Catatan Malming (1) : Maha Suci Cinta-Nya

Maha Suci Allah yang telah meniupkan ruh kepada janin bayi yang telah berusia beberapa puluh hari. Dengan takzim pula Allah telah mengambil sumpah dari ruh itu sebelum ditiupkan, bahwa ruh tersebut telah bersaksi bahwa Allah sebagai Tuhannya, Rasulullah sebagai utusanNya. Dan dalam proses pembentukan sang janin pula, Allah SWT mempertemukan sepasang laki-laki dan wanita yang bertasbih, sehingga kala sel sperma berhasil menembus kokohnya dinding pertahanan sel telur, maka terbentuklah ruang kehidupan baru yang akan menghiasi mahligai rumah tangga mereka dengan tangisannya, tawanya, marahnya, atau bahagianya. Maka jikalau kita menengok kehendakNya, peristiwa tersebut takkan pernah lepas dari satu kata: CINTA!

Maha suci Allah yang menjadikan seorang bayi menangis dalam lahirnya. Maka benarlah sabda Rasulullah SAW yang disampaikan oleh ibnu Abbas, bahwa beliau berkata, “ Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis….” ( HR. Ad-Darami ). Tentunya bayi di sini adalah bayi yang masih hidup dengan ruh yang masih berada dalam tubuhNya. Atas kuasaNya, kita hanya mengetahui hanya seorang bayi saja yang lahir tak disertai tangisannya namun masih dalam kondisi hidup, ialah bayi dari Maryam, Nabi Isa a.s. Ketika kita bertanya-tanya mengapa seorang bayi menangis, maka teringatlah kita akan sebuah kisah. Bahwa ada yang mengatakan, seorang bayi telah keluar dari “zona nyaman”-nya dari rahim sang ibunda. Ia keluar dan datang ke dunia yang penuh hal-hal nista dan buruk. Kala ia keluar ia merasakan hawa-hawa jahat dunia, maka ia pun menangis. Kisah itu pun tak sepenuhnya salah, karena dalam sebuah kesempatan, diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang anak Adam yang lahir kecuali di pegang oleh setan ketika ia dilahirkan, sehingga ia berteriak menangis karena pegangan setan, kecuali maryam dan anaknya.’ “ Allahu Akbar, sejak pertama kali kita di dunia ini, sungguh setan telah mengikuti kita. Maka karena itulah, Allah SWT memerintahkan kepada setiap orang tua untuk memutarkan panggilan cinta teragungNya di telinga kanan sang bayi, ialah Azan. Agar setan-setan terusir dari bayi, dan seorang bayi pun akan nyaman dalam dekap melodi cintanya. Sekali lagi, CINTA menyelematkan ummat manusia.

Maha suci Allah yang menjadikan seorang bayi beranjak menjadi anak-anak. Dalam prosesnya ia belajar tengkurap, merangkak, berdiri, hingga berjalan seperti orang dewasa. Atas kuasanya, seorang anak mulai mengenali sekitarnya, walau ia masih bisu tak bisa bicara, namun perlahan-lahan ia pun bisa. Dan di sinilah kesabran orang tua diuji kala seorang anak banyak bertingkah dalam ketidakmengertiannya. Maka di sini pula-lah “golden age” seorang anak, di mana kita menyisipkan nutrisi-nutrisi yang mendukung pertumbuhannya. Kita putarkan musik-musik klasik tuk merangsang saraf intelektualnya. Sungguh ajaib manakala kita putarkan ayat-ayat kauniahnya, maka tak hanya saraf intelektualnya saja, namun seluruh saraf dalam tubuhnya bertasbih memuja asmaNya. Karena semua sarafnya, setiap tetes darah seorang anak, setiap ruas-ruas tulangnya takkan pernah berhenti bertasbih kepadaNya. Karena mereka tenggelam lagi-lagi dalam CINTA-Nya.

Maha suci Allah yang menjadikan anak-anak menjadi remaja. Atas izinNya maka mulailah tumbuh hormon-hormon kedewasaannya. Dan mulailah ia mengenal sebuah rasa: CINTA terhadap lawan jenisnya. Adapun inilah puncak syaiton dalam menggoda manusia agar ikut dalam jalannya, bukan lagi jalanNya. Masa-masa labil sebagai pembentukan karakter seseorang yang sesungguhnya. Maka beruntunglah bagi para remaja yang sanggup berpuasa menahan segala nafsunya. Beruntung pulalah mereka yang habis waktunya untuk mereguk kesegaran ilmu-ilmuNya. Beruntung pula mereka yang dari kecil telah berada di lingkungan yang mendukung tumbuh kembang didik agamanya. Sebaliknya mereka yang telah ikuti jalan syetan, maka Allah pun masih mencintaiNya dengan memberikan kesempatan kepadanya tuk hidup, memberikan waktu tuk bertaubat kepadaNya. Maka di masa inilah, fase kritis seorang manusia, karena tuk menentukan karakter apa yang kan ia bawa di fase selanjutnya. Pada fase inilah tiap orang tua dituntut untuk memberikan CINTA yang berlebih demi masa depan anak-anaknya. Sekali lagi, kata CINTA.

Maha suci Allah yang menjadikan kita kelak dewasa. Kala itulah kita akan mengemban tanggung jawab tinggi sebagai manusia. Di mana kita kan membangun madrasah rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Hingga menapaki tangga demi tangga yang tinggi menjulang menuju menara-menara surgaNya. Maka Allah SWT memberikan pahala berlipat bagi hamba-hambaNya yang mau bekerja. Teruntuk sang Ayah, dalam kerjaNya maka niatkanlah ibadah, maka Allah memberikan ganjaran yang besar. Teruntuk sang istrinya, tiap ia mencucikan pakaian bagi suaminya, tiap ia melayani keluarganya dengan penuh ketulusan, maka Allah pun menjanjikan surga untuknya. Dan teruntuk anak mereka, maka jadilah yang cerdas dan taat pada orang tua, lagi-lagi Allah pasti kan menaungi keluarga itu dengan payung-payung CINTA-Nya.

Maha suci Allah yang kelak kita akan menjadi tua renta. Ialah fase kembali ke kehidupan sebelumnya. Di mana terkadang perilaku kanak-kanak pun muncul kembali. Minta ini minta itu, dilayani ini dan dilayani itu. Inilah fase di mana kita semakin dekat menghadap kehadiratnya. Maka, habiskanlah waktumu tuk menebar manfaat, tuk mendekat padaNya. Tuk memohon ampun, serta menebus dosa-dosa yang pernah kau umbar kala muda dan dewasa dahulu. Di sinilah ketulusan anak-anakmu yang dulu telah kau bina teruji. Maka beruntunglah bagi engkau yang telah mendidik anak-anakmu dengan benar, penuh kasih sayang, bersasaskan nilai-nilai keislaman dariNya. Karena sungguh mereka kan menjadi penaung, tempat sandaran terbaik kalau kau tua nanti. Maka bersabarlah bagi engkau yang telah mendidik anak-anakmu tanpa perhatikan agamanya. Kala tua, kau mungkin kan rasakan pedihnya kata-kata mereka, kasarya perilaku mereka. Sungguh, yang kau perbuat dahulu pun kan berbalas mungkin di masa tuamu. Maka lagi-lagi, di masa tuamu bersyukurlah bagi kau yang nanti sempat menghirup udara tuamu, karena CINTA-Nya kau diberi kesempatan itu.

Maha suci Allah yang menjadikan kematian sebagai akhir dari perjalanan manusia di dunia. Kau kan merasakan sakitnya manakala ruhmu berpisah dari tubuhmu. Beruntunglah bagi dirimu yang senantiasa mencintaiNya di dunia, maka kau kan menebar aroma harum kala ruhmu dibawa menghadap illahi rabbi. Maka celakalah bagi dirimu yang membiarkan CINTA dariNya bertepuk sebelah tangan kala di dunia. Aroma busuk kala ruhmu dibawa menghadap illahi rabbi membuat langit pertama hingga ketujuh nyaris menutup rapat-rapat darimu. Bersiaplah menghadapi pertanyaan munkar dan nakir di alam kuburNya, dan bersiaplah bagi kau yang bertaqwa kepadaNya menyambut cinta yang hakiki dari Allah SWT.

Dan terakhir…
Maha Suci Allah yang memberikan sedikiiit cintaNya padaku tuk menuliskan ayat-ayat kauniyahNya ke dalam coretan singkat ini. Melalui tiap aksaranya semoga terselip rasa cintaku kepada Allah. Melaui tiap katanya, semoga terselipkan rasa cintaku kepada Rasulullah, teladan terbaik sepanjang masa Melalui tiap kalimatnya semoga terselipkan rasa cintaku pada orang tuaku, yang mendidikku dengan cintanya yang begitu sederhana, sebegitu sederhananya laksana tulisan ini. Melaui tiap bait-nya semoga terselipkan rasa cintaku pada kawan-kawanku, sahabat seperjuanganku yang telah mewarnai hari-hariku dengan ekspresi cinta mereka yang berbeda-beda, terkadang canda, tawa, derita, suka dan duka. Serta kepada seseorang yang namanya tertuliskan untukku di sana, semoga kelak kita dipertemukan olehNya dalam naungan CINTA-Nya, serta dipisahkan olehNya dalam puncak kecintaan tertinggi seorang hamba kepadaNya. Akhir kata melalui rangkaian bait ini, kupersembahkan goresan CINTA ini kepada antum semua pembaca artikel ini, semoga sedikit ini penuh manfaat dan dapat menggairahkan kembali rasa cintamu kepadaNya. Serta bagi dirimu yang telah biasa tenggelam dalam alunan melodi cintaNya semoga semakin memperkokoh akar-akar perjuanganmu di dunia dalam rangka mencapai surgaNya dengan penuh CINTA.

Allahu Akbar… Walillahilhamd…
Kamar kos, 2 November 2013

28 Dhulhijjah 1435 H.

22.37

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *