Ramadhan H-25: Terjagalah Sedikit Lagi, Kau Raih Keutamaan Haji

H-25 Ramadhan - Masjid Omayad - Syiria

Tulisan ini adalah tulisan ke 6/30 yang hadir untuk menyambut datangnya Ramadhan. Semoga selain menjadi countdown juga sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua.

Seringkali momentum di pagi hari digunakan oleh kita sebagai waktu yang tepat untuk mengistirahatkan diri. Apalagi ketika Ramadhan. Pengalaman penulis yang sempat nyantri di pondok, menemui fenomena ini. Jamaah Shalat Shubuh di masjid yang sebelumnya berada dalam posisi duduk, berubah menjadi jamaah tidur berjamaah. Manusia-manusia bergelempangan di masjid dengan kondisi tertidur pulas. 

Memang, sebagian besar di antara mereka lelah karena beribadah semalaman. Ada yang menghabiskan malamnya dengan tadarrus, ada pula yang dengan shalat malam, ada juga yang dengan i’tikaf di masjid. Lelahnya beribadah itu pun terbayarkan dengan santapan lezat saat sahur. Terlebih dahulu ketika dalam kegiatan kepanitiaan ramadhan, penulis merasakan kenikmatan yang luar biasa manakala menginap di sekolah untuk mengurus pondok ramadhan, kemudian malamnya i’tikaf di Masjid Jami, lalu dilanjutkan dengan sahur bersama. Rasanya rasa lelah semalam terbayarkan dengan sepiring nasi dan segelas minuman segar.

Lalu subuh pun tiba. Dengan rasa kantuk yang tertahan kami pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh. Ditambah shalat fajar dua rakaat di awal, dilanjutkan dengan shalat subuh. Bagi kami yang masih kuat, usai subuh masih memilih mendengarkan kuliah subuh. Bagi yang tidak, pergi ke shaf belakang, lalu terlelap. Kuliah subuh biasanya tidaklah lama. Mungkin maksimal 30 menit, dan matahari masih belum terbit. Waktu dhuha belum kunjung tiba. Dan kami sudah terlelap dengan mimpi masing-masing. Ah, padahal tinggal sedikit lagi.

Sedikit lagi? Ya benar! Sedikit lagi. Sedikit lagi kita akan meraih pahala selaksa umroh ataupun haji. Jika saja kita melakukannya. Rasulullah SAW bersabda,

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi(shahih dilihat dari jalur lainnya).

Sedikit lagi, seandainya kita mau memaksa mata ini untuk terjaga sejenak hingga watktu dhuha. Seandainya kita memilih menunda kenikmatan tidur untuk menjaga hati agar tetap mengingatnya. Tentu saja tidak lama sebenarnya. Ketika matahari sudah setinggi tombak. Mungkin sekitar jam 6 sampai setengah tujuh pagi. Alangkah baiknya jika dilanjutkan dengan melaksanakan Shalat Dhuha.

Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)

“Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)

Maka jelaslah keutamaan shalat Dhuha. Lalu bayangkan saja. Ketika di malam kita melaksanakan Qiyamu Lail, dilanjutkan dengan sahur, lalu tadarrus menunggu subuh, ditambah iktikaf setalah subuh hingga dhuha, lalu dilanjutkan Shalat Dhuha, dengan waktu Ramadhan yang dilipat gandakan ibadahnya. Bayangkan, berapa puluh kali keutamaan yang kita peroleh? Kuncinya simpel. Terjagalah sedikit lagi. Ya ! Hanya sedikit lagi 😀

24 Mei 2015

6 Sha’ban 1436 H

H-25 Ramadhan

 

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *