Tulisan Ramadhan #4: Fenomena Tarawih 8 Rakaat di Jamaah 20 Rakaat

Tulisan ini adalah tulisan ke 4/30 pada Ramadhan. Semoga mampu meningkatkan produktivitas dan menjadi amal kebaikan di Bulan Ramadhan. Silahkan di share jika bermanfaat, karena kebaikan akan terasa kebermanfaatannya jika dibagikan ?

Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-l5UBVEOG4AE/VM7gtbKrB4I/AAAAAAAACXc/HMEOyWte-is/s1600/shalat%2Btarawih%2Bbersama%2Bimam.png

Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-l5UBVEOG4AE/VM7gtbKrB4I/AAAAAAAACXc/HMEOyWte-is/s1600/shalat%2Btarawih%2Bbersama%2Bimam.png

Tarawih, adalah qiyamu lail yang hanya ada di Bulan Ramadhan. Maka dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari disebutkan, bahwa shalat ini dikenal pula dengan nama Qiyamu Ramadhan. Keutamaannya ? Masya Allah, jangan ditanya. Allah janjikan pengampunan atas dosa-dosa kita. Abu Hurairah menyebutkan mengenai hal ini tentang Sabda Rasulullah SAW

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

Beberapa ulama’ berpendapat bahwa hukum Shalat ini adalah Sunnah. Bahkan ada pula yang berpendapat Shalat ini Sunnah Muakkad. Sebab barangkali begitu istimewanya keutamaan shalat Tarawih ini. Adalah pengampunan akan dosa-dosa kita oleh Allah SWT. Menurut Ibnul Munzir, ulama’ asal Naisabur, Irak, bahwa dosa yang diampuni di sini mencakup dosa besar dan dosa kecil sesuai makna tekstual dalam hadis. Berbeda dengan Imam An-Nawawi, bahwa dosa yang diampuni hanyalah dosa kecil. Wallahu ‘alam, namun yang jelas, keutaman Shalat Tarawih ini sungguh luar biasa.

Ada sebuah hal yang menarik sebenarnya di mana kita menjumpai seringkali jamaah tarawih memilih tarawih di masjid yang 20 rakaat. Namun mengambil 8 rakaat. Alasannya bermacam-macam. Ada yang karena barangkali memang masjid dekat rumahnya adanya seperti itu, sementara ia terbiasa 8 rakaat. Adapula yang beralasan klasik karena cepat. Ada juga yang barangkali kurang suka di masjid yang menerapkan 8 rakaat dikarenakan ada ceramahnya yang lama. Serta alasan-alasan lainnya.

Padahal, ada sebuah hadis yang andaikata kita semua mengetahuinya, niscaya kita akan menyesal andai tidak mengikuti tarawih itu sampai selesai. Hadis yang disampaikan oleh Abu Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Bahkan dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad)

Kedua hadis di atas insya Allah berderajat Shahih.

Sebab itulah, amatlah disayangkan. Ketika ada tawaran pahala laksana semalam suntuk, yang terjadi kita justru memilih meninggalkannya. Padahal, seperti kata Ustadz Agung Cahyadi, ketika saya mengikuti kajiannya beberapa waktu lalu, beliau berkata. Seandainya tarawih dapat dilaksanakan hingga imam selesai kamu semua mengikuti, maka pahalamu Insya Allah sudah seperti semalam suntuk. Sehingga di sepertiga malam terakhir, kamu tak perlu melakukan shalat malam lagi. Ganti dengan aktivitas lain seperti tilawah, atau istighfar. Sebab dahulu, para sahabat dan para ulama’ banyak beristighfar di waktu sepertiga malam terakhir bulan Ramadhan.

Nah, lalu bagaimana jika mengambil tarawih 8 rakaat ? Nah solusinya sudah jelas, ikutlah di masjid yang memang menerapkan 8 rakaat. Bukan memotong yang 20 rakaat. Adapun mengenai perbedaan 8 dan 20 rakaat, saya rasa sudah bukan waktunya lagi memperdebatkan hal tersebut karena keduanya memiliki dasaran yang sama-sama kuat, Insya Allah.

Lalu bagaimana dengan kebiasaan baik di 20 rakaat maupun yang 8 rakaat, ketika witir memilih meninggalkan jamaah? Alasannya simpel, karena witir biasa digunakan sebagai penutup shalat, maka kebanyakan masih ingin melanjutkan di Qiyamu Lail. Sekali lagi kembali ke kedua hadis di atas. Bahwa disebutkan “sampai imam selesai”. Selesai di sini bermakna berarti termasuk dengan shalat witirnya.

Jadi sekarang kembali ke pilihan masing-masing. Tidakkah ingin mendapatkan keutamaan laksana Shalat semalam suntuk? 🙂

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *