Rindu (1)

alone_by_buaiansayapanomali

Subuh berkumandang, dan mata ini kembali terjaga. Entah hari demi hari berlalu tak seperti biasanya. Terdengar kokok ayam bersahut-sahutan. Ada pula kicau burung nan indah nian. Sementara aku kembali termenung, terbekap dalam satu perasaan. Ah, lagi-lagi pagi ini aku gagal. Gagal mengenyahkan satu rasa ini : Rindu

Sementara sahut-sahutan suara azan berkumandang, aku masih tergugu. Laksana manusia-manusia lugu, dengan tatapan kosong mengarah ke langit-langit kamarku. Inilah aku, yang sedang digugu rasa rindu. KepadaNya yang telah lama kutinggalkan sujud malamku. Barangkali permadani sajadahku pun juga rindu akan sandaranku. Sementara di awal waktu kucoba pejamkan mataku. Namun, ah, buaian itu datang kembali, hingga menutup pendengaranku. Inikah peringatan dariMu ?

Dan jika samudera menjadi tinta tuk kutuliskan, mungkin tak akan cukup melukiskannya. Entah ini sudah terlalu atau apa. Ataukah ini sebuah dikotomi kehidupan yang terkadang menghantui. Atau bayang-bayang masa lalu yang tak kunjung hilang. Ah, pagi ini betapa aku rindu pada tetes air suci di sepertiga malam. Sementara aku tenggelam dalam ketakutan. Mungkinkah kau tak lagi rindu padaku, Tuhan?

05.19

Bayang-bayang ketakutan (lagi)

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *