Gadis Berkerudung Merah (2)

red_by_mulFasli

“Tiiitiriiiit tiiit……..Tiiitiriiiit tiiit……..Tiiitiriiiit tiiit……..,” aku mendengar telepon genggamku berbunyi, dan masuklah sebuah pesan sms ke dalam telepon genggamku. Sementara aku berusaha membukanya, sembari menunggu telepon yang sudah cukup berumur ini. Ah, tak masalah lama, asal sejauh ini bermanfaat bagi segala aktivitasku.

“Bismillah, Assalamu’alaikum! Dek, besok pagi antum kosong kah?” DEG! Ada apakah gerangan. Tak seperti biasanya Mbak Faleshia meng-smsku seperti ini. Atau mungkin aku saja yang terlalu tenggelam dalam “ke-ge-er-an” yang semu. Hah, sudahlah belum apa-apa sudah berpikiran aneh-aneh.

“Wa’alaikum salam, insya Allah mbak, ada keperluan apa ya?” balas aku dengan penuh penasaran.

“Oh, alhamdulillah, kebetulan nih, mbak pengen ngajakin temen2 satu departemen makan bareng nih, ini temen2mu udah pada confirm bisa. Tinggal kamu tadi kelupaan nggak aku jarkom, hehe afwan. Kalau gitu kumpul di sekretariat jam 08.00 ya 🙂 ,” jawabnya

“Insya Allah mbak :)”jawabku singkat

Hingga terjadilah pagi itu. Usai shalat shubuh tak lupa kulantunkan ma’tsurat dan kulanjutkan dengan tilawahku. Manhaj tarbiyah yang kuikuti terkadang membuatku ngos-ngosan karena menyeleseikan 1 juz sehari. Namun, ah, inilah indahnya islam dan dunia pergerakan dakwah bagiku. Ada energi dan ketenangan batin, serta kekuatan yang kuperoleh dariNya.

Pukul 08.00 tepat. Angin khas sekretariat menyambutku, sementara suasana di dalamnya masih terlihat lengang. “Assalamu’alaikum, ada orang kah?” ucapku ke dalam.  Ruangan masih terlihat lengang, sementara aku pun memutuskan masuk.

“Wa’alaikum salam, siapa ya?”terdengar suara yang tak asing bagiku. Ah, lagi-lagi engkau yang berada di situ.

“Lho, Mbak, sendirian?”tanyaku.

“Ehhhh.. kamu dek, iya ini belum pada ada yang datang. Padahal udah jam 8 tepat,”ujarnya setengah kaget.

Seakan aku mengerti, tak baik jika hanya berdua di ruangan ini, serta raut wajah Mbak Faleshia yang kelihatannya sedikit menampakkan rasa tidak enak. “Hmm, coba aku hubungi teman-teman dulu ya mbak, ini aku keluar dulu karena sinyal di dalam agak buruk,”ujarku sembari meninggalkan sekretariat.

Kutinggalkan sekretariat, dan kuhubungi teman-teman. Sekitar satu jam kemudian kami baru lengkap. Aku hanya geleng-geleng kepala. Mbak Faleshia apalagi, dia yang kukenal dengan kebiasaannya on-time sudah ngomel-ngomel dari tadi. Kami pun bergegas menuju ke Rumah Makan langganan kami, Rumah Makan Ar-Rahmah. Selain karena suasananya sejuk, tempat ini juga terdapat lesehan apung. Sesuatu yang jarang kami temui di kota ini. Di tambah lagi harga yang bersahabat di kantung kami para mahasiswa.

“Ehm, Assalamu’alaikum Wr Wb!”, ujar Mas Rahman memulai pertemuan kita di rumah makan.

“Wa’alaikum salam, Wr. Wb,”jawab kami serempak.

“Jadi begini adik-adik, kira-kira kalian tahu nggak tujuan kami mengumpulan kalian di sini untuk apa?,”tanya Mas Rahman.

Kami pun berpandangan bengong. Tidak tahu menahu soal ini. Kami rasa, udah terbiasa menang tempat ini kami jadikan tempat nongkrong kami. Kala penat mendera, kala senang, bahkan lucunya traktiran ulang tahun kami semua dari awal hingga saat ini pun di tempat ini. Tidak ada bosan-bosannya kami di sini. Sementara aku melihat Mas Rahman, Mbak Faleshia, Mas Dika dan Mas Reza tersenyum-senyum saling berpandangan.

“Haduuuh, kalian ini terlalu polos sampai nggak ngerti, atau pura-pura nggak ngerti ya… ck…ck..ck..”, ujar Mas Reza.

“Ya udah, daripada bingung, langsung aja mas jelaskan. Jadi begini adik-adik. Kepengurusan BEM sebentar lagi berakhir, dan kami di sini tentu akan menitipkan amanah ini kepada kalian. Jujur saja kami bingung, karena dari kalian sepertinya belum ada yang benar-benar berminat melanjutkan perjuangan kami. Nah, hari ini kami di sini dari kabinet ingin menanyai mimpi-mimpi kalian di tahun ketiga. Kira-kira kalian bersedia kah menjawab pertanyaan kami?”tanya Mas Rahman.

Kami kembali berpandangan, dan mendadak situasi menjadi hening. Masih kaget dengan pertanyaan tadi. Sementara itu kami pun mulai merenung dengan pikiran masing-masing.

“Kami beri waktu 5 menit ya buat kalian mikir, hehe. Insya Allah segala mimpi kalian akan kami dukung kok :)”

Waktu terus berlalu, dan ekspresi kami berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Ada yang terlihat yakin, ada yang terlihat tidak. Hingga tak terasa sampailah di penghujung waktu.

“Yap, udah 5 menit. Oke sekarang saya mau dengar satu-satu mimpi kalian. Ada yang berani mulai duluan?”

Tono mengangkat tangan duluan, “Bismillahirrahmanirrahiim, sudah tertulis dalam mimpi saya bahwa resolusi tahun ketiga adalah menjadi Ketua BEM FIB, maka insya Allah saya akan mewujudkannya dan saya mohon dukungan dan doa restunya..”ujarnya.

“Wooooooooooo!!!”serempak kami semua berteriak dan tepuk tangan.

“Bro bro… kalau ente butuh tim sukses bilang ane ya. Ane siap kalo kamu jadikan koor TSK, butuh KTM berapa kau? hahaha “ujar Bobby, staff kami dari Jakarta

Suasana semakin cair setelah Tono memulai. Satu per satu kami menyebutkan komitmen kami. Bobby, dengan hobby-nya di bidang gamer, tahun ketiga memutuskan fokus pada hobi-nya tersebut. Ia saat ini sedang dalam tahapan belajar membuat game. Ke depan ia berharap dapat menjadi entrepreneur sukses, menjual game-game-nya ke perusahaan.

Adapun Rozzaq, dia ingin kembali ke jurusannya fokus berdakwah di LDJ-nya. “Saya hanya bermimipi simpel mbak, ingin dakwah di jurusan saya bisa sebanding dengan di jurusan-jurusan lainnya. Sebab, jurusan saya termasuk ya bisa dikatakan pergerakan LDJ-nya kurang lah. Saya tak mengharapkan posisi, karena hakekatnya kita mengabdi pada illahi :)” ujarnya disertai senyuman. Kami pun manggut-manggut. Rozzaq, salah satu teman staffku yang paling religius selama ini. Ada 2 tanda hitam di kepalanya, dan itu tlah cukup menjadi bukti bahwa ia bukan sembarang orang.

Tita, staff kami yang lain pada tahun ketiga ingin fokus pada Unit Mahasiswa Tari yang telah ditekuninya. “Aku bermimpi ingin di tahun ketiga exchange ke luar negeri, dan dengan tarian aku rasa ini jalan terbaik. Selain ini memang passionku sejak aku kecil, aku juga ingin mengeksistensikan budaya indonesia ini ke mancanegara. Dan sudah menjadi mimpi 5 benua pasti kan kujelajahi hanya dengan berbekal kemampuan menari,”ujarnya lugas

Kami semua bertepuk tangan. Tita, yang kami dari awal kenal dengan bakatnya yang luar biasa itu telah beberapa kali diminta tampil di acara kenegaraan. Dia juga dikenal idealis dan siap mewujudkan mimpi-mimpinya.

Adapun Nina, temanku yang paling terkenal tomboy se-BEM FK ini ingin fokus pada olahraga yang ia tekuni. Bukan main-main karena ia menekuni Judo. “Aku rasa, tahun ketiga adalah tahun yang tepat untuk aku fokus ke Judo. Dari kecil bahkan aku sudah diajari olahraga ini oleh ayah dan ibuku. Kini, aku ingin mewujudkan mimpi mereka agar aku menjadi pe-Judo kelas nasional, setelah beberapa kali aku memenangkan kompetisi daerah,”ujar kami.

“Buset lu nin, takut deh gue sama elu. Elu lebih cowok dari gue, ampun brooo,”ujar Bobby yang disambut dengan jitakan di kepalanya oleh Nina. Kami semua pun tertawa melihat mereka berdua.

Arif dan Dini, kedua teman kami ini memutuskan ingin tahun ketiga fokus ke studi masing-masing. Keduanya merasa organisasi telah cukup menjadi bekal hidupnya nanti ke depan. Dan mereka ingin fokus. “Mungkin kelihatannya kami paling beda ya, tapi kami ingin fokus ke studi kami, karena saya pribadi bermimpi dapat melanjutkan S-2 di luar negeri dalam bidang Spesialis Mata,”kelakar Arif.

Hingga sampailah kepadaku. “Terakhir nih, yang ditunggu-tunggu hayoo, kamu mau ke mana dek tahun ketiga?”solot Mas Reza tiba-tiba.

Sementara aku terdiam. Aku termasuk orang yang mungkin sedikit pemalu dibandingkan teman-teman. Semua mata tertuju kepadaku. Mbak Faleshia menatap tajam, namun senyuman itu tetap tersungging di bibirnya. Sementara teman-teman lain menunggu, karena tinggal aku yang belum menyampaikan mimpinya.

Aih, betapa cepatnya waktu. Tak terasa tahun ketiga telah datang, dan ke manakah kaki ini akan melangkah?

– bersambung –

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *