Buntu

Judul di atas terdengar biasa mungkin bagi sebagian orang. Namun sebagian orang lainnya merasa menakuti hal tersebut. Sopir Bus tentu takut ketika membawa busnya memasuki gang sempit dan tiba-tiba gang itu buntu. Bingung bagimana ia akan mundur berputar membawa haluan yang begitu besar ukurannya. Tikus pun tentu ketakutan ketika sedang berkejaran dengan kucing, dan sampailah ia pada gang buntu. Tak mungkin juga kan si tikus berubah jadi raksasa untuk menakuti kucing seperti di serial Tom and Jerry :)) . Para pengusaha pun ketakutan ketika krisis mendera, dan kalutnya pikiran membuat akal jernihnya pun menjadi buntu, hingga solusi sepele pun kadang bisa hilang tiba-tiba.

Mahasiswa pun juga tentu paling benci dengan istilah buntu. Tugas menulis paper, lapres, membuat jurnal, dan tiba-tiba buntu sementara deadline sudah dekat. Hasilnya mungkin yang dituliskan tidak maksimal atau bahkan tidak nyambung, dan akhirnya nilai yang keluar jauh dari kata memuaskan. Jangankan mahasiswa, dosen pun juga pasti benci dengan kata buntu. Tentu tidak lucu apabila di tengah-tengah perkuliahan tiba-tiba dosen buntu pikirannya seraya menyebabkan mahasiswanya pun buntutnya ikutan buntu. Kalau dosen aja buntu, apalagi mahasiswanya? :))

Pun demikian dengan para penulis, terlebih bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dengan modal pena. Tentu fenomena buntu menjadi momok bagi mereka. Buntu bisa menjadi penghambat rezeki mereka, bahkan bisa saja menghambat nafkah yang diberikan kepada keluarganya. Itu mungkin tak berlaku bagi penulis pemula, ya seperti saya. Namun fenomena buntu terkadang membuat mimpi-mimpi besar menjadi kabur seketika, entah itu sekejap saja, atau mungkin selama beberapa waktu yang tak ditentukan. Tulisan yang harusnya terseleseikan justru teronggok rapi di dalam komputer. Ah, seandainya di dunia ini ada pil anti buntu, mungkin banyak penulis yang kecanduan obat ini. Banyak pula para pemikir yang kecanduan juga.

Buntu oh buntu
Mengapa beberapa hari ini kau menghinggapiku?

Tulisan ini lahir di tengah keprihatinan virus buntu yang menyerang saya,

Semoga dia tersindir dan segera pergi setelah tulisan ini ter-submit.

Tertanda,

Penulis pemula yang masih mencari jati diri dan karakter tulisannya

– Faiz Al-Mushonnif-

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *