Menyempurnakanmu

menyempurnakanmu

Tak perlu menunggumu tuk disempurnakan. Sekalipun dirimu jauh dari kata sempurna. Barangkali aku bukanlah orang yang tepat untuk menyermpurnakanmu. Sebab Tuhan tak pernah menciptakan manusia yang bertabur kesempurnaan. Kecuali hanya satu, Rasulullah SAW.

Kita perlu belajar dari beliau. Dalam kesempurnaannya, Tuhanun memberikan pendamping yang tak sempurna. Sebutlah Khadijah dan Shafiyah. Tiada yang meragukan kesetiaan dan ketaatan mereka kepadaNya. Namun mereka semua pernah mendua sebelumnya, bahkan beberapa pun berumur cukup uzur.

Sebut pula Aisyah ra. Tiada yang meragukan kecantikannya, cendekianya, dan kritis pemikirannya. Namun tahukah bahwa dia pencemburu luar biasa. Ia pernah mengecam istri-istri beliau yang lain. Ia bahkan mencela Khadijah, sosok ummul mukminin sekalipun. Bahkan ia pernah membanting piring hingga pecah berserakan di depan para tamu Rasulullah. Namun begitulah teladan terbaik sepanjang masa. Beliau pun hanya tersenyum, sembari berkata,”Maaf, Bunda sedang cemburu”.

Lalu sudikah aku mengharapkan kesempurnaan darimu, sementara aku terpastikan jauh dari kesempurnaan. Sesempurna Muhammad pun terkaruniakan olehNya dengan ketidaksempurnaan. Maka bagaimana dengan diriku?

Teruntukmu, izinkanlah diriku untuk menyempurnakanmu dengan ketidaksempurnaanku. Menjadikanmu separuh yang belum jua ku temu. Melengkapimu agar utuh sekalipun tak sepenuhnya utuh, tergerogoti oleh mozaik-mozaik ketidaksempurnaan ini. Mencintaimu dengan sempurna dalam ketidaksempurnaan ini.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *