Resensi Buku: Let’s Change!

o_18h4794pn1pvb1kjnv3n15g5f80aJudul Buku : Let’s Change!
Penulis : Rhenald Kasali
Penerbit : Kompas
Tahun Terbit : 2014

“Bukan yang terkuat yang mampu bertahan, melainkan yang paling adaptif dalam merespons perubahan” – Charles Darwin, dalam Teori Survival of Fittest (1809-1882)

Teori klasik dalam bidang biologi ini merupakan salah satu landasan kuat dari sebuah perubahan. Tentu saja hal tersebut benar, sebab dalam setiap waktu di dunia ini selalu terjadi perubahan, dan tentuna siapapun yang adaptif dalam meresponnya tentu saja dia yang paling kuat dan mampu bertahan. DAlam hidup akan selalu muncul masalah-masalah baru yang tak bisa dipecahkan dengan pola pikir dan cara-cara yang lama. Maka ia harus dipecahkan dengan mengubah pola pikir kita sehingga tidak terkungkung oleh pemikiran-pemikiran lama. Namun di era global saat ini dibutuhkan pola pikir yang terbuka dan luas serta tanggap dalam merespon perubahan.

Lalu muncullah sebuah pertanyaan dasar yang sering ditanyakan oleh umat manusia, “Dari manakah kita memulai perubahan?” Dan lagi-lagi jawaban klasik selalu mengatakan bahwa perubahan terkecil adalah dari diri sendiri. Namun, apakah kita harus melakukan perubahan pada diri sendiri dahulu hingga tak bergerak untuk sekitar? Tentu saja tidak! Perubahan bisa dilakukan kapanpun, di manapun, siapapun, dan karena apapun. Jika bicara sektor-sektor mana yang harus diubah, tentu saja banyak! Negara kita memiliki berbagai sektor yang menarik dan siap untuk diubah. Sektor tersebut sebagai contoh meliputi pendidikan, ekonomi, birokrasi, pariwisata, sosial masyrakat, serta sektor-sektor lainnya. Lalu perubahan apa yang bisa kita lakukan pada sektor tersebut? Maka jawabannya dapat kita temukan di buku setebal 278 halaman ini.

Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan terbaik Bapak Prof. Rhenald Kasali, Ph.D yang selama beberapa tahun terakhir dimuat di Media Kompas. Di dalam buku ini kita akan menemukan gagasan-gagasan yang luar biasa dari beliau terkait semangat perubahan untuk negeri kita tercinta, Indonesia.

Pertama, bagian dalam buku ini dimulai dengan bagian yang berisikan tentang “Perubahan”. Bagian ini berisikan tentang tulisan-tulisan yang bersifat lebih general tentang potensi perubahan yang dapat dilakukan di Indonesia. Salah satu yang menarik pada bagian ini adalah tulisan beliau yang berjudul “Sepuluh Kearifan Krisis”. Intinya, Prof. Rhenald mengatakan bahwa negara-negara di dunia ketika ingin melakukan suatu perubahan membutuhkan krisis. Namun pemaknaan tentang krisis haruslah berbeda. Amerika Serikat menafsirkan bahwa krisis merupakan titik belok yang menuntut terjadinya perubahan untuk menjadi lebih baik ataupun buruk. Senada dengan AS, China menafsirkan bahwa krisis adalah gabungan dua kata: Bahaya dan Kesempatan. Lalu bagaimana dengan Indonesia ? Kita lihat justru ketika krisis terjadi, maka presiden, gubernur bank sentral justru lebih tanggap dan berani dalam mengambil keputusan. Menteri pun juga lebih sigap, dan mereka sejenak melupakan “kepentingan-kepentingan” lain, dan mereka terfokus pada satu tujuan : Kepentingan Rakyat, yaitu¬† menyelamatkan negara dari kebangkrutan.

Bagian kedua dalam buku ini adalah tentang Leadership. Pada bagian ini beliau menuturkan bagaimana jiwa-jiwa perubahan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Salah satu karakteristik khas tulisan Rhenald Kasali adalah selalu menyertakan case-case nyata tentang yang terjadi di perusahan multinasional, atau perusahaan lokal, birokrasi Indonesia, serta pemerintahan negara-negara lain.  Menurut beliau konsepsi kepemimpinan adalah laksana pisau bermata tiga. Yaitu leading up, leading down, serta leading across. Maknanya adalah membangun keseimbangan antara bagaimana hubungan antara pemimpin dengan atasannya, kemudian bagaimana pengaruhnya untuk bawahannya, serta bagaimana koordinasi dan integritasnya dengan rekan-rekan yang berada dalam posisi yang setara dengannya. Namun tidak semua orang memiliki hal tersebut sebagai pemimpin. Oleh karena itulah dalam melakukan suatu perubahan, ketiga hal tersebut mutlak harus dimiliki agar perubahan yang diharapkan dapat terinisiasi

Bagian ketiga dalam buku ini adalah tentang Manajemen. Tentu saja kepemimpinan tak lepas dari manajemen yang kokoh. Sebab bagaimanapun juga, kepemimpinan juga berbicara tentang bagaimana kita mengkoordinasikan segala hal dengan tim yang kita punya. Maka di sinilah suatu konsep yang menarik yang dituliskan beliau yaitu tentang “Indonesia Alignment”. Negara-negara maju seperti singapura, china, rusia, malaysia menunjukkan pentingnya alignment, di mana semua elemen terpimpin saling melengkapi ke dalam satu visi. Sementara fenomena yang terjadi di Indonesia adalah justru “missalignment”. Antarlembaga pemerintah dan parlemen justru saling mengunci dan menuding dalam penanganan masalah. Hingga masalah tersebut menjadi berulang-ulang, terekskalasi, hingga menjepit dan menyusahkan rakyat, dan ujung-ujungnya pun dicabut kembali kebiakan tersebut setelah menimbulkan kerugian. Maka di sinilah konsep kepemimpinan perlunya sebuah alignment, sebab hal itu mencerminkan kepmimpinan, inisiatif, kelincahan, dan arah.

Sementara bagian selanjutnya, Rhenald Kasali menuliskan tentang sektor-sektor potensial Indonesia yang patut untuk dirubah. Yaitu pendidikan, ekonomi, birokrasi, pariwisata, dan sosial masyarakat.

Buku ini berisikan tentang konsep yang berat, namun satu kelebihan dari Rhenald Kasali, adalah selalu mampu mengemasnya dengan lebih ringan. Hal itu terbukti dengan setiap tulisannya, beliau selalu berangkat dari fakta-fakta yang nyata yang terjadi yang dipaparkan dengan seperti cerita singkat. Terdapat pula beberapa istilah-istilah asing yang cukup susah, namun beliau mampu mengemasnya ke dalam kasus-kasus nyata yang berhubungan dengan konsep yang dibahas.

Meskipun penulis menulisnya dengan paragraf, tanpa gambar-gambar penunjang, namun hampir setiap bagian selalu terdapat semacam “quote” yang berhubungan dengan bagian yang dibahasnya tersebut. Kelebihan lainnya, hampir di setiap tulisan beliau dapat memperkuat gagasannya dengan data-data yang ada yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Penulis juga menggunakan bahasa-bahasa yang persuasif untuk mempengaruhi pembacanya agar dapat melakukan sesuai dengan gagasan-gagasan yang ditulis.

Namun terdapat kekurangan pada buku ini, antara lain beberapa penyususnan judul artikel tidak dimasukkan sesuai dengan bidangnya. Misal ada artikel di bidang ekonomi, justru dimasukkan ke bagian manajemen.

Dari sekian ulasan di atas, buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang masih belajar tentang dasar-dasar perubahan. Sebab, buku ini berangkat dari kisah nyata dan fakta-fakta yang terjadi di dunia ini, sehingga kemasanya pun tidak seberapa berat. Buku ini pun merupakan sarana untuk memperluas wawasan kita terkait dengan konsepsi perubahan. Akan lebih baik lagi jika seandainya buku ini dilengkapi tulisan-tulisan tambahan beliau yang belum pernah dimuati di Koran Kompas, sehingga semakin kaya literasinya.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *