#LostAtMalaysia #Day3 : Going to Volunteerism Activity

Interaksi dengan Bocah Malaysia
image

Pada hari ketiga konferensi ini kami langsung melakukan aktivitas volunteer yang sesungguhnya. Seluruh peserta konferensi di bagi ke berbagai kelompok. Ada yang membantu warga memasak, membersihkan kampung, mengajar di sekolah, dan lainnya. Saya sendiri masuk ke dalam kelompok yang pergi ke Sekolah Dasar Kedah. Sebuah sekolah umum katanya, menurut Rabbani, temanku dari Malaysia.

image

Di sekolah tersebut saya begitu terkejut. Kesan pertama : besar, dan di daerah perbukitan. Sekolah ini memiliki TK dan SD yang jadi menjadi satu. Terdapat ratusan murid di sana. Baru saja kami masuk, anak-anak yang masih polos tersebut terlihat mengintip dari jendela dan melambai-lambaikan tangan. Seolah-olah kami artis mungkin, hehehe.

Selanjutnya kami mendapat tugas untuk membersihkan lingkungan sekolah, walaupun pada akhirnya kami bingung karena sekolah ini sudah begitu bersih. Akhirnya kami memutuskan membersihkan dedaunan kering yang banyak menumpuk di pekarangan.

Usai bersih-bersih sekolah, ternyata bertepatan dengan waktu istirahat sekolah. Anak-anak Malaysia pun keluar, dan kami pun berinteraksi dengan mereka. Lucunya mereka memiliki 3 seragam. Seragam kuning untuk mereka yang duduk sebagai Dewan Pengawas Sekolah. Mereka adalah semacam komite kedisiplinan. Seragam biru adalah Dewan Pengawas tiap kelas, sedangkan seragam putih biasa adalah siswa biasa. Satu hal yang membuat saya salut, masalah kedisiplinan bahkan para siswa sekelas SD pun sudah mampu menjadi tangan kanan guru-gurunya untuk membimbing adik-adiknya.
image

Budaya lain di sekolah ini, sekalipun ini sekolah umum, namun saya melihat pergaulan mereka benar-benar dijaga. Antara laki dan perempuan selalu terpisah. Nyaris tak satupun saya melihat laki dan perempuan bergerombol dallam satu meja. Dengan usia mereka yang belum balligh,  bahkan saat kami bermain bersama pun, laki dan perempuan anak-anak tersebut terlihat sungkan jika diminta bergandengan tangan antar lawan jenis. Saya pun menjadi malu, karena dulu ketika sekolah dasar tak pernah menerapkan aturan seperti itu. Bukan strict, bahkan justru itulah yang benar. Sekalipun belum balligh dan masih tidak apa-apa, namun saya sepakat bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan haruslah dilakukan sejak dini kepada anak-anak.

Kami pun bermain bersama, dan sempat yang justru membuat saya kaget mereka mengajak menyanyikan lagu “Rasa Sayange”.  Saya pun menyanggupi karena tak mungkin bertengkar dengan anak-anak kecil. Namun sekaligus merasa miris, karena sepertinya memang lagu ini telah benar-benar menancap bahkan di anak-anak Malaysia bahwa lagu tersebut adalah lagu Malaysia.
wpid-p_20150128_100733_bf

Kami pun bermanin, berlari, bernyanyi dan akhirnya sekitar siang hari acara selesai. Seperti kebanyakan anak-anak umumnya mereka masih terlihat malu-malu untuk berinteraksi. Namun di akhir, tentu saja kami dan mereka berharap bertemu kembali entah kapan.

Usai acara itu, kami melanjutkan dengan makan siang dan acara dilanjutkan dengan Tour Universiti Utara Malaysia. Universitas seluas 450 hektar lebih ini sudah cukup untuk membuat saya berdecak kagum. Kami mengunjungi anjungan tamu dan gedung rektorat. Usai berfoto-foto puas, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat. Mempersiapkan diri untuk penutupan acara.
image

image

Closing, The Most Unforgottable Moment
image

Tak terasa, 3 hari telah terlampaui. Kebersamaan pastilah ada perpisahan. Malam itu kami berkumpul di gala dinner sekaligus penutupan acara. Berbagai negara menampilkan kesenian dan keunikan masing-masing. Ada dari Brunei Darussalam, Filiphina, Thailand, Malaysia, dan tentu Indonesia.

Hari terakhir, hari ini aku banyak mengambil foto dengan kawan-kawan dari berbagai negara. Banyak kisah, banyak cerita, dan aku mendengar tahun depan AUYS akan di adakan dan dengan Universitas Teknologi Sumbawa sebagai tuan rumahnya. Tentu saja semoga aku dapat kembali. Bukan lagi sebagai peserta, tapi sebagai Buddy atau volunteer dalam acara tersebut. Yah,itulah wishlist malam itu dan semoga Allah mengabulkan doaku.
image

image

image

image

Mc Donalds KLIA2,

Di sela-sela menunggu penerbangan ke Hong Kong

12.17

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *