NLC 2014 Notes (1) : Idealisme Pemuda Islam

tumblr_na98t3YbAh1r8y2qqo1_500

Idealisme menurut Bapak Abdi Sumathi mengandung tiga nilai penting. Yang pertama adalah cita-cita yang merupakan tujuan besar dari adanya idealisme tersebut. Baik individual maupun kolektif.  Adanya berbagai cita-cita tersebut tentu nantinya akan mengerucut ke sebuah tujuan yaitu terhimpun dalam satu ideologi yang telah tertulis di awal.  Yang kedua sebuah idealisme harus memiliki sebuah akar ideologi. Sebab dengan adanya akar dari ideologi tersebut dapat memperjelas dan mempermudah mengerucutnya sebuah idealisme ke dalam suatu tujuan besar yang terangkum dalam cita-cita. Yang ketiga adalah langkah perjuangan. Hal ini merupakan berbagai hal yang konkret untuk mewujudkan sebuah idealisme yang diimpikan agar dapat tercapai.

Ketiga hal di atas dapat terlaksana dengan baik dan konkret ketika para pelaksananya mampu ikhlas dalam bertindak dan berbuat. Apalagi Allah SWT telah berjanji bahwasanya “Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai orientasi kehidupannya, maka hatinya akan kaya”. Sebab itulah melalui idealisme yang telah disusun tentu diharapkan membuat kita mampu menjadikan dunia untuk mencari perbekalan bagi kehidupan kita di akhirat kelak.

Namun, sekalipun idealisme baik, menarik, semua akan terasa sia-sia jika idealisme tersebut tidak dapat dimplementasikan dengan baik, oleh karena itulah yang terpenting idealisme tersebut dapat dilaksanakan dengan nyata melalui tindakan konkret pada kehidupan ini. Tindakan tersebut tentu saja jelas melalui aktivitas pemuda islam yang harus senantiasa bernafaskan nilai-nilai luhur Al-Quran. Semakin tinggi idealisme yang dijunjung, semakin pula cita-cita yang ingin diraih, maka jelas semakin tinggi tantangan ke depan untuk mewujudkan bangsa yang bermartabat.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa kualitas keislaman seorang muslim akan diuji oleh kondisi yang dapat memperdayanya. Oleh karena itulah dalam syair “Tombo Ati” dijelaskan bahwa jika kita ingin mendapatkan ketenteraman hati, maka berkumpullah dengan orang-orang shaleh disekitar kita, sehingga harapannya agar kita dapat terpengaruh berbuat baik pula. Sebaliknya yang terjadi selam ini apabila kita berkumpul dengan orang-orang yang tidak shaleh, atau rusak akhlaknya, maka cenderung kita tidak menjadi orang shaleh, justru malah terseret arus mereka.

Lalu tantangan pempin ke depan tentu saja dia harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat yang rusak akhlaknya, bukan terpengaruh, namun justru ia harus bisa mempengaruhi masyarakat sekitarnya untuk memperbaiki akhlaknya. Ketika ia berhasil tidak terpengaruh, bakan justru mampu mempengaruhinya, maka dari situlah kualitas keimanan seseorang benar-benar teruji. Dan ia berhasil mengamalkan filosofi islam bahwa Islam mengajarkan agar senantiasai “Menegakkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran”.

Hadist Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya, maka Allah SWT akan menjadikan kaya hatinya. Maka karena itulah dalam idealisme PPSDMS telah tersebutkan bahwa jiwa ini telah terwaqafkan untuk bangsa ini. Sebab jika kita telah mewaqafkan jiwa dan ragai ini untuk bangsa Indonesia, secara tidak langsung bukan lagi ambisi akan kekuasaan, kepentingan pribadi, kekayaan yang fana yang menjadi orientasi kita. Namun terbentuknya indonesia yang bermartabat dan mulia serta mengharapkan kemuliaan dari Allah SWT, sehingga itulah yang menunjukkan bahwa kita menjadikan akhirat sebagai orientasi pengabdian kita untuk negara.

Berkaca dari itulah, PPSDMS Nurul Fikri menyusun sebuah Idealisme Kami, yang akan menjadi landasan pergerakan dalam membawa Indonesia lebih baik dan bermartabat. Teks tersebut disarikan dari risalah pergerakan tokoh Ikhwanul Muslimin yang berasal dari Mesir. Berikut ini merupakan teks Idealisme Kami :

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.

Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah – Pencipta Alam semesta

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *