Menyesal Mengenalmu

Picture 073

Dulu kau selalu berkata, jika banyak kawan banyak cerita, banyak canda dan banyak tawa. Hingga aku percaya saja akan perkataanmu. Membuatku mengenali satu demi satu kawanku. Begitu luas dunia hingga terkadang aku sampai lupa beberapa kawanku yang pernah kukenali sebelumnya. Namun dunia begitu sempit manakala aku mengenali seseorang yang ternyata seorang kerabat dari kawanku.

Berjalannya waktu membuatku semakin mengenal banyak orang. Benar katamu, akan banyak cerita, canda dan tawa yang menghiasi perkenalanku. Meski sebenarnya aku tak pernah tahu untuk apa kelak aku mengenal banyak orang, tapi aku begitu mempercayaimu. Sebab kamu tidak berdusta kepadaku. Cukup canda, tawa, dan cerita menjadi bukti nyata kebenaran perkataanmu. 

Sebut saja saat ini kenalanku telah beribu-ribu. Hingga aku merasa bahagia. Namun hei, tunggu! Kian har cerita, canda, dan tawa kian membosankanku. Barangkali ini sebuah kehampaan sementara. Atau mungkin aku perlu beristirahat sejenak. Nyatanya kehampaan itu tak kunjung pergi. Aku berazzam ingin melanjutkan perjalanan ini, sementara hati tak kunjung berdamai. Apakah cukup sampai di sini diriku tuk kembali mengenali?

Hingga aku sadar dan aku menyesal. Bukan menyesali perkenalanku dengan ribuan orang. Bukan pula menyesali canda, tawa, dan cerita yang telah terlampau.

Mengenalmu adalah sebuah penyesalan terbesarku. Kupikir kau akan berlalu seperti ribuan orang yang kukenali. Namun tidak dengan dirimu. Kamu hadir sebagai penyesalan yang takkan mungkin kuhapuskan dalam hidupku. Sebab aku tidak pernah sanggup menghapusmu sekalipun telah ribuan orang kukenali.

Mengenalmu adalah sebuah penyesalan terbesarku, tapi jika tidak mengenalmu barangkali tak pernah ku temukan orang yang mampu bertahan di antara ribuan orang dalam anganku. 

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *