NLC 2014 Notes (6) : Wanita sebagai Tiang Negara

tumblr_na98t3YbAh1r8y2qqo1_500

Hal yang paling mendasar dalam materi ini adalah sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang bunyinya adalah, “Wanita itu adalah Tiang Negara”. Peran kepemimpinan wanita dalam sejarah memang tidak bisa diremehkan. Di Indonesia kita mengenal sosok seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Kartini, Dewi Sartika, dan para pahlawan nasional lainnya. Mereka adalah sosok wanita yang mampu memimpin kaumnya pada waktu itu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ketika telah dewasa, peran wanita sendiri sesungguhnya ada dua. Yang pertama adalah sebagai istri, yang kedua adalah sebagai seorang ibu. Namun, di era globalisasi seperti saat sekarang ini, seringkali peran wanita sebagai seorang ibu mulai luntur dan dilupakan. Bahkan pekerjaan ibu rumah tangga seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang hina, karena hanya berdiam di rumah saja, dan mengganggu karir. Padahal jika kembali ke fitrah seorang wanita, ia adalah madrasah peradaban pertama bagi anak-anaknya di masa kecil. Baik tidaknya seorang anak, salah satu faktor yang cukup besar yang menentukan adalah bagaimana seorang ibu nantinya mampu mendidik anak-anaknya dengan baik.

Lalu apakah jika hal seperti ini akan menghalangi wanita untuk berkarir ? Tentu saja tidak. Hal itu dicontohkan sendiri oleh pemateri pada sesi ini, Ibu Wirianingsih. Karir beliau saat ini adalah sebagai salah satu anggota DPR RI, dan tentu saja benar-benar sibuk beliau akan karir tersebut. Namun siapa sangka beliau memiliki 11 anak, dan kesemuanya merupakan generasi penghafal Quran. Beberapa di antaranya sudah hafal 30 Juz. Beliau dapat menjadi salah satu role model bagaimana seorang wanita yang mampu mengimbangi antara karirnya dan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu.

Bahkan sebuah hal yang menyentak bahwa beliau berkata, jika untuk anak-anak orang lain saja para wanita harus berkuliah sampai S-3 untuk dapat mendidik putera dan puteri orang lain, lalu untuk anak kandungnya sendiri tidakkah ia harus menjadi seorang pendidik yang baik dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya? Tentu saja hal itu merupakan sebuah prestis tersendiri sekalipun hanya sehari-harinya sebagai seorang ibu rumah tangga, namun pendidikan tinggi tetaplah menjadi sebuah keharusan jika ingin menghasilkan generasi yang intelektual dan rabbani.

Peran perempuan di dalam sebuah negara juga tidak bisa diremehkan. Pepatah mengatakan dibalik sukses besar seorang laki-laki terdapat wanita yang selalu mendoakan dan mendampingi. Saat kita kecil, ingatlah bagaimana ibu kita senantiasa mencurahkan waktu untuk mendidik kita. Sekalipun barangkali beliau banyak ketidaksempurnaan, namun ingatlah bahwa perjuangannya adalah selalu dilakukan dengan usaha yang terbaik untuk menjadikan kita sebagai anaknya menjadi pribadi yang sempurna.

Saat kita dewasa, ingatlah ketika kita sudah memiliki seorang istri. Perannya begitu besar. Bagaimana ia mampu melakukan manajemen terhadap rumah tangga, mulai mengatur keuangan, memasak, mencuci, dan hal itu semua ia lakukan sendiri tanpa bantuan satu orang pun, dan yang hebatnya dilakukan secara istiqomah. Apalagi ketika ia berkarir tentu saja pikirannya semakin lelah, manakala harus menyeimbangkan antara prestasi dalam karirnya juga kewajibannya di rumah tangga.

Dari penjabaran di atas dapat diambil kesimpulan bahwa peran seorang wanita begitu besar dalam negara ini. Ia adalah pemimpin yang barangkali banyak bergerak di belakang layar kesuksesan seorang lelaki. Maka sudah menjadi kewajiban bagi seorang lelaki agar kelak mencari wanita yang terbaik bagi dirinya, disamping ia juga harus menjadi orang yang baik. Sebuah kata bijak berkata bahwa “Sebaik-baik seoran glelaki adalah yang mampu mencarikan calon ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak”.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *