Seharusnya

image

Sebab kamu hanya mengenal kata “tepat waktu”. Sementara Tuhan mengetahui kata “di waktu yang tepat”.

Mimpi mimpi boleh saja diimpikan setinggi angkasa. Bahkan semustahil apapun mimpimu tak ada larangan tuk membangun imaji. Melebihi ruang batas tempat serta waktu. Kamu pun bebas mau mengingatnya dalam angan, menulisnya, menggambarkannya, atau bahkan memvisualisasikannya ke dalam gerak. Ia juga bebas hadir kapanpun. Bisa saja ia hadir hari ini besok telah berganti. Atau bahkan ia telah hadir sepanjang kamu hidup namun dalam sekejap kau hilangkan.

Namun kadang kamu lupa. Bahwa impianmu hanyalah tentang kamu dan sekitarmu. Padahal itu tentang kamu, sekitarmu, dan Tuhanmu. Bukankah Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu ? Bukankah Dia yang memegang ketetapan itu ?

Kamu berhak menuliskan.Tentang impianmu. Tentang waktu kamu mencapainya. Namun tetaplah saja Tuhan yang memutuskan. Sebab kamu hanya mengenal kata “tepat waktu”. Sementara Tuhan mengetahui kata “di waktu yang tepat”.

Yah seharusnya kamu menyadari hal ini dari dulu. Sehingga kamu tidak lalai dalam mengingat Tuhanmu. Ya… seharusnya. Barangkali keterbalikan dari ujian yang diberikan Tuhanmu ada sebuah kesuksesan besar yang menanti. Dan kamu tak pernah tahu. Sebab itu adalah misteri illahi rabbi.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *