Catatan Malming (7) : Bias Cinta Aksara

rainbow_sunset_by_faithDoggy

Adakah yang lebih indah saat ini selain membiaskan cinta kita dalam deretan aksara?

Antara aku, kamu, dan kita barangkali tak pernah saling mengenal sebelumnya. Sebab ruangan dunia ini memisahkan kita, ialah ruang waktu, ruang tempat, dan ruang semu lainnya. Namun bukankah Tuhan memiliki cara terbaik untuk menta’arufkan hamba-hambaNya? Terkadang cara itu tak pernah kita duga sebelumnya. Bahkan tertulis dalam sketsa yang terangankan. Namun begitulah ketika Tuhan berfirman melalui kehendaknya, “Kun Fayakun”. Maka jadilah sesuatu yang tak terbayangan sebelumnya. Antara aku, kamu, dan kita terpertemukan oleh kehendakNya, melalui satu kata : Aksara.

Ia adalah ruang yang begitu luas di mana kau mampu tuangkan segala hal. Benarlah kata pujangga, bahwa ia menjadi pelampiasan dari dosa terhina sekalipun sampai pahala terbesar sekalipun. Kata psikolog, ia mampu mencercah pola pikir, imaji, hingga melayang tanpa batas. Kata mafia bahkan ia mampu hasilkan perjanjian dengan berjuta keuntungan. Ilmuwan berkata ia mampu hasilkan aset-aset berharga kehidupan. Bahkan nabi pun berkata ia kan hasilkan sebuah peradaban. Hingga firman Tuhan pun bahkan tak luput dari perhatiannya. Lagi-lagi ia bernama aksara.

Sebab itulah ia begitu berharga. Peradaban-peradaban besar masa lampau takkan pernah lepas darinya. Bahkan kini ia menjadi temuan yang terus digali dan dicari. Begitulah aksara ketika ia berbicara. Ia mampu hadirkan sebuah pembeda. Ia mampu menunjukkan karakter sebuah bangsa di masa jayanya sampai masa hancurnya. Sekalipun ia terkubur beribu-ribu tahun, namun sebagaian diantarranya tetap terjaga, hingga manusia saat ini mampu mengambil makna darinya.

Maka berterima kasihlah kepada aksara. Sebab ia mampu hadirkan perbedaan yang luar biasa terhadap dunia. Ia adalah saksi bisu perjuangan makhluk yang bernama manusia manakala ia baru pertama ada, hingga saat ini eksistensinya makin meraja. Sekalipun manusia terkadang mengabaikannya, ia tetap hadir dalam diamnya yang penuh makna. Atau bahkan ada yang menginjak-injak dan menghancurkannya, ia menghilang sebagai pahlawan yang tak ternilai jasanya. Hingga sebagian di antaranya hangus terbakar menjadi abu, namun abu itu harum asapnya selaksa bunga yang mulia.

Untukmu, wahai aksara izinkanlah aku mencintaimu karenaNya. Sebab bagiku kau lah yang mampu mendampingiku kala sendu maupun bahagia. Adakah yang lebih indah di kala kesendirian ini selain menyelipkan kecintaanku padaNya dalam barisanmu. Adakah yang lebih berharga manakala kuselipkan ayat-ayat kauniyahnya dalam metafora permainan kata-katamu. Atau adakah yang lebih bijak manakala kusisipkan petuah-petuah Nabi dalam tiap spasi yang kau ukir?

Antara aku, kamu, kita barangkali tiada lagi hijab yang membatasi. Sebab kamu berani menelanjangiku lewat rangkaian kalimatmu. Begitu pula aku yang terizinkan olehnya untuk menyentuhmu, sesekali mengobrak-abrikmu, lalu menyusunnya menjadi sketsa sastra yang barangkali tak terlalu indah, namun sarat akan makna. Sebab itulah cinta yang berpahala, sebab kau tak lelah mengingatkanku melalui bait-bait cintamu. Begitu pula aku, tak henti-hentinya tuk merangkaimu menjadi pesan berantai risalah illahi rabbi.

Bias cinta aksara semoga kita tetap bersama sekalipun maut memisahkan kita. Adapun para pujangga berkata, bahwa aksara kan hidup selamanya, sebab itulah aku menggoreskannya. Sebab nanti manakala tibalah aku dalam peristirahatan terakhir, semoga tiada lagi bias di antara kita, sebab alam barzah pasti kan membongkarnya satu demi satu. Namun saati ini, manakala kita masih berada di dunia yang fana. Biarlah cinta ini tetap dalam bias belaka. Sebab tak semua manusia kan memahmi cinta ini, cinta yang bagiku, bagimu, adalah cinta yang hakiki. Cinta penuh kebiasan, cinta penuh retorika. Sebab tak selamanya cinta butuh kejelasan. Kiranya, jika lebih indah dalam kebiasan, tidakkah kau mempertahankannya?

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

1 Response

  1. pusvita says:

    ah aksara, bagiku ia yang terbaik adanya 🙂
    suka tulisannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *