Tulisan Ramadhan #6 : Pulang !

Tulisan ini adalah tulisan ke 6/30 pada Ramadhan. Semoga mampu meningkatkan produktivitas dan menjadi amal kebaikan di Bulan Ramadhan. Silahkan di share jika bermanfaat, karena kebaikan akan terasa kebermanfaatannya jika dibagikan ?

rantau85 hari terakhir sepertinya tulisan saya “agak berat”, oke kali ini saya sedikit mengurangi bobotnya. Barangkali karena ini bertepatan dengan momentum kepulangan. Pulang ke rumah. Rumah orang tua……ku, bukan orang tuanya ya, *halah iz..iz… :v *

Karena harus ada jeda dalam memperjuangkan cinTA. Sebab jeda, terkadang membuat daya lesat lebih cepat.

Seminggu terakhir barangkali saya cukup disibukkan dengan tugas akhir. Kepulangan seringkali bukan menjadi opsi terbaik karena rumah justru menjadi tempat beristirahat. Tempat bercengkerama dengan ayah, ibu, dan adik tercinta. Dengan ayah aku seringkali berdiskusi, bahkan terkadang berdebat. Dari aku kecil hingga saat ini bagiku ayah adalah partner diskusi terbaik. Mulai dari politik, ekonomi, agama, dan yang lainnya. Sementara dengan ibu, barangkali lebih dari hati ke hati. Tentang kuliah, organisasi, dan tentang………………………… jodoh (?). Dengan adik? Sepertinya pertengkaran menjadi opsi terbaik yang membuat rasa kangen mereda :v .

Rumah. Entah mengapa semenjak SMA dulu sudah mulai jarang menghabiskan hari-hari di rumah. Entah disibukkan oleh kegiatan di ROHIS, atau aktivitas-aktivitas lainnya. Walaupun setidaknya masih tidur di rumah. Berlanjut ketika kuliah masih teringat di tahun pertama, ramadhan masih di kampus. Mulai berkumpul dengan teman-teman angkatan, mencoba aktif mengikuti kegiatan-kegiatan JMMI, kajian, dan lainnya. Juga pada waktu itu momen tes toefl, dan persiapan mahasiswa baru lainnya bertepatan saat Ramadahan. Tahun kedua, kembali harus di kampus. Manakala mendapat amanah menjadi SC Kaderisasi. Rapat dari pagi hingga sore memenuhi hari-hari ramadahanku pada waktu itu. Tahun ketiga, ketika menjadi peserta Rumah Kepemimpinan, kembali harus ramadhan. Kali ini di asrama. Mengawali masa-masa internalisasi sekaligus berinteraksi dan mencoba dengan teman-teman satu asrama. Dan tahun keempat, kembali harus di kampus karena menyeleseikan tugas akhir. Seakan rumahku sudah berpindah yah? Hehe.. *tersenyum miris*.

Rumah, entah mengapa selalu menjadi tempat paling dirindu ketika ramadhan. Selain karena faktor makanan dan masakan ibu, ada nilai-nilai kebersamaan. Entah mengapa rumah selalu menjadi pengisi spirit di kala futur. Kadang memang benar, rumah bagiku seolah menjadi tempat yang tak produktif. Rasanya belum pernah ketika pulang aku menyentuh tugas akhir di rumah, atau mungkin selama perkuliahan dulu tugas-tugas perkuliahan. Namun entah mengapa ketika kembali ke tanah perjuangan, ada spirit baru yang selalu membara.

Pemaknaan produktif lah yang barangkali harus diubah. Produktif tak semata duduk di depan laptop sambil ber-progress. Produktif tak semata melakukan pengamatan, pengambilan data di perusahaan. Produktif bukan hanya ketika kamu di kampus dan terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan.

Produktif, pada hakikatnya adalah menghasilkan sesuatu. Begitulah mungkin makna singkatnya. Pulang ke rumah barangkali secara kasat mata tak ada hasil. Namun bukankah kebersamaan adalah momentum yang mampu menghasilkan kebahagiaan? Mungkin bisa saja di rumah kita justru tidur melulu seolah pelampiasan akan jam tidur yang minim selama di rantau. Namun ketika bangun tidur, ada sapaan yang tidak kita dapatkan semasa di rantau. Sekedar sapaan “sudah bangun?” atau mungkin “Ayo bangun, sudah shalat”, atau yang lainnya. Dan sapaan itu terlontar dari lisan ibunda dan ayahanda.

Kadang, sesuatu yang terlihat tak produktif, justru akan terasa kebermanfaatannya jika kita mau meresapinya. Sekali lagi sebab kepulangan barangkali menjadi jeda, untuk melesat lebih cepat. Menuju level produktivitas yang jauh lebih tinggi, jauh lebih baik, dan jauh lebih bermanfaat. Sebab ciuman tangan dari ayahmu, dari ibumu,  barangkali takkan terganti di tanah rantau.

Rumah

Menyempatkan diri walau hanya sehari

Bersiap melesat lebih cepat

16.47

 

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

3 Responses

  1. Ini bener banget Iz. Di rumah memang terlihat tidak produktif / tidak menghasilkan sesuatu yang terlihat; tapi darisanalah tumbuh semangat produktif itu… apalagi pas perjalanan pulang dari rumah ke kampus/asrama hmm bawaannya pingin segera menyelesaikan skripsi

  2. Shofie says:

    Kak, saya izin pake fotonya ya untuk puisi saya yg judulnya rantau, makasih kak sebelumnya, cuma mau di post di OA line kok, bukan untuk lomba atau komersil apapun. Sekali lagi makasih kak! Semoga sukses di perantauan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *