Catatan Aktivis Dakwah #3: Dakwah Yang Mengalir ala Ustadz Ngadimin Wahab

Ketika sedang dibingungkan menulis Catatan Aktivis Dakwah edisi #3 ini, saya menjadi teringat saat membaca koran Jawa Pos sekitar beberapa tahun yang lalu, mungkin sampai 5 tahun yang lalu. Begitu membekas dalam ingatanku karena dakwah yang dilakukannya benar-benar mengali bak air. Di tengah masyarakat yang tingkat kemaksiatannya tinggi, Ustadz Ngadimin Wahab berdakwah bersama istri dan keluarganya. Siapakah beliau ? Mungkin beliau tak setenar Ust. Yusuf Mansyur, Ust. Arifin Ilham, Ust. Almarhum Jeffry Al-Buchory, atau ustadz-ustadz lainnya yang sering muncul di TV. Namun gerakannya, tak kalah menginspirasi dari mereka semua. Bisakah antum semua bayangkan di tengah-tengah tepat pelacuran di Surabaya yang terkenal mendunia, yaitu Gang Doly ada sosok mutiara yang menyebarkan kalam illahi ? Allahu Akbar, mari izinkan saya menuliskan kisahnya.

Awal tahun 1989, di sebuah tempat kemaksiatan Gang Dolly, didirikanlah sebuah Masjid yang bernama Masjid At-Taubah. Keberadaan masjid itu awalnya dari sebuah Musholla kecil yang bernama Musholla Al-Huda. Dan subhanallah, besarnya animo masyarakat di sekitar situ terhadap syiar agama islam, maka musholla tersebut bertransformasi menjadi Masjid At-Taubah. Seiring berjalannya waktu, masjid tersebut akhirnya kini berlantai tiga dan memiliki taman kanak-kanak serta TPA.

Sekitar tahun 1995, sosok Ustadz Ngadimin Wahab mendapatkan amanah untuk menjadi ketua takmir masjid tersebut hingga sekarang Insya Allah. Di awal-awal perjuangannya dalam menegakkan kalam illahi, tentu tidak mudah. Banyak masyarakat, terutama para pelacur, germo, dan sebagainya yang langsung anti terhadap gerakan ini. Mereka langsung menganggap bahwa nantinya mereka akan dihakimi dan dipersalahkan akan aktivitas-aktivitas yang mereka jalani.

Namun, tidak begitu dengan sikap yang ditunjukkan sosok Ustadz Ngadimin Wahab. Tentunya ia menggunakan “jurus pendekatan dakwah yang ramah”. Ia tidak pernah men-judge mereka yang jelas-jelas salah. Ia selalu mencoba melakukan pendekatan-pendekatan. Ia dekati anak-anak para pekerja seks komersial tersebut, menawarkan belajar mengaji, serta mengajak bermain-main ke masjid untuk belajar agama. Maka, anak-anak itu pun tertarik, sehingga mereka sering menyempatkan waktunya datang ke masjid tersebut. Lambat laun, masyarakat sekitar pun mulai melunak dan bahkan menitipkan anak-anaknya untuk belajar agama di TPA di Masjid At-Taubah tersebut.

Jurus dakwah dari hati ke hati yang diterapkannya semakin membuat masyarakat menerima keberadaan masjid At-Taubah beserta dirinya. Ia berprinsip bila dilakukan secara frontal, tentunya akan membuat masyarakat semakin jauh dari agama Allah. Selama bisa dilakukan dengan cara halus mengapa tidak. Menurutnya berdakwah di tempat seperti itu bisa diibaratkan seperti mengail ikan di sungai. Tidak mengubek-ubek airnya, namun mengail dengan sabar hingga air pun tetap mengalir dengan jernih.

Namun, bukannya tanpa rintangan. Ustadz Ngadimin mengaku pernah dilempari batu. Itu terjadi saat beliau suatu saat sedang mengimami Shalat Shubuh. Namun untungnya tidak mengenai kepala beliau, dan tidak mengalami luka yang serius serta tidak mengenai jamaah yang lainnya.

Kini, ia tidak hanya mengajari anak-anak dalam belajar agama. Banyak juga para PSK dan masyarakat sekitar menjadikannya tempat konsultasi masalah kesehatan atau yang lainnya. Bahkan beliau pernah menyembuhkan beberapa penyakit yang diderita masyarakat sekitarnya tentunya atas izin Allah SWT. Barakallah Ustadz, semoga langkah antum senantiasa disertai oleh Allah SWT.

Rahasia Dakwah Rasulullah

Kisah di atas tentunya menjadi pelajaran bagi kita. Bahwa Ustadz Ngadimin begitu mengimplementasikan strategi dakwah Rasulullah. Awal-awal dakwah dahulu, Rasulullah tak langsung menjustifikasi. Ia mencontohkan dengan kelembutan, kebenaran, serta kesetaraan. Masih ingat golongan awal kaum muslimin adalah para budak, fakir dan miskin. Itu karena mereka merasa mendapatkan perlakuan yang manusiawi saat masuk ke dalam Agama Islam.

Rasulullah berdakwah dengan mengayomi. Diludahi berkali-kali, dan setiap hari. Saat suatu hari tak menemui orang yang meludahi, maka Rasulullah pun mencari informasi. Dan ternyata ia sakit. Kemudian Rasulullah pun menjadi orang pertama yang menjenguknya, seraya menanyai orang tersebut, tumben tadi kok tidak meludahinya. Allahu Akbar. Kalimat syahadat langsung meluncur begitu saja dari orang tadi disertai dengan linangan air mata.

Dakwah Rasulullah tidaklah keras. Walau ada perang dan pedang yang menyertainya, namun itu semata-mata karena memang kebutuhan kaum muslim saat itu. Tentunya Rasulullah selalu menawarkan bila mereka mau masuk islam, atau cukup membiarkan agama islam berkembang dan tak mengganggunya, maka mereka tak akan diperangi. Begitu tingginya toleransi agama islam yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: “Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali terasing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing”

Kisah Ustadz Ngadimin tadi, tentunya menunjukkan keterasingan islam. Namun itulah bukti dari sabda Rasulullah ratusan tahun yang lalu. Dan beruntunglah orang-orang yang terasing itu.

Teruntuk para aktivis dakwah, mari kita teladani sosok Ustadz ini. Dakwah yang mengalir bak air yang tenang namun perlahan menghanyutkan. Stop men-judge teman sendiri dengan sebutan tak beriman, kafir atau lainnya. Saya menjadi teringat Quote yang berbunyi :

Ketika dahulu, ummat Muhammad sibuk mengislamkan orang kafir, namun kini ummat Muhammad justru lebih sibuk mengkafirkan orang islam.

Naudzubillah, smoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang seperti itu. Semoga kita dapat merangkul, mengayomi dan mengajak sesama ke dalam hangatnya cahaya islam. Karena hakikat dari dakwah itu sendiri adalah mengajak kepada kebenaran. Mari jadilah air yang mengalir tenang namun menghanyutkan dalam berdakwah. Insya Allah, ada kebersamaan Allah dalam setiap aktivitas dakwah kita. Barakallah… Semoga bermanfaat… 🙂

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *