(Bukan) Pujangga

sastera

Tanyakanlah kepada mereka tentang tarian aksara, maka mereka bukan hanya menjawabnya, bahkan menampilkannya. Tanyakanlah mereka tentang syair-syair lama maka mereka akan fasih kepadanya.Tanyakanlah mereka tentang prosa-prosa seriosa, ah mereka terlalu ahli di dalamnya. Tanyakan pula kepada mereka tentang nasihat bijak bertabur mutiara kehidupan nan berkilau, maka mereka bahkan bisa membuatmu buta dengan kemilaunya. Namun ah, sayangnya tak banyak orang yang mengakui mereka, bahkan menganggap mereka gila akan kata-kata.

Barangkali itulah nasib para pujangga. Sebagian orang menganggap mereka hanya pandai beretorika. Atau hanya bisu dalam kata-kata. Bahkan ia terkucilkan oleh dunia luar karena ia terkunci dengan goresan aksara di depannya.

Padahal pujangga adalah makhluk Tuhan yang kita harus berhati-hati kepada mereka. Ia mampu mengubah kerasnya hati menjadi lembutnya sutra. Ia mampu memberikan warna pada peradaban dunia. Ia mampu menggugah dan merubah hati seseorang lewat kata-katanya. Bahkan katanya ia mampu merubah setan biadab pun menjadi malaikat.

Namun tahukah engkau bahwa mereka memiliki rahasia yang tak banyak diketahui orang biasa? Ya, rahasia itu lah yang mampu membuatnya lincah dalam aksara. Ia bisa melunakkan kerasnya baja hanya dengan sebatang pena. Dan jika kau tanyakan kepadaku tentang rahasia itu, barangkali aku tak mampu untuk menjawabnya. Karena aku (bukan) seorang pujangga.

Graha ITS, di sela-sela MONEV Dikti

10.37

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

2 Responses

  1. pusvita says:

    Karena ketika pena bicara, sejatinya hatilah yang sedang bercengkrama. Itulah mengapa, luluh hati membaca setiap bait kata sang pujangga 😀
    *anak teknik pandai berbahasa juga ya

Leave a Reply to pusvita Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *