NLC 2014 (7) : Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan

tumblr_na98t3YbAh1r8y2qqo1_500

 

Peran manusia di dunia ini setikdanya ada 3 hal. Yang pertama adalah sebagai Khalifah di dunia ini. Sesuai firman Allah SWT bahwa sesungguhnya manusia diciptakan di dunia ini sebagai seorang khalifah. Ia yang nanti akan mengatur kehidupan di dunia ini, menjaga dunia ini, sekalipun terdapat beberapa manusia yang merusak alam ini, namun hal itu merupakan sunnatullah, di mana ada selain ada kebaikan juga pasti akan selalu ada kejahatan yang akan menyeimbangkannya. Peran tersebut merupakan Enriching Life, yaitu bagaimana dalam kehidupan nanti ia mampu mengelola hidup di dunia.

Peran yang kedua adalah sebagai Hamba Allah, yang disebut Gloryfying God. Bagaimana kita mampu menempatkan diri setinggi apapun posisi kita di dunia ini, namun posisi kita di hadapan Allah adalah sama, sebagai hambaNya semata. Sesuai firman Allah bahwa manusia, jin, dan makhluk lainnya diciptakan oleh Allah untuk beribadah menyembahNya. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa untuk peran yang pertama tadi manusia bertindak sebagai khalifah adalah untuk menjaga hubungannya dengan manusia (Hablumminannaas) dan sebagai hamba Allah (Hablumminallah)

Peran yang ketiga adalah sebagai makhluk. Di mana manusia wajib beraktivitas produktif di dunia sebagai khalifah dan hambaNya. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al Jum’ah bahwa usai kita beribadah kepada Allah, kita diperintahkan untuk menyebar di permukaan bumi ini untuk mencari penghasilan, dan bekerja karenaNya.

Untuk mencapai kesuksesan kita harus mampu mengaktualisasikan potensi terbaik yang diberikan Allah kepada kita semua sehingga dapat menghasilkan ssesuatu yang manfaatnya lebih besar. Dimensi kesuksesan terdapat 4 macam. Yang pertama adalah IQ yaitu Intelektual Questient. Di mana kecerdasan intelektual mengharuskan kita cerdas secara keilmuan dan keprofesian kita masing-masing. Yang kedua adalah Emotional Questient, di mana mengharuskan kita cerdas secara emosi, bagaimana kita mampu mengatur diri kita untuk cerdas secara sosial dan dapat berinteraksi dengan baik pada masyarakat sekitar kita semua. Yang ketiga adalah SQ yaitu Spiritual Questient. Ini yang merupakan penghubung dari dua kecerdasan sebelumnya. Di mana kita harus menjaga hubungan kita dengan Allah SWT. Sebab kecerdasan ini tentu berpengaruh besar terhadap kelangsungan kehidupan kita, dan banyak faktor-faktor spiritual yang berpengaruh pada kesuksesan seseorang. Yang keempat adalah AQ (Adversity Questient) yang baru-baru ini ditemukan. AQ merupakan sebuah kecerdasan yang digunakan untuk mengatasi kesulitan. Tolak ukur kecerdasan ini dapat dilihat dari kegigihan manusia dalam menghadapi setiap tantangan sehari-harinya.

Kesuksesan juga dapat dilihat dari seberapa matang manusia mampu merancanakan hidupnya dengan baik. Pepatah mengatakan “gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan”. Oleh karena itulah pentingnya kita membuat semacam lifeplan kehidupan. Tujuannya agar kita tidak gagal dalam melakukan perencanaan.

Perencanaan di sini yang seharusnya direncanakan adalah perencanaan mulai dari harian, mingguan, bulanan, tahunan, lima tahunan, hingga perencanaan sampai berpuluh-puluh tahun selanjutnya. Adanya perencanaan untuk sukses, dan yang terpenting disertai usaha kuat untuk mencapainya menunjukkan kita akan mampu merencanakan kesuksesan. Tentunya ini sebagai parameter kita jika kita telah mampu merencanakan kehidupan kita sendiri, diharapkan kita mampu merencancakan yang terbaik untuk bangsa ini ketika kelak kita menjadi pemimpin negeri ini.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *