Tulisan Ramadhan #18 : Merencanakan Kematian (3-habis)

Tulisan ini adalah tulisan ke 18/30 pada Ramadhan. Mohon maaf jika ada keterlambatan, sebab beberapa waktu yang lalu situs masih belum normal karena dibobol. Insya Allah akan dipost untuk yang selanjutnya di beberapa hari ke depan. Semoga mampu meningkatkan produktivitas dan menjadi amal kebaikan di Bulan Ramadhan. Silahkan di share jika bermanfaat, karena kebaikan akan terasa kebermanfaatannya jika dibagikan ?

Sumber: http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2015/01/tputegal.jpg

Sumber: http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2015/01/tputegal.jpg

Pada akhirnya seperti hidup yang bisa terencana, kematian pun bisa direncananakan walaupun hanya Allah-lah yang pada akhirnya nanti akan “meng-acc” rencana kita ataukah tidak. Biarlah Allah yang nantinya menentukan, sebab Allah pastilah Maha Adil. Allah jua-lah yang akan menentukan tempat terbaik bagi kita kelak. Tentu sesuai dengan usaha hamba-hambaNya serta niatan tulus untuk beribadah karenaNya.

Sebab itulah, bahkan pintu surga pun ada banyak. Tidak hanya satu saja, namun ada banyak sekali pintu surga. Delapan di antaranya disebutkan melalui beberapa dalil dan kita bisa merencanakan untuk masuk ke dalamnya, Insya Allah dengan melakukan amal sesuai dengan nama-nama dari pintu-pintu tersebut.

1. Pintu Shalat

Seperti sebuah hadis yang mengatakan bahwa amal yang pertama kali dihisab oleh Allah adalah amalan Shalat hamba-hambaNya. Maka barangsiapa yang baik amal shalatnya, baik pula seluruh amalnya. Maka demikianlah ada pintu surga yang dikhususkan bagi hamba-hamba Allah yang mencintai Shalat dan menjadikan shalat sebagai amal ibadah andalannya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Barang siapa yang memberi nafkah kepada suami istri fi sabilillah niscaya ia dipanggil dari pintu-pintu surga: “Wahai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini adalah kebaikan. Barangsiapa yang termasuk ahli shalat, niscaya ia dipanggil dari pintu shalat. Dan barangsiapa yang termasuk ahli jihad niscaya ia dipanggil dari pintu jihad. Dan barangsiapa yang termasuk ahli puasa niscaya ia dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Dan barangsiapa yang termasuk ahli sedekah niscaya ia panggil dari pintu sedekah.”

2. Pintu Jihad

Sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, bahwa pintu orang-orang yang berjihad pun terbuka lebar. Tentu banyak dari para syuhada’ di masa Rasulullah yang masuk melalui pintu ini. Namun di zaman sekarang, tentu banyak sekali justru media berjihad. Berjihad tidak hanya melalui peperangan saja namun bisa berjihad melalui tulisan, melalui tenaga pemikiran, melalui ilmu pengetahuan, dan jihad-jihad lainnya yang jelas memperjuangkan Agama Allah di muka bumi ini.

3. Pintu Rayyan

Inilah salah satu pintu yang semoga Ummat Muhammad mendapatkan jatah besar di pintu ini. Pintu-nya orang-orang yang berpuasa. Apalagi hanya ummat Muhammad lah yang merasakan kenikmatan dan keagungan Bulan Ramadhan dibandingkan dengan ummat-ummat terdahulu.

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Di surga itu ada delapan pintu. Di antaranya ada satu pintu yang dinamakan ar-Rayyan, tidak bisa memasukinya kecuali orang-orang yang puasa.” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari No.3257 dan ini adalah lafazhnya, dan Muslim No. 1152.)

4. Pintu Sedekah

Teruntuk para bangsawan, pengusaha, dan orang-orang yang dianugerahkan rezeki lebih oleh Allah, barangkali inilah salah satu jalan terbaik untuk masuk ke dalam surga. Pintunya orang-orang yang gemar bersedekah. Maka sedekahnya selama di dunia, seakan bermakna bahwa ia sedang ‘membeli’ kenikmatan surga. Dan tentu janji Allah tidak akan pernah meleset kepada orang yang tulus meniatkan sedekahnya karena Allah semata

5. Pintu Al-Ayman

Pintu inilah yang barangkali menjadi dambaan juga bagi kita semua, sebagai Ummat Muhammad. Ya, pintu Al-Ayman. Pintu bagi mereka yang masuk surga tanpa melalui proses hisab atau penghitungan amal kebaikan. Sebab tanpa dihitung pun amal mereka telah jauh lebih berat, telah cukup sebagai prasyarat masuk ke dalam Surga Allah.

Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan,

Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.” (HR. Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194)

Lalu siapa sajakah golongan yang bebas hisab itu? Sesuai hadis Rasulullah SAW, bahwa ada di antara ummatnya hanya sebanyak 70.000 orang saja yang akan menjalani proses di hari akhir nanti tanpa melakukan hisab. Hal tersebut bersumber dari sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim. Wajah mereka kelak bercahaya terang seperti bulan purnama. Mereka adalah:

  • Ahl-Al-Fadl (Ahli Kemuliaan). Yaitu orang yang menanggung kesakitan apabila diperbodohkan, bersabar apabila dizalimi dan memaafkan apabila dilakukan kejahatan terhadap mereka.
  • Ahli AS-Sabr (Ahli Kesabaran). Ialah orang yang bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghindarkan maksiat terhadap-Nya.
  • Jiran-Jiran Allah. Yaitu mereka yang saling berziarah dalam berkasih-sayang kerana Allah, duduk dan bangun bersama-sama saudara mereka kerana Allah. (hadis riwayat Abu Nu’aim daripada Ali bin Husain)

Serta masih ada beberapa golongan lainnya yang bebas hisab dan tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini.

6. Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas

Inilah pintu bagi mereka yang mampu menahan amarahnya. Menahan untuk tidak berbuat dzalim kepada sesama. Menahan kesabaran sekalipun barangkali ia berkali-kali di uji dengan kezaliman dari orang lain. Maka Allah SWT memberikan pintu khusus bagi mereka yang mampu menahan amarahnya.

Dari Rawh bin ‘Ubadah, dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri,

Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).

7. Pintu Taubat

Kemudian untuk orang-orang yang bertaubat, tentu bukan tomat alias tobat-tobat maksiat. Namun bertaubat bersungguh-sungguh kepad Allah SWT, maka Allah pun janjikan sebuah pintu khusus untuk mereka.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Al-Qadhi berkata, pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain yaitu pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Ridha. Inilah jadinya ada tujuh pintu yang ada dalam berbagai hadits. Sedangkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab akan masuk melalui pintu Al-Aiman. Itulah pintu kedelapan.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107)

8. Pintu Ar-Radhin (Ridha)

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis di atas, maka pintu Ridha adalah pintu ke-8 yang akan menjadi pintu yang dimasuki oleh para calon penghuni surga. Adalah pintu-nya orang-orang yang ridha dan ikhlas akan segala ketetapan dari Allah SWT.

Merencanakan Kematian – Habis

Kemudian setelah itu, muncul pertanyaan menarik. Mungkinkah kita dapat masuk dari beberapa pintu surga itu? Jawabannya adalah mungkin dan semoga kelak kita mendapat panggilan dari lebih dari satu pintu. Ke-delapan pintu tersebut bahkan memanggil-manggil Abu Bakar kelak di akhirat dan mereka berebut agar Abu Bakar dapat masuk di salah satunya. Begitulah dalam hadis tersebut dikatakan.

Dan terakhir, di sebuah ayat yang entah saya selalu merinding membacanya, semoga ayat inilah yang akan menjadi motivasi kita untuk mereguk kenikmatan surgaNya kelak.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Hmmm sudah itu aja…
Semangat (?)
14.21

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *