NLC 2014 Notes (3) : Membangun Pemimpin Entrepreneur

tumblr_na98t3YbAh1r8y2qqo1_500

Seorang pemimpin masa depan, menurut Sandiaga S. Uno setidaknya memilik 3 kriteria. Yang pertama adalah integritas. Bagi sebagaian orang, integritas di anggap sebagai hal yang susah. Sebab, antara perkataan dan perbuatan yang dikeluarkan harus sesuai. Jika melihat sejarah, integritas lah yang menghantarkan Rasulullah menjadi pemimpin terbaik sepanjang masa. Beliau pun hidup dalam penuh kesederhanaan, harta dan jiwanya di waqafkan sepenuhnya untuk perjuangan agama islam. Sehingga akhirnya ummatnya pun mengikuti hal yang serupa, sekalipun baju mereka penuh tambalan, berlubang, rumah sederhana, tidur hanya beralas tanah namun agama Islam pada waktu itu mampu berjaya. Begitulah ketika kepemimpinan disertai integritas. Jika dikaitkan dengan fiqih dakwah, Integritas merupakan dakwah bil haal atau dakwah dengan perbuatan. Maka tentunya kepemimpinan berintgritas akan mendapatkan keutamaan dari Allah SWT.

Yang kedua adalah memiliki Passion dan Energi. Passion merupakan suatu hal yang mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, sebab tanpa passion tidak mungkin orang dapat melakukan kepemimpinan dengan baik. Dengan passion yang tinggi dan dapat terus terjaga, seorang pemimpin akan terus melakukan continous improvement pada organisasi atau siapapun yang dipimpinnya. Sehingga diharapkan kepemimpinan yang dilakukan akan membuat organisasi semakin berkembang. Passion yang tinggi juga harus dimbangi dengan energi yang tinggi. Seorang pemimpin juga harus menjaga kelangsungan fisiknya agar memiliki energi yang cukup. Sebab, tidak mungkin seorang pemimpin memimpin rakyatnya dalam kondisi fisik yang drop atau tidak prima, dan dikhawatirkan kebijakan-kebijakan strategis tidak dapat diambil dengan baik dan maksimal.

Yang ketiga adalah memiliki Kecerdasan. Bagaimana mungkin sebuah bangsa akan maju apabila dipimpin oleh seorang pemimpin yang tidak cerdas. Memasuki era globalisasi tentunya sebuah bangsa tidak lagi cukup jika hanya dipimpin oleh pemimpin yang tidak memiliki kemampuan akademisi atau tingkat pendidikan yang baik. Tantangan bangsa ke depan yang semakin berat, membuat kriteria kecerdasan yang harus dimiliki oleh para calon pemimpin masa depan tidak hanya berkutat pada akademik saja. Namun pada semua aspek kecerdasan. Mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, hingga yang paling penting adalah spritual. Pada aspek intelektual tentunya kita semua mendambakan pemimpin yang berpendidikan tinggi. Pun demikian pada aspek emosional ia harus mampu berineraksi dengan lingkungan sosialnya dengan baik. Kita juga mengenal pemimpin legendaris dunia seperti Muhammad Mursyi, seorang presiden Mesir yang hafal Al-Quran, dan semasa pemerintahannya berhasil membuat prestasi-prestasi yang mencengangkan.

Menjadi seorang pemimpin juga harus memiliki etika kerja yang baik. Hal itu dikenal sebagai 4K. Yaitu meliputi Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.

Yang pertama adalah kerja keras. Sebab pencapaian yang tinggi, kejayaan bangsa dapat diraih apabila pemimpin dan tim-nya mampu bekerja keras. Bukankah Allah berfirman bahwa “Tidak akan diubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri.” Maka sudah jelas bahwa agama kita menuntut untuk bekerja keras jika ingin mencapai suatu tujuan yang tinggi terutama dalam sektor kepemimpinan. Yang kedua adalah kerja cerdas. Tentu saja sebagai generasi yang terdidik kita harus mampu mengefektifkan diri dalam pekerjaan kita. Adanya kecerdasan dalam bekerja tentunya akan membuat pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan dapat selesai dengan tepat waktu serta hasil yang memuaskan. Yang ketiga adalah kerja tuntas. Inilah penyakit para generasi muda saat ini. Bahwa kebanyakan mengerjakan pekerjaannya dengan setengah-setengah, tidak sampai tuntas. Sehingga hasilnya adalah tidak maksimal. Dikhawatirkan jika itu menjadi kebiasaan sejak muda, akhirnya terbawa nantinya saat memimpin bangsa atau sebuah tim. Hal itu dapat tercermin bahwa banyak sekali aneka proyek pemerintah yang sampai saat ini mangkrak. Yang keempat adalah kerja ikhlas. Ketika etos kerja tadi tentu tidak akan ada gunanya jika kita melakukannya dengan pamrih. Maka dari itulah, kerja yang dilakukan haruslah ikhlas karena Allah SWT. Sebab jika kita ikhlas dalam bekerja, maka tentunya selain mendapatkan reward di dunia, akan ada kebaikan dari Allah SWT.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *