Welcome to the “Uncomfort Zone” :)

comfort-zone-picture1

Zona nyaman adalah wilayah orang yang merasa nyaman di dalam keadaan yang TIDAK nyaman.
Jika nyaman, mengapakah dia mengeluh?
Maka marilah kita menghindari melatih diri untuk menyesuaikan diri dengan kekurangan.
Marilah kita mengupayakan yang lebih.
Bersyukur itu harus, tapi lebih bersyukur – sebaiknya diupayakan.
Sesungguhnya, kita berhak bagi kehidupan yang baik, dan yang lebih baik lagi.
Marilah kita mengupayakannya, agar Tuhan memperbaiki nasib kita.
Nasib baik bukan hanya untuk ditunggu.
Nasib baik harus diupayakan.
Memang semua ada dalam kewenangan Tuhan, tapi Dia tidak akan memperbaiki nasib Anda, jika Anda sendiri memilih untuk tidak bergerak.
Bergeraklah.
Anda tidak diciptakan untuk menjadi makhluk lamban yang peratap.
Bergeraklah.

– Mario Teguh

Selamat datang di zona tidak nyaman. Begitulah saya tuliskan judul dari artikel ini. Mengapa demikian? Sebab zona inilah yang seharusnya ada dalam kehidupan kita. Zona yang akan mendewasakan dan mengakselerasi pemikiran kita untuk lebih maju dan lebih berkembang lagi. James Gwee, salah satu trainer inspiratif di Indonesia mengatakan dalam salah satu bukunya, bahwa definisi dari zona nyaman sendiri adalah aktivitas dan rutinitas kita sehari-hari. Bahkan ia mengatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, zona nyaman dapat didefinisikan sebagai sebuah ilusi, atau dalam artian sebenarnya TIDAK ADA!

Tidak Ada? Bagaimana mungkin tidak ada? Dalam kondisi apapun, ketika kita mencoba bertanya ke siapapun yang kita anggap sedang berada di Zona Nyaman, maka sesungguhnya mereka tidak benar-benar merasa nyaman. Benar kah begitu? Silahkan buktikan. Selalu saja ada ketidaknyamanan yang terjadi baik itu sedikit maupun banyak. Sehingga begitulah, James Gwee mengatakan bahwa benar adanya Zona Nyaman adalah sebuah ilusi belaka.

Kembali ke sejarah masa lampau Indonesia. Sebagaimana yang kita tahu, selama 3.5 abad lebih, Indonesia telah mengalami penjajahan secara lahir dan batin. Apakah itu dikatakan sebagai zona nyaman ketika Indonesia tidak melakukan perlawanan sama sekali? Tentu saja tidak. Dan lebih tidak nyaman lagi ketika pergerakan pemuda pada waktu itu dimulai. Bagaimana mereka harus mengorbankan harta, jiwa, raga, serta tumpah darahnya demi kemerdekaan Indonesia. Mereka berani meninggalkan zona yang mereka anggap “nyaman” padahal nyatanya siapa yang merasa nyaman dengan setatus sebagai negara yang dijajah. Maka sekali lagi terbukti bahwa zona nyaman adalah sebuah ilusi belaka.

Jika kita bicara tentang istilah zona nyaman dan tidak nyaman, maka ini biasanya diidentikkan dengan satu kata. Ya! Itulah “Leadership” atau kepemimpinan. Sebagaimana kita mengetahui, bahwa kepemimpinan dalam sejarah manapun dan dimanapun, mereka yang sukses dan besar dengan kepemimpinannya, tidak pernah lepas dari zona tidak nyamannya. Selalu ada inovasi, tantangan ke depan, dan kontribusi positif yang dilakukan demi mencapai mimpi-mimpi besarnya. Yang harus digarisbawahi di sini adalah bagi para pemimpin di zona tidak nyamannya, mereka menganggapnya sebagai kenyamanan sendiri, atau istilah kerennya adalah “nyaman di zona tidak nyaman”.

Para pemimpin selalu berpikir, untuk mencapai sebuah mimpi besar, tentu dibutuhkan zona yang benar-benar tidak nyaman. Justru mereka yang berada di zona nyaman terus menerus, maka objek yang dipimpinnya menjadi stuck bahkan tidak maju dan tidak ada perkembangan sama sekali. Bagi mereka, zona tidak nyaman adalah syarat mutlak yang harus ada dalam organisasi atau kelompok yang dipimpinnya. Sehingga waktu mereka dihabiskan untuk terus berupaya menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Kegagalan bukanlah menjadi hal yang tabu dalam zona tidak nyaman. Justru mustahil zona tidak nyaman berlangsung tanpa adanya sebuah kegagalan sedikitpun. Maka, dibutuhkan pemikiran dan tenaga ekstra dalam zona ini. Dan hanya mereka yang memiliki integritas kepemimpinan yang tangguh, serta tim yang solid yang mampu melewati tantangan ini.

Maka siapakah kita menjadi nyaman di zona tidak nyaman? Tentu saja pertanyaan ini hanya anda sendiri yang mampu menjawabnya.

P3MTI Transformer 2014

@ Wisma Museum Kesehatan Surabaya

23.48

– Life begin at the end of your comfort zone –

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *