Ramadhan H-24: Menjaga Keistiqomahan

H-24 Ramadhan - Masjid Al-Hassan II - Maroko

Masjid Al-Hassan II – Maroko

Tulisan ini adalah tulisan ke 7/30 yang hadir untuk menyambut datangnya Ramadhan. Semoga selain menjadi countdown juga sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua.

“Di awal ramadhan umat islam melaksankan tarawih di Masjid. Namun mendekati akhir ramadhan, tarawih-nya pindah ke Pusat Perbelanjaan”

Kutipan di atas adalah salah satu kutipan ceramah Ustadz. Zainur Roziqin ketika beberapa tahun yang lalu saya mengikuti pengajian ramadhan beliau setelah melaksanakan Shalat Tarawih. Sampai sekarang masih saya ingat dengan jelas, dan jelas menjadi tamparan halus bagi kita semua sebagai umat islam. 

Fenomena tersebut dari tahun ke tahun sepertinya selalu berulang. Lihat saja di awal ramadhan, baik jamaah subuh, dan shalat-shalat lainnya begitu membeludak di masjid. Namun mendekati akhir ramadhan yang jelas keutamaannya lebih tinggi, jamaah tersebut kian menyusut.

Itulah tantangan terberat kita semua sebenarnya adalah menjaga keistiqomahan kita semua dalam beribadah. Padahal Allah SWT berfirman dalam Quran-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Penafsiran ayat di atas menggambarkan bahwa manusia yang istiqomah di atas tauhid dan ketaatan kepada Allah, maka malaikat akan memberikan kabar gembira ketika maut menjemput, “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih. Dan bergembiralah kamu dengan memperoleh Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Inilah yang menunjukkan keutamaan seorang yang bisa istiqomah.

Ayat di atas bukan berarti hanya mencakup keistiqomahan dalam Bulan Ramadhan saja. Namun keistiqomahan tersebut juga mencakup semua hal yang tentunya bersifat kebaikan. Tidakkah kita mau mendapatkan pertolongan dari Allah ketika Sakaratul Maut tiba? Bukankah sebaik-baik tempat di akhirat adalah SurgaNya. Dan demikianlah Allah menjanjikan melalui firmanNya.

Menjaga keistiqomahan memang tidak mudah nih, namun setidaknya ada beberapa tips agar kita dapat meraih keberkahan ramadhan dengan keistiqomahan yang kita lakukan.

  1. Taubatan Nasuha. Nah, momentumnya pas sekali apalagi ketika Ramadhan. Salah satu waktu dan momentum yang ijabah untuk berdoa. Mengapa taubatan nasuha? Ya, sebab seringkali dosa-dosa yang pernah kita lakukan menjadi penghalang kekuatan dari Allah untuk agar kita melakukan keistiqomahan dalam beribadah.
  2. Muhasabah. Introspeksi amal-amal yang pernah kita lakukan. Introspeksi pula kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Di masa lalu, para khalifah senantiasa melakukan hal ini setiap harinya. Ketika seharian penuh memposisikan diri sebagai abdi dan pelayan ummat, maka malam hari mereka memposisikan diri sebagai Hamba Allah. Di malam hari para khalifah menghabiskan dengan air mata muhasabah kepada Allah SWT. Muhasabah sekaligus menjadi re-charge. Ibarat hp, kita perlu men charge-nya setiap hari. Hp saja perlu, apalagi kita sebagai hamba Allah yang senantiasa tak luput dari dosa.
  3. Mujahadah. Apaan tuh? Hehe. Mujahadah berarti bersungguh-sungguh. Tidak ada pelaut tangguh yang lahir di laut yang tenang. Tidak ada keberhasilan tanpa berpayah-payah dan bersusah-susah. Istiqomah memang susah, namun dengan tekad yang kuat kita pasti bisa meraihnya.
  4. Mutaba’ah. Mutabaah berarti mengikuti Sunnah Rasululah. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia yang paling istiqomah dalam ibadah kepadaNya di dunia ini tentu saja adalah Rasulullah.
  5. Ikhlas. Ini hakikat dari semuanya. Ketika kita melakukannya hanya untuk orang lain, maka dijamin tidak akan istiqomah. Namun ketika kita melakukannya hanyalah untuk Allah semata, insya Allah keistiqomahan tersebut akan senantiasa menyertai kita.

Tentunya lima tips di atas barangkali belum cukup. Namun setidaknya menjadi pelecut bagi diri kita agar istiqomah nantinya beribadah di bulan Ramadhan. Jika Ramadhan diibaratkan sebuah gunung, maka Idul Fitri adalah puncaknya. Dan tentu tidak semua orang akan mampu mencapai puncaknya.

Terakhir, ada sebuah doa yang dapat kita amalkan, yang senantiasa di baca oleh Rasulullah SAW agar kita senantiasa istiqomah dalam beribadah. Istiqomah dalam menegakkan agama Allah.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu. [HR at-Tirmdizi]

Semoga kita senantiasa istiqomah beribadah di bulan Ramadhan nanti 🙂

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *