NLC 2014 : Kami Telah Di-Waqafkan untuk Bangsa Ini !

nlc2014

“Karena PPSDMS bukanlah tempat manusia yang sempurna, namun mereka yang mewaqafkan diri untuk disempurnakan, – National Leadership Camp 2014

Tak terasa air mataku menetes manakala mendengar kata-kata itu digaungkan oleh Bapak Arief Munandar, pembina PPSDMS Regional I Jakarta. Auditorium Fakultas Hukum Universitas Indonesia, hari itu menjadi saksi akan lahirnya jiwa-jiwa yang berikrar mencintai Indonesia melebihi cinta kami kepada diri kami sendiri. Hari itu kakak senior kami, PPSDMS Angkatan 6 dilepas setelah 2 tahun ditempa di asrama. Pada hari itu juga kami, Angkatan 7 dikukuhkan sebagai generasi penerus tongkat estafet pembinaan di asrama.

Begitu khidmat manakala Mars PPSDMS dikumandangkan bersama, serta manakala “Idealisme Kami” diteriakkan bersama, dan lagi-lagi hati ini serasa bergetar. Sebab, kami di sini barangkali bukanlah terpilih karena kami penuh prestasi, bukanpula karena semangat kami berapi-api, namun izinkan aku menyebut bahwa Allah boleh jadi menganggap kamilah yang paling siap untuk diwaqafkan untuk kemaslahatan bangsa ini.

Masih teringat manakala tanggal 18 Agustus 2014 yang lalu kami, berangkat ber-35 dari Surabaya. Untuk datang ke sebuah acara “yang katanya” merupakan gerbang awal dari perjalanan panjang kami. Tepat tanggal 20 Agustus 2014, sekitar pukul 12.00, acara National Leadership Camp 2014 secara resmi dibuka. Dan di sinilah barangkali penempaan yang sesungguhnya dimulai.

Awalnya cukup kaget manakala menjalani pelatihan yang cukup padat. Bagaimana kita dikondisikan benar-benar layaknya sebagai seorang pemimpin. Nilai integritas, kedisiplinan, ketepatanwaktu, kecepatan, serta solid benar-benar ditanamkan melalui pelatihan ini. Padatnya acara nyaris membuat kami tak miliki kesempatan untuk beristirahat sejenak. Namun itulah barangkali pengondisian awal kami sebagai calon pemimpin bangsa nantinya. Sebab, para pemimpin bangsa ini, sudah tentu memiliki jadwal yang jauh lebih padat, serta mobilisasi yang lebih jauh lagi.

Banyak sekali wawasan, motivasi, serta materi-materi kepemimpinan yang kami peroleh dalam NLC 2014 ini. Pada hari kedua kami mendapatkan materi mengenai Idealisme Pemuda Islam. Selanjutnya adalah materi dari Bapak Arief Munandar mengenai Arsitektur Paradigma Pemimpin Baru Indonesia. Sore hari kami mendapatkan pelatihan Tae Kwon Do. Malam harinya lagi-lagi kami mendapatkan materi kembali. Kali ini dari Bapak Sandiaga Uno tentang Wirausahawan Muda Indonesia. Sesi materi ke-4 ini berakhir sekitar pukul 11 malam. Dan kami pun beristirahat.

Hari ketiga  tepatya tanggal 22 Agustus 2014 ini diawali dengan Qiyamu Lail berjamaah. Selanjutnya kami melakukan Dzikir Al-Ma’tsurat pagi. Pagi ini untuk pertama kalinya kami dilatih baris-berbaris oleh Bapak-Bapak dari TNI. Tidak hanya itu. Dalam setiap aktivitas kami, senantiasa para TNI mendampingi kami agar kami senantiasa berada dalam kedisplinan waktu. Termasuk pengalaman pertama bagiku sesi makan menghabiskan makanan semuanya hanya dalam waktu 5 menit saja, bahkan ada yang hanya 3 menit.

Pagi itu kami mendapatkan Kajian Islam Komprehensif dari pendiri Yayasan Bina Nurul Fikri, Ustadz Musholli. Beliau banyak bercerita tentang kondisi islam di dunia, bagaimana kita menyikapinya dan bagaimana kita harus memposisikan diri sebagai ummat islam. Bahwasanya dalam syumuliyatul islam diterangkan bahwa Islam sesungguhnya merupakan agama yang menyeluruh, meliputi segala aspek kehidupan.

Ba’da Ashar, kami mendapatkan materi dari Pak Bahtiar Firdaus. Tentang mutiara kepemimpinan dalam Siroh Nabi SAW. Sebab, saat ini banyak yang sudah melupakan bagaimana dulu ketika Rasulullah SAW mampu membangun peradaban yang begitu besar. Gayanya yang meledak-ledak membuat kami begitu bersemangat. Apalagi manakala diselingi dengan “gebrakan meja” yang menjadi ciri khasnya. Rasanya, itu menjadi inspirasi kami kelak untuk memberikan “gebrakan” untuk bangsa ini.

Malam harinya, kami mendapatkan materi dari Ibu Wirianingsih. Inilah salah satu materi yang membuat saya begitu tergugah dan terperangah. Bagaimana tidak! Beliau memiliki 11 anak, dan kesemuanya sebagai penghafal Al-Quran. Beberapa di antaranya sudah menghafal Quran 30 juz bahkan. Di tengah-tengah kesibukan beliau sebagai aktivis islam, anggota DPR RI, beliau mampu menunaikan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai seorang ibunda.

Esok hari, 23 Agustus 2014 kami mendapatkan pelatihan Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan dari Bunda Marwah Daud Ibrahim. Di sinilah kami mendapatkan berbagai metode untuk membuat perencanaan jangka panjang. Bahkan mulai dari planning harian sampai puluhan tahun ke depan hingga usia senja kelak. Berkaca dari pengalaman beliau yang pandai merencanakan hidupnya, sehingga beliau mampu mencapai kesuksesan yang nyata.

Malamnya, diadakan Kenduri Kemerdekaan. Regional Surabaya menampilkan kesenian jogja, yaitu Upacara Sekaten. Pada malam itulah, aku bertemu dengan salah satu idolaku. Ya! Dia adalah Bunda Helvy Tiana Rosa. Sosok penulis inspiratif yang begitu produktif telah menghasilkan 50 buku lebih dan kebanyakan di antaranya adalah Best Seller. Beliau pada malam itu membacakan tiga buah puisi. Salah satunya adalah puisi favoritku, Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bachri. Ada pula bunda Neno Warisman, yang pada masa kecil dahulu lagu-lagunya sering kudengarkan, menjadi hiburan di kala penat menerpa.

Hingga tak terasa, tibalah hari terakhir NLC 2014. Pada hari itulah dilakukan Wisuda bagi angkatan sebelum kami, yaitu angkatan VI dan pengukuhan kami, Angkatan VII sebagai Peserta PPSDMS Nurul Fikri. Pagi itu, aku mendapatkan kesempatan mewakili teman-teman asrama Regional IV sebagai penerima Bendera PPSDMS. Hanya 2 jam di malam hari tertidur, tak menyurutkan semangatku pagi itu. Setelah hampir 3 hari kami ditraining penuh, “di habisi secara fisik”, “ditempa secara mental” pada hari itu kami akhirnya menyeleseikan serangkaian pelatihan ini.

Betapa bangga hati kami, Regional IV Surabaya, manakala beberapa kakak angkatan kami disebut dalam nominasi PPSDMS Award. Antara lain, regional IV Surabaya menjadi satu-satunya regional yang menerbitkan buku di angkatan VI yang merupakan kumpulan tulisan dari 35 Heroboyo di Angkatan VI. Tak hanya itu, untuk ketiga kalinya, Peserta Terbaik PPSDMS tingkat Nasional diperoleh oleh Mas Ilham Azmy, Teknik Material 2010 yang sekaligus menjadi supervisor kami. Selain itu, leadership project kakak senior kami, yaitu Kelas Matahari, dinobatkan sebagai leadership project terbaik. Hingga banggalah kami menjadi salah satu penerus dari mereka, Heroboyo, PPSDMS Regional IV Surabaya.

24 Agustus 2014 barangkali menjadi hari yang tak terlupakan. Bagaimana kami di dalamnya sekitar 500 orang dalam dua angkatan dipersatukan atas dasar diwaqafkan untuk Indonesia. Atas dasar lebih mencintai bangsanya daripada diri sendiri. Hari itu kami berada di gerbang pembinaan. Ya! Izinkan aku menyebutnya sebagai miniatur gerbang, sebab gerbang sesungguhnya kan kami hampiri di kala lulus periode pembinaan nanti.

Yang pasti, semoga setahun lagi kami dizinkan untuk berkumpul kembali, dalam NLC tengah masa pembinaan. Harapannya bisa full team, dan kami akan jauuh lebih siap, kompak, dan semoga semakin saling menguatkan satu sama lain, bahwa Indonesia pasti akan dapat kami rubah menjadi lebih bermartabat dan jaya! Ya! Pasti !

 

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *