Rasa Kagum

Kagum - ilustrasi

Dari jauh aku hanya bisa melihatmu sambil menahan degup jantungku yang semakin tak menentu. Ya, selama itu hingga kini. Sebutlah aku penggemar beratmu. Sekalipun berkali-kali kesempatan itu ada untuk berinteraksi denganmu, aku tak mampu. Mungkin aku terlalu malu, atau aku yang terlalu berani barangkali tak mengambil kesempatan denganmu.

Beberapa kali kau mungkin jatuh dan barangkali rasa kagumku justru membuatku terkagum manakala kau bangkit dari jatuhmu. Ah, lelaki macam mana pula aku ini, tak bergerak menolongmu, justru tenggelam dalam abstraksi kekaguman yang dibuatnya sendiri untukmu. Namun aku tahu, kau terlalu dewasa buatku, hingga kepercayaanku barangkali terlalu berlebih karena yakin kau mampu bangkit dari jatuhmu sendiri, tanpaku dan tanpa orang lain di sekitarmu. 

Namun sesungguhnya siapa diriku? Berani-beraninya dengan lancang mengagumimu. Ya, sebatas mengagumimu, tak lebih dari itu. Batasan yang membuatku selalu membisu kala kau lewat di depanku. Batasan yang membuatku terbujur kaku justru saat kau terjatuh. Mungkin dirimu terlalu mustahil bagiku hingga aku pun tak berani tuk bertemu, sekedar menyapamu atau mengenalmu lebih jauh.

Lalu aku bersujud kepadaMu. Dan aku merasa bersalah. Jangan-jangan orang tuaku cemburu padaku. Manakala waktuku habis untuk merenung melihatimu, yang bahkan kamu bukan siapa-siapaku. Atau mungkin Rasul cemburu padaku, kala melihatku kagum melebihi kekagumanku pada teladan terbaik sepanjang waktu. Bahkan apakah Tuhan tiba-tiba benci kepadaku, kara panggilanNya tak lagi membuatku merinding dalam rindu.

Hingga aku hanya bisa mendoakanmu. Kekagumanku barangkali hanyalah titik semu tentang cintaku pada Dzat yang menciptakanku. Atau mungkin hanya tirai penghalangku tuk meneladani Rasul-RasulMu. Atau bahkan ini wujud pengabdianku pada kedua orang tuaku yang telah membesarkanku.

Namun aku tetaplah aku. Rasa kagum ini seperti telah mengaliri darahku. Tak semudah itu kuhapuskan, dan tak semudah itu kuhilangkan. Padahal sebatas rasa kagum. Ya, hanya rasa kagum dan tak lebih dari itu. Terlihat berlebihan kah? Hanya Tuhan dan barangkali diriku yang tahu.

 

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *