Ini Bukan Akhir Cerita Kita! (1)

sosma gabung
Penuh Halangan, Rintangan dan Cobaan ! Itulah kesan perjalanan kami. 9 Juni 2014 menjadi sebuah momen yang tak terlupakan. Ya, pada hari itu, kami Departemen Sosial Masyarakat HMTI ITS 2013/2014 berencana melakukan salah satu agenda departemen kami yang belum kami tuntaskan. SRV atau Sosma Rangers on Vacation, sebuah momentum internalisasi departemen, sekaligus di dalamnya kami melakukan bakti sosial. Dan kali ini, pilihan kami tertuju ke sebuah tempat, Malang!

Sesuai rencana awal, kami akan dibagi menjadi dua kelompok. Untuk yang laki-laki, kami menaiki motor ke Malang. Untuk yang perempuan menaiki kereta api ke Malang. Malang tujuan kami, ternyata malang pula nasib kami, sesampai di Gubeng yang kami dengar adalah suara keberangkatan kereta api jurusan surabaya-malang. Berarti? Kami Ketinggalan! Hangus sudah uang 5000 kami, dan terlebih hangus sudah perjuangan Mas Ajie dan Bima yang mengantri satu jam lebih saat membeli tiket kami.

Keputusan cepat di ambil. Jumlah motor yang ternyata kebetulan pas, sebanyak 7 motor,  akhirnya diputuskan bahwa kami semua ke Malang, ber-14 orang dengan menggunakan motor. Perjalanan pun tidak semulus yang dibayangkan. Setelah kereta Api, ternyata Fandi belum melakukan packing, ditambah Mas Argon yang barangnya ada yang ketinggalan. Berlanjut dengan “hilangnya Nola” secara tiba-tiba dari barisan kami, yang ternyata dia memutuskan kembali ke kos, di tengah perjalanan karena “tidak mampu” menggunakan motor Amiril yang konon kata pemiliknya “Hanya Amiril yang mampu Mengontrolnya”. Dilanjutkan lagi dengan motor Faiz, yang waktu itu berboncengan dengan Amiril yang nyaris kehabisan bensin, sehingga terpaksa mengisi di dekat bundaran CITO, dan parahnya terjadi misskomunikasi kami, sehingga Amiril dan Faiz pun tertinggal. Akhirnya, kami semua kloter pertama berhenti di SPBU Sidoarjo untuk beristirahat, sekaligus Shalat Dhuhur. Sembari menunggu Mas Argon, Fandi, Nola dan Mbak Riska kami juga makan bareng di indomaret yang ada di SPBU tersebut. Sekitar setengah jam kemudian mereka datang, kemudian Shalat dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Malang.

Baru saja selesai rintangan ini, ternyata muncullah masalah lagi. Ban belakang motor Faiz, tiba-tiba bocor, belum sempat pula dinaiki pasca dari SPBU. Faiz dan Amiril pun akhirnya menuntun sejauh hampir 1 km untuk menemukan tempat tambal ban. Sesampai di sana, ternyata tingkat kebocoran ban motor Faiz sudah parah, hingga akhirnya Faiz dan Dede mencari toko motor terdekat untuk membeli ban baru, daripada dipaksakan ditambal namun hasilnya dapat mengganggu perjalanan kami. Usai menambal ban, kami berdoa terlebih dahulu. Berharap kejadian kejadian saat perjalanan tadi tidak terulang kembali, dan perjalanan kami dilancarkan sampai ke Malang. Amiril, yang baru seumur jagung menjabat sebagai Ketua MSI ditunjuk sebagai pemimpin kami dalam berdoa.

dan perjalanan kami pun berlanjut sekitar jam setengah dua. 2 jam perjalanan dengan penuh kebersamaan membuat kami lupa akan lamanya waktu. Kami sampai di Malang sekitar jam 15.30. Mas Ajie selaku ketua rombongan langsung membawa kami ke Warung Crispy Cak Pi’i. Kami nyaris kompak karena hampir semua memesan Nasi Jamoer sebagai santapan sore itu. Sementara beberapa dari kami memesan Nasi Tahu Tempe Crispy. Sekitar 45 menit kami makan dan bercanda di Warung Cak Pi’i, selanjutnya kami segera menuju rumah Mas Ajie sebagai tempat peristirahatan kami. Pukul 16.30 kami sampai di Rumah Mas Ajie, dan kami langsung melaksanakan Shalat Ashar berjamaah. Lalu beristirahatlah kami sejenak, sebelum malam nanti kami akan berjalan-jalan ke Batu.

Ba’da isya’, kami memutuskan untuk berangkat ke Batu. Alun-alun Kota Batu menjadi tujuan kami. Mas Ajie juga menjanjikan mengajak ke Pos Ketan Batu, ketan yang paling legendaris di Batu, yang konon katanya sudah ada sejak tahun 1967. Selain itu, seringkali tempat tersebut jadi jujugan para artis terkenal. Sesampai di Alun-Alun batu, ya seperti kebanyakan bocah-bocah post modern, yang kami lakukan adalah berfoto-foto sepuasnya. Mas Ajie menawari kami mau naik kincir atau tidak, dan kami semua mau. Penasaran dengan pemandangan malam Kota Batu dari kincir. Lucunya, kami hom pim pa di awal untuk pembagian kelompok, karena satu kincir di isi maksimal 4 orang.

kincir angin

bareng yeahUsai memuaskan berfoto-foto ria, dan menaiki kincir, kami menuju ke Pos Ketan Batu. Kami memesan ketan kesukaan masing-masing. Mulai rasa susu keju, susu keju coklat, ketan durian, ketan susu, dan lainnya. Tak lupa minuman hangat sebagai pelengkap dinginnya Kota Batu. Kejutan hadir, ternyata Mas Ajie tiba-tiba di akhir makan membayari kami semua. Lagi-lagi strategi Mas Ajie seperti ini disesalkan oleh Fandi dan Bima yang pada waktu itu memutuskan tidak memesan minuman dengan alasan “ngirit”.

pos ketan

Namun kesenangan kami mendadak pupus, saat mendengar kabar Mas Rio tidak jadi menyusul ke Malang karena mendadak sakit saat mau berangkat ke Malang. Yah, setelah Sari yang tidak bisa, ternyata tiba-tiba Mas Rio pun tidak bisa. Lagi-lagi gagal full team :'(.

Selepas memanjakan perut, Mas Ajie mengajak kami berkeliling Batu, untuk sekedar melewati BNS dan Jatim Park II. Kami pun dibawa ke suatu tempat yang indah dan cukup tinggi, di mana di situ kami bisa melihat pemandangan lampu-lampu Kota Batu. Sayangnya kamera kami tidak ada satupun yang cukup canggih untuk mengabadikan momen tersebut, sehingga hasil foto hanya gelap yang terlihat. Selepas dari tempat itu, kami pun memutuskan pulang. Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. Pulanglah kami ke rumah Mas Ajie. Ia sengaja mengambil rute memutar agar kami mengetahui suasana dinginnya Batu saat malam hari. Sekitar pukul 11.30, kami sampai di rumah Mas Ajie. Hal pertama yang kami lakukan adalah langsung menyalakan TV, dan tepat ternyata ada siaran ulang dari Debat Capres Prabowo – Jokowi. Malam semakin terasa menarik karena kami selingi dengan diskusi ringan tentang performansi kedua capres. Karena kelelahan, sebagian dari kami pun ditonton oleh TV yang menyala karena telah terlelap dengan mimpi masing-masing. Hari pertama usai, dilengkapi dengan rasa lelah dan senang…..
*to be continued*

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *