Mengapa Rindu

6e3791c9f979f3f1e3429909f4873090

Aku selalu tenggelam dalam retorika Tuhan tentang sebuah perasaan yang diciptakan olehNya untuk para manusia. Namanya Rindu.

Ia selalu hadir dalam anganku untuk menciptakan keindahan. Namun entah makin lama ia singgah, makin timbul perasaan yang tak menentu. Seringkali ia hadir untuk menjawab ketiadaan seseorang yang tak pernah kembali. Itu semakin menyakitkan.

Terkadang rindu hadir untuk menjawab keraguan kembalinya seorang yang dinanti. Maka ketika ia kembali, jadilah rindu sebuah mahligai nan indah tuk menghiasi kedatangannya. Namun kala ia tak pernah kembali, jadilah rindu berjuta kerikil tajam yang menawarkan merahnya darah keterlukaan.

Hingga aku pun bertanya kepada Tuhan, Mengapa Dia menciptakan rasa rindu? 

Sebab aku selalu menikmatinya, namun tak jarang mengakhirinya dengan air mata. Atau paling tidak dengan hati yang pedih karena terluka. Bahkan sebagian diantara jenisku sampai meregang nyawa.

Namun Tuhan pernah berfirman, bahkan ia lebih tahu dari MalaikatNya kala berdebat tentang penciptaan manusia. Maka bisakah aku percaya kepadaNya?

Hari ini aku mendapat jawabannya. Manakala hati ini pedih tersesakkan oleh wajahnya, manakala yang dinanti tak pernah kembali, manakala bayang-bayang itu hanyalah fana, hingga air mata ini jatuh membasahi dunia, ia ternyata bermuara. Kepada samudera kerinduan kepadaNya.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

3 Responses

  1. ratnamaruti says:

    seperti biasa, itulah manusia yang diciptakan dari cinta Rabb’Nya maka jadikanlah rindu itu apa yang di bilang bang azhar ” ketika ekspresi rindu adalah doa tak ada cinta yang tak mulia” maka jangan bicara rindu pada manusia bicaralah pada sang pencipta rindu itu yaitu Rabb’ Yang Maha Pengasih.. 🙂 jadi inget tulisan2nya bang Azhar Nurun Ala.. keep bloging 🙂

Leave a Reply to ratnamaruti Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *