Resensi Buku : @Allah, Masihkah Engkau di Dalam ?

covRN-187

Judul Buku : @Allah, MasihkahEngkauDiDalam?

Penulis      : Rio Al-Fajri
Penerbit      : Mizan
Halaman     : 100 halaman
Tahun        : 2015

Semuanya berawal dari sini nih :

Screenshot_2015-04-15-04-30-46Screenshot_2015-04-15-04-31-11

Hehe, yup. Ceritanya salah seorang kawan saya di Rumah Kepemimpinan PPSDMS Nurul Fikri Regional Bandung sudah mengeluarkan karya pertamanya. *buseet kalah gue*. Nah, diminta me-review bukunya nih. Lumayan nih dapat ilmu gratisan *lho* hehe. Sekaligus bisa belajar nih bagaimana karakter tulisan yang bisa tembus penerbit nasional. Gak main-main lho, Mizan, salah satu penerbit di mana banyak buku-buku populer diterbitkan. Singkat cerita, inilah sedikit resensi dan review dari saya 🙂 . Selamat menikmati teman-teman 😀

Sejak kemarin aku ingin menyampaikan sesuatu kepada-Mu, tetapi pagi tadi aku bangun kesiangan. Ceritaku sulit dijelaskan dengan kata-kata. Apalagi kalau mesti dipadatkan dalam 140 karakter. Namun bagaimana aku tahu kalau tidak mencoba? Belakangan ini, aku merasa seperti berjalan dengan begitu banyak bawaan. Semua berjejalan di dalam ranselku. Ada angan-angan, tugas belajar, sampai cita-cita orangtua. Tanganku pun menjinjing harapan dari sesamaku. Semakin jauh, aku merasa jalanku semakin sulit juga. Di depan, ada jembatan selebar tali tambang yang mesti dilalui. Namun disaay bersamaan, aku begitu takut melangkahkan kaki. Aku takut jatuh dan tertimpa barang-barang bawaanku sendiri. Sebetulnya tujuanku sederhana dan mungkin sama saja dengan orang lain. Aku ingin berbahagia dan berguna bagi sesamaku. Namun entah bagaimana tujuan itu terasa jauh sekali. Allah, masihkah engkau di dalam hatiku? Maaf ya, baru ketika merasa takut, aku buru-buru memejamkan mata dan menyebut nama-Mu.

Begitulah sekilas cuplikan buku @Allah, Masihkah Kau di Dalam. Ditulis dengan bahasa yang gaul, ringan, dan sedikit kocak, saya rasa buku yang ditulis Bang Rio ini memang segmentasinya ditujukan untuk kalangan remaja. Membacanya, terasa ringan namun berisi dan berbobot. Hanya butuh waktu sekitar 2 jam saja bagi saya untuk melahap dan menghabiskan buku ini. Kesan saya pertama : “Ringan, dan Berisi”.

Agaknya buku ini mampu menjawab problematika pemuda saat ini kebanyakan. Ya, benar, buku ini mengingatkan bahwasanya seringkali dalam aktivitas sehari-hari kita melupakan sosok yang menciptakan kita, Allah SWT. Padahal dalam setiap hembusan nafas kita, tentu Allah tak pernah melupakan hamba-hambaNya. Allah pun tak berlepas dari rahmat hambaNya. Bayangkan jika 1 menit saja nafas ini diambil oleh Allah, bagaimana rasanya? Mungkin kita sudah tinggal batu nisan dan gundukan tanah saja ya… *Naudzubillah…*

Penyajian buku ini saya rasa juga cukup interaktif. Disajikan dengan aneka grafis, dan dengan hashtag-hashtag tertentu seperti #Tips, #SekilasInfo, #SedikitInfo, #SedikitSerius, dan hashtag lainnya yang semakin menambah “kental” aroma remaja di buku ini.

Dimulai dari dasar pertama bahwa “Saat Jatuh, Ingatlah Allah”, di sini penulis menjabarkan agar kita senantiasa mengingat Allah. Disajikan dengan kisah-kisah sederhana yang pada intinya seringkali terjadi dalam kehidupan kita. Kemudian dari situ penulis menarik benang merah, dan menulisnya dengan ayat-ayat Quran, serta beberapa mutiara hikmah dari tokoh-tokoh terkenal seperti Bunda Marwah Daud Ibrahim, Andrea Hirata, serta dengan tokoh lainnya.

Lalu penulis mengajak kita untuk bermimpi, bahwasanya impian adalah kunci dari keberhasilan. “Bermimpilah maka Tuhan akan Memeluk Mimpi-Mimpimu”, begitu kata pembuka khas Andrea Hirata mengawali bagian ini. Lalu penulis mengarahkan mindset kita, bahwa Allah takkan pernah salah. Ya, sebab tak bisa dipungkiri seringkali dalam perjalanan kita dalam meraih mimpi-mimpi ini, adakalanya kita merasa tak puas, bahkan naudzubillah, kita seringkali menyalahkan Allah jika kita gagal mencapai impian kita.

Di bagian selanjutnya penulis menjabarkan agar kita mampu menciptakan gol yang tepat, dan tidak menyia-nyiakan peluang. Ya, dua kunci tersebut cukuplah sebagai jawaban agar kita mampu meraih kesuksesan. Lalu puncak dari segalanya adalah ketika kita mampu membuktikan cinta kita kepada Allah. Cinta sama manusia saja butuh bukti, bagaimana cinta kepada Tuhan? Hehe…

Overall saya nilai 7.5 dari 10 lah untuk buku seperti ini di kelasnya. Disajikan dengan bahasa ringan, disertai dengan kisah-kisah kondisi kekinian, serta dibumbui dengan Quran dan Hadits. Buku ini recomended untuk kamu para remaja yang sering galau, yang masih merasa Allah ada ketika kamu butuh. Bukan kamu ada kapan pun untuk Allah baik saat kamu dalam masa senang maupun susah. Semoga bermanfaat, dan buat yang belum membaca, saya rekomendasikan untuk membelinya 🙂

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *