YES Summit 2013 #Day1 : Berkumpulnya para “Changemaker” (1)

9 Mei 2013. Sebuah hari di mana aku tak sabar menantinya. Ya, pada hari itulah nanti aku akan berkumpul dengan para changemaker dari seluruh Indonesia dalam serangkaian acara YES Summit 2013. Awalnya saat pengumuman dulu, aku tak menyangka akan lolos. Bagaimana tidak ? Pengalaman saja belum pernah, dan baru tahun pertama aku menginjak sebagai seorang Mahasiswa. Namun, alhamdulillah, atas kehendak Allah SWT, aku diizinkan untuk bergabung dalam Konferensi ini : Young Engineering & Scientist Summit 2013.

Sekitar menjelang maghrib aku memasuki kamar. Kamar 213 tempatku. Di kamar itu seharusnya ada 10 orang, namun yang datang hanya 7 orang. Kami pun berta’arufan. Ternyata 4 orang dari ITS dan 3 orang dari UGM.
199011_576203172400283_1335169869_n

Penghuni kamar 213 : (Dari kiri ke kanan) : M. Emil Hawam (ITS – 2011)  | *penyusup : Mas Sanjaya (ITS 2010) | Mushonnifun  Faiz (me) (ITS – 2012) | Saiful Haq Faruqi (UGM – 2011) | Bahrul Jalali (2011) | Harisuddin Hawali (ITS – 2012) | M. Atho Illah (ITS – 2010) |

(Sumber Foto : Kamera Mas Emil)

Acara dibuka dengan acara Api Kemerdekaan yang diawali oleh sambutan-sambutan. Sambutan dari Bapak Herman Sasongko, selaku Pembantu Rektor I ITS membuat suasana menjadi gerr, selain karena style beliau yang lucu, namun sambutan disajikan dengan santai.
Sebuah quote dari beliau yang saya ingat adalah ini :

Bangsa Jerman tak pernah berpikir bagaimana menginternasionalkan produk-produknya. Mereka hanya berpikir bagaimana produk yang mereka buat benar-benar bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia.

Lalu apa hasilnya ? Ternyata mereka mampu membuat produk yang benar-benar bermanfaat. Sehingga bisnis pun mengalir dengan sendirinya. Hal yang dapat kita ambil dari sebuah negara Jerman adalah orientasi mereka bukan uang. Namun manfaat. Sehingga uang dan bisnis pun mengalir mengikutinya. That’s the point!

Usai sambutan singkat dari Bapak Herman, ada sambutan dari Mas Zaid Ari selaku presiden BEM. Lalu gala dinner pun dimulai. Nah, inilah kesempatan bagi anak kos seperti saya untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya 😀 .

Kemudian dilanjutkan dengan materi “Api Kemerdekaan”. Materi tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Kemenpora Republik Indonesia, Bapak Imam Gunawan. Materi tersebut berjudul, “PEMUDA dan KEJAYAAN BANGSA”.

Inti dari materi ini adalah bapak Imam menekankan tentang tingginya peran pemuda dalam membawa kejayaan bangsa nantinya. Menurut beliau, peran pemuda Indonesia ada tiga yaitu untuk Memimpin, Mensejahterahkan alam, serta Mengabdi. Dan ketiganya mengandung motivasi karena Allah SWT.

Tentang rasa nasionalis, betapa salah saat kita menempatkan Nasionalis di atas segala-galanya. Nasionalis Tinggi haruslah disertai Agama yang kuat. Bukankah Pancasila menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama. Kemudian untuk para pemuda Indonesia, para pemuda zaman sekarang bukan lagi sebagai objek seperti dahulu. Namun sebagai subjek. Karena ia adalah penggerak dan pengontrol secara tidak langsung bagi kebijakan-kebijakan pemerintah. Terakhir, Pak Imam berpesan bahwa :

Di saat peran pemerintah kurang tanggap atau lemah, maka di situlah peran para pemuda menguatkan. Tentunya melalui aksi-aksi nyata dalam rangka membangun bangsa Indonesia tercinta.

Usai acara pembukaan selesai, kami bergegas menuju lapangan dekat Gedung E. Di situ ternyata terdapat lampion-lampion dengan Pohon Impian yang bertuliskan impian-impian para “changemaker” yang tergabung dalam YES Summit 2013 ini.

IMG_20130510_055709IMG_20130510_060104

 Foto penuilis di depan Pohon Impian dan Lampion

IMG_20130510_060253

Penerbangan Lampion Harapan.

Hari pertama pun berakhir. Ketika api perjuangan telah dinyalakan untuk hari-hari selanjutnya, maka terbakarlah semangat kami seterang lentera dari lampion yang telah kami terbangkan. Dan semoga itulah awal dari perjuangan kami untuk merumuskan dan menyatukan gagasan dan ide-ide kami di hari selanjutnya. – *bersambung*

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *