlomba lari. Maka ada canda berhias pahala sebelum dan sesudahnya.

Memakai wangi-wangian juga merupakan keharusan bagi suami maupun istri. Khususnya bagi suami, jadilah wangi dahulu sebelum menyuruh istri-istrimu kelak berwangi-wangi. Istri pun juga manusia, maka jadilah dirimu wangi agar kau berdua saling menyenangkan

Yang keempat, adalah Ekonomi dan Finansial. Ini tak kalah penting, karena kewajiban suami nantinya adalah menafkahi istri dan anak-anaknya. Maka jangan sampai pernikahan membuat anak dan istri justru telantar.

Yang kelima, adalah Persiapan Sosial. Saat rumah tangga telah terbangun dengan begitu indah, makah jadilah kau keluarga yang baik bagi masyarakat sekitarnya. Jadilah orang yang pertama kali mendapat ketukan pintu saat tetangga sebelah membutuhkan pertolongan. Aspek sosial ini begitu penting, karena itulah Rasulullah begitu menganjurkan saat nanti engkau mengadakan Walimah Nikah, undanglah orang-orang terdekat atau calon-calon tetangga anda di rumah baru nanti.

Demikian kawan-kawan yang dapat saya share-kan. Moga sedikit ini dapat bermanfaat

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *