Ramadhan H-27: Lapis-Lapis Keberkahan Ramadhan

H-27 Ramadhan - Masjid Biru Hagia Sophia - Turki

Masjid Biru Hagia Sophia – Turki

Tulisan ini adalah tulisan ke 4/30 yang hadir untuk menyambut datangnya Ramadhan. Semoga selain menjadi countdown juga sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua.

Bulan Ramadhan itu, 10 hari pertamanya adalah penuh rahmat. 10 hari keduanya adalah penuh ampunan, dan 10 hari terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. (Al-Hadits)

Begitulah Rasulullah bersabda. Maka seharusnya sabda beliau ini menjadi pelecut kuat bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas amal dan ibadah kita. Sabda tersebut menunjukkan seolah semakin hari semakin tinggi keutamaan atau fadhilah dari Bulan Ramadhan setiap tahunnya.

Demikianlah Allah SWT menakdirkan lapis-lapis keberkahan ramadhan. Kita tidak akan merasakan nikmatnya Ramadhan. Bagaimana nikmat di tengah siang hari yang panas, kita harus menahan dahaga di kala biasanya kita duduk-duduk menikmati es yang dingin. Atau malam hari selepas isya’ kita terbiasa melakukan aktivitas duniawi lainnya, atau bahkan langsung tidur, namun kita masih melaksanakan 20 rakaat tarawih. Tak sampai di situ, kita pun pada akhirnya bertadarrus hingga tengah malam barangkali. Pukul tiga dini hari kita pun harus terbangun untuk melaksanakan sahur agar menjadi kuat manakala berpuasa seharian. Selepas subuh apakah kita tertidur begitu saja? Tentunya amat sayang ketika kita melewatkan keberkahan pagi.

Begitulah hakikat perjuangan meraih kemenangan di Bulan Ramadhan. Bukan pada hasilnya, namun pada prosesnya. Es Teh manis yang diminum kala buka puasa akan terasa jauh berpuluh kali lebih nikmat ketika kita menjalani puasa seharian. Apalagi jika seharian penuh kita tidak hanya menjalani puasa. Namun menghayatinya dengan sepenuh cinta. Mengisinya dengan tadarrus, menghiasi dengan aktivitas dakwah, merajut ukhuwah dengan sahabat-sahabat lama yang sebelumnya sulit untuk bertemu.

Barangkali yang kita rasakan saat ini berbeda dengan apa yang dirasakan oleh umat islam dahulu, di mana Ramadhan pada awalnya di tetapkan. Ramadhan berasal dari kata Ramad yang berarti membakar atau terik.. Dikisahkan bahwasanya ramadhan pertama kali ditetapkan saat Arab mengalami puncak musim panas. Lalu ketika kita masih mengeluhkan akan dahaga di siang hari manakala puasa, maka ingatlah bagaimana dahulu bangsa arab di tengah gurun pasir berdahaga ria dalam menyambut cinta Allah di Bulan Ramadhan.

Lapis-lapis keberkahan Ramadhan bahkan tidak berakhir di 30 harinya. Lapis-lapis itu akan semakin tebal dan semakin nikmat disantap manakala kau tambahkan shaum 6 hari di bulan Syawal. Sehingga dengan shaum tersebut, Allah janjikan pahala layaknya shaum sepanjang tahun.

Di dalam puasamu sungguh terdapat lapis-lapis keberkahan doa yang mengiringi. Sebab hakikat puasa sesungguhnya latihan agar doa menjadi di ijabah. Salah satu faktor yang menghalangi doa adalah adanya makanan atau minuman haram yang mengalir dalam aliran darah kita. Maka puasa adalah sarana terbaik untuk menjaga, membentengi diri dari asupan yang kita makan ke tubuh kita. Pun demikian dengan makanan yang di makan, sebab berfirman Allah SWT dalam QuranNya,

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah di rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” – QS Al-Maidah ayat 88

Maka demikianlah indahnya islam. Bahkan urusan makan pun Allah SWT pun mengaturnya dalam Al-Quran. Pun demikian saat bulan puasa nanti ada keberkahan lebih ketika kita mau berbagi makanan dengan sesama. Allah SWT janjikan pahala sebanyak orang yang kita beri makanan saat buka puasa. Dan di setiap suap orang-orang yang kita beri makan, terlebih jika mereka adalah kaum fakir dan miskin, tentunya senantiasa terlantun beribu doa kebaikan kepada yang memberinya. Ah, bukankah dalam kebaikan selalu menyimpan lapis-lapis kebaikan yang lainnya?

22 Mei 2015

4 Sha’ban 1436 H

H-27 Ramadhan

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *