NLC 2014 Notes (5) : Mutiara Kepempimpinan dalam Sirah Nabawiyah

tumblr_na98t3YbAh1r8y2qqo1_500

 

Kepemimpinan pada zaman dahulu dan sekarang tentunya membutuhkan sentuhan yang berbeda. Hal itu disebabkan zaman yang berlangsung pun juga jauh berbeda. Pada saat ini prinsip “Time is Money” begitu dijunjung tinggi sehingga kemenangan-kemenangan dapat diraih oleh mereka yang mampu bergerak cepat.

Era globalisasi sendiri hingga saat ini terbagi dalam 3 tahap. Tahapan pertama terjadi pada tahun 1492 – 1800, di mana pada waktu itu negara-negara di dunia mulai mengglobal. Tahapan yang kedua adalah pada tahun 1800 – 2000 di mana sektor perusahaan atau lebih dikenal dengan sektor ketiga mulai mengglobal, menguasai berbagai ranah strategis negara, sehingga perekonomian negara pun mulai bergantung pada banyak perusahaan yang berdiri di wilayahnya. Tahapan yang ketiga adalah tahun 2000 hingga sekarang. Yaitu mulai mengglobalnya individu. Yang di maksud di sini adalah banyak individu-individu yang berpengaruh di dunia ini yang muncul dan memberikan pengaruh yang cukup besar pada lingkungan sekitarnya, bahkan juga kepada dunianya. 

Ketika kita berkaca pada sejarah mengenai bagaimana membangun negara saat dari nol, maka belajarlah kepada Rasulullah SAW saat membangun Madinah. Beliau melakukan beberapa langkah strategis yang mampu membuat Madinah menjadi kota yang benar-benar hidup baik secara ekonomi, politik, sosial, maupun aktivitas keislaman. Langkah-langkah strategis yang beliau lakukan adalah.

  1. Membangun Masjid. Ini melambangkan kesatuan visi dan orientasi hidup. Sebab langkah ini merupakan langkah yang pertama kali dilakukan Nabi Muhammad pasca datang ke Madinah.
  2. Mempersaudarakan antara kaum muhajirin dan kaum anshor. Hal ini melambangkan semangat persatuan dan solidaritas. Sebagai dasar membangun negara yang kuat, tentunya dibutuhkan ikatan persaudaraan yang tinggi.
  3. Membangun pasar muslim yang dipisah dengan pasar yahudi. Hal ini melambangkan kemandirian bidang ekonomi. Sebagai pedagang yang sukses Rasulullah telah memiliki pola pikir bahwa kemajuan suatu peradaban dapat dilihat dari seberapa besar dia mau berdikari dan mandiri terutama dalam sektor ekonomi. Sehingga diharapkan dengan adanya kemandirian tersebut, membuat ummat islam tidak terus bergantung pada bangsa lain.
  4. Membuat Perjanjian Madinah. Hal ini melambangkan Kedaulatan Politik Ummat. Melalui perjanjian tersebut, Rasulullah ingin mengikat sekaligus membaiat sumpah setia masyarakat madinah dan kaum muhajirin agar senantiasa mampu membawa kejayaan agama islam, dan menegakkan syariatnya.

Era kepemimpinan di dunia saat ini ada dua hal yang saling berkolaborasi. Yang pertama adalah profesi yang kedua adalah pergerakan. Kedua hal ini saat ini haruslah berjalan selaras dan seimbang. Sebab pergerakan yang paling nyata saat ini haruslah berbasis keprofesian. Saat ini sudah bukan eranya turun ke jalan, demo besar-besaran, namun dengan basis keprofesian, pergerakan pemuda akan jauh lebih dirasakan, sebab karya-karya aplikasi teknologi dan keprofesian akan dapat dirasakan manfaatnya bagi umat manusia. Sehingga yang dihasilkan diharapkan tentu sebuah peradaban yang banyak menghasilkan karya-karya besar yang bermanfaat.

Namun hal yang paling pendasar dalam kepemimpinan adalah masalah Karakter. Sebab, dengan karakter yang kuat yang dimiliki oleh seorang pemimpin, maka kepemimpinan yang dihasilkan akan menyeluruh dan mampu memberikan pengaruh besar.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *