Kesamaan yang Menumbuhkan

flower-wallpapers-cute-couple-flowers-wallpaper-31512-1024x576

Ibarat hujan di siang hari yang terik, kau datang tiba-tiba. Padahal sesungguhnya kau telah ada di atas langit sana. Namun barangkali aku tak pernah menyadari kehadiranmu. Bahkan tak pernah pula mengharapkanmu. Sebab siang adalah waktuku tuk bepergian ke sana kemari. Namun akankah sesuatu itu menghalangiku tuk pergi? Ternyata tidak. Justru aku menikmatinya. Hujan di tengah terik mentari adalah anomali yang kunanti.

Adalah lapis-lapis lingkaran yang menakdirkan kita bertemu. Sekalipun tak pernah kita saling bertatap bahkan beradu lisan, namun cukuplah aku tahu tentangmu. Dari mimpimu, dari tulisan-tulisanmu, dan dari pemikiranmu, izinkan aku membacamu. Hingga tanpa sadar aku telah berdiri di satu di antara berjuta lingkaran. Lalu diujung sana hanya ada dirimu. Aku dan kamu dalam satu lingkaran yang sama.

Akhirnya aku tahu tentangmu. Tentang impianmu. Tentang capaianmu yang semerbaknya hingga mencapai tempatku berpijak. Yang tanpa sadar mozaik-mozaik itu menjadi satu garis lurus di samping garis yang kugoreskan. Jika saja garisku dan garismu menapak lurus berjalan menuju surgaNya, mengapa kita tidak menggabungkannya bersama?

Ah, barangkali mustahil rasanya ia tumbuh tidak dari pertemuan, namun justru dari sebuah kesamaan. Tapi nyatanya itulah yang kurasakan.

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *