Isyarat Cinta

c-i-n-t-aUntuk dirimu

Semua berawal dari kebersamaan yang tak pernah terduga. Beberapa tahun silam hingga sekarang. Tak sedikit pun terbayang kita kan terus bersama. Kita dipertemukan dalam satu naungan dengan jarak yang tak terlampau jauh. Dan tanpa sadar masa lalu yang nyaris sama membuat kedekatan itu terkadang ada. Namun tiada yang tahu hati seorang manusia. Ibarat kupu-kupu ia membutuhkan kepompong serta ulat tuk dewasa. Ibarat manusia, ia butuh isyarat untuk mencinta.

Kita dibesarkan dalam lingkungan yang sama. Ibarat padi, kita berada dalam petak yang sama, namun kita berdua yang berbeda. Kau! Begitu tenang dan damai laksana angin semilir. Kau! Begitu sejuk laksana mata air murni yang mengalir. Kau! Begitu pemalu laksana putri malu yang merunduk kala disentuh. Sementara aku masih bertanya-tanya tentang diriku, pribadiku, bahkan masih tak tahu akan jati diriku.

Bagai kilat yang menyambar, tiba-tiba dan tak terduga, seperti itulah isyarat cinta. Sudah terlupa dalam ingatan mengapa kita dekat dengan sendirinya.  Biarlah hanya kata dalam rentetan aksara menjadi bukti nyata. Entah mungkin hanya sedikit yang terucap dalam bicara. Namun cinta yang aku percaya, bukanlah bicara tentang kata, apalagi wacana, tetapi makna.

Catatan hati yang tak kunjung usai, meski ku tak tahu kapan kan kutemui ujungnya. Meski ku yakin takkan pernah seromantis para pujangga kata. Seelok pelangi cakrawala. Atau bahkan seindah bunga-bunga surga. Karena ini hanyalah cerita yang terlukis dalam aksara. Atau bahkan coretan yang tak punya makna. Sebab itulah biarkan catatan ini liar mencari ujung yang tak teraba.

Kepadamu

Jika ini adalah sebuah isyarat cinta, biarlah suratan takdir yang menjawabnya. Karena semesta pun punya berjuta tanda. Tentang cintanya pada sang Maha Kuasa. Jika waktu turut mengisyaratkannya… Barangkali ia tak pernah rela jika kita bertatap lama. Jika aksara pun terlibat dalam mengisyaratkannya… Barangkali ia tak rela menulis namamu dengannya. dan jika lisan berbicara… Barangkali ia hanya bisu dalam rasa malunya.

Maka inilah isyarat cinta, suratan takdir telah menulisnya, lalu tidakkah kita mau mengakuinya? 🙂

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

5 Responses

  1. hasannote says:

    Hmm..mabok aku bacanya..:)

  2. ratnamaruti says:

    bukan kah itu yang membuat keterasingan menjadi indah.. isyarat hanya isyarat biarkan Tuhan Yang Maha Sempurna mengembalikannya pada harmoni jiwa.. cinta tak perlu dipertanyakan atau untuk diutarakan.. aksara hanya aksara biar jeda memalingkan segalanya agar terlihat indah agar terlihat berbeda.. ketika doa sebagai ekspresi untuk menyampaikan isyarat rindu pada hatinya maka Tuhan Yang Maha Romantis akan memainkan perannya disana..^^ (Azhar Nurun Ala)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *