Kala Asas Ketuhanan dalam Pancasila Mulai Terlupakan….

1 Juni 1945 – 1 Juni 2013. 68 tahun sudah pancasila telah terlahir di ibu pertiwi ini. Tentunya masih terekam ingat dalam ingatan kita pada waktu itu, sosok proklamator kita Ir. H. Soekarno mempresentasikan gagasannya pertama kali dalam sidang BPUPKI. Dalam sebuah catatan sejarah, dituliskan inilah perkataan beliau :

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Ya, ada 5 asas yang diungkapkan beliau. Kebangsaan, Internasionalisme, Mufakat, Kesejahteraan, dan Ketuhanan. Dan yang menjadi pokok pembahasan saya di sini adalah masalah Ketuhanan.

Ya, “Ketuhanan”. Kita lihat awalnya Bung Karno menempatkannya di urutan kelima. Bukanlah pertama. Kalau tidak salah baca, *saya lupa pernah dengar di mana, atau baca di mana, mohon dikoreksi kalau salah*, sempat terjadi perdebatan antara Bung Karno dengan Sutan Syahrir. Menurut Bung Karno (yang memang berlatarbelakang Nasionalis) ketuhanan tidaklah terlalu diperlukan dalam membangun landasan negara ke depan. Namun berbeda dengan ideologi Sutan Syahrir pada waktu itu. Menurutnya, asas Ketuhanan mutlak harus ditaruh di yang pertama. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya mereka bersepakat asas Ketuhanan diletakkan di nomor pertama. Maka jadilah pancasila yang seperti sekarang ini. (CMIIW).

Menilik sejarah di atas, tentunya dapat kita ambil kesimpulan, bahwa nilai-nilai ketuhanan adalah dasar dari berdirinya negara kita, Indonesia. Maka izinkan saya menggarisbawahi pernyataan Bung Karno di atas :

….diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Oke, mungkin ada beberapa yang harus dikoreksi di sini karena saya rasa kekal dan abadi hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Namun terlepas dari itu semua, bahwa sekali lagi Nilai dan Asas Ketuhanan begitu penting dan sakral dalam hal ini. Tak bisa kita sedikitpun melepaskan bahkan mengabaikan Asas ketuhanan dari Pancasila. Namun kenyataannya ? Mari kita lihat beberapa yang terjadi di kalangan pemuda indonesia saat ini.

Dalam sebuah demonstrasi pergerakan Mahasiswa, mereka mengagung-agungkan pancasila. Mereka bergerak dalam satu suara menuju ke birokrasi untuk menyuarakan rakyat. Untuk menegakkan pancasila, atau alasan yang lainnya. Namun, mengenaskan. Ketika waktu beribadah tiba, mungkin mereka akan menghentikan orasinya sejenak. Saya pikir mereka akan bergegas menunaikannya. Namun ternyata tidak, mereka lanjutkan dan mereka seakan tenggelam dalam orasi – orasi yang seolah2 mereka ingin membuktikan kecintaan mereka kepada tanah air kita, Indonesia, atas nama Pancasila atau apalah itu sebutan yang mereka agung-agungkan. Miris ketika melihatnya tentunya. Bagaimana tidak ? Sekali lagi, asas ketuhanan merupakan landasan bagi kita semua untuk melakukan implementasi sila-sila yang lainnya. Namun justru kadang kita memisahkannya. Misal urusan politik ya politik, urusan agama ya agama. Saya hanya bisa mengelus dada, ketika melihat seperti itu. Padahal Pancasila telah jelas menomorsatukan asas ketuhanan yang berarti agama kita semua.

Sekarang, tentunya kita semua berharap negeri yang kita cintai warganya dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila secara utuh dan tak terkurangi sedikitpun, bahkan mengintegerasikan dengan budaya-budaya luar yang tentynya positif untuk kemajuan negeri kita ini.

Teruntuk para pemuda Indonesia, izinkan saya berpesan mungkin ini dengan penuh rasa subjektivitas saya, maka maafkanlah saya bila kata-kata ini kurang berkenan.

Jangan mengaku mencintai Indonesia  bila kau sendiri lupa dengan pancasila. Jangan mengaku mencintai pancasila jika kau sendiri lupa akan agama. Karena hakikat dari agama ia adalah payung bernaungnya sila-sila lainnya. Ia adalah tempat pertama saat kau pijakkan perjuanganmu tuk negeri tercinta. Ia pun tempat terakhir mengadu kala tiada makhluk lain yang mampu menolongmu.

Untuk Kawan2 Seperjuangan Pemuda Indonesia

1 Juni 2013

23.13, @ Gazebo Teknik Industri ITS

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

1 Response

  1. bener tuh, ada di buku sejarah kelas 2,

Leave a Reply to Nur Chariroh '14 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *