Tulisan Ramadhan #23 : Aisyah atau Khadijah ?

Tulisan ini adalah tulisan ke 23/30 pada Ramadhan. Semoga mampu meningkatkan produktivitas dan menjadi amal kebaikan di Bulan Ramadhan. Silahkan di share jika bermanfaat, karena kebaikan akan terasa kebermanfaatannya jika dibagikan ?

Sumber : http://wanitasalihah.com/wp-content/uploads/2016/02/Khadijah-dan-Aisyah-520x360.jpg

Sumber : http://wanitasalihah.com/wp-content/uploads/2016/02/Khadijah-dan-Aisyah-520×360.jpg

Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna – Asma Nadia

Terkhusus untuk para lelaki. Kesempurnaan dalam cinta bukanlah dicari dari sosok perempuan yang kita cintai. Tapi dari bagaimana kita menumbuhkan perasaan itu. Melengkapi ketidaksempurnaan perempuan dengan kelebihan yang kita miliki. Mengajak sosok perempuan yang kita bersamai nanti untuk menambal kekurangan yang kita miliki.

Kesempurnaan bukanlah dicari namun dibangun bersama. Fondasinya adalah iman dan islam. Tiang-tiangnya adalah bagaimana kita berkomunikasi serta bagaimana kita berproses. Sedang puncaknya tentu bergantung dari bagaimana tiang yang kita bangun serta fondasi yang kita pasang. Jika fondasi itu kuat, komunikasi dan proses mampu kita laksanakan dengan baik, maka puncaknya apalagi kalau bukan SurgaNya. Surga yang begitu kita dambakan bersamanya kelak. Bersama keluarga tak hanya sendiri, namun alangkah indah jika istri, anak-anak dan keluarga besar kelak menjadi keluarga kembali di surgaNya.

Kata salah satu ustadz saya yang sering membantu para lelaki untuk berproses, seringkali para lelaki mintanya yang aneh-aneh. Yang cantik, yang baik agamanya, yang kaya, yang keturunannya bagus, dan kriteria-kriteria lainnya. Lalu ustadz saya menjawab, Lho kalau itu banyak kok. Di surga sono. Sama Bidadari. Dan para lelaki pun terdiam.

Ikhwah fillah sadarlah, bahwa sosok manusia sesempurna Rasulullah saja memiliki istri-istri yang tak sempurna. Dari kedua belas istrinya, hanya satu yang gadis, yaitu Aisyah. Sisanya janda semua. Dan beliau memiliki alasan kuat bukan semata-mata karena kecantikannya, namun murni untuk menolong mereka.

Mari beranjak ke dua nama yang begitu terkenal, Aisyah dan Khadijah. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak melulu tentang kesempurnaan.

Khadijah : Kesetiaan yang Tak Diragukan

Khadijah binti Khuwalid. Istri pertama beliau ini bahkan telah menjanda dua kali karena telah ditinggal wafat oleh suami terdahulu. Jarak usianya bahkan bukan main, 15 tahun. Nabi SAW menikah ketika berusia 25 tahun sementara Khadijah sudah berumur 40 tahun. Namun dibalik kekurangan tersebut ada banyak kelebihan Khadijah yang bahkan membuat Aisyah begitu cemburu.

Khadijah adalah sosok yang pengertian nan romantis. Dari awal ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, seraya tubuhnya menggigil saking takutnya, kemudian pulang ke rumah seraya berkata “Selimuti aku…selimuti aku…”. Tidaklah Khadijah turut panik dan bertanya, bahwa Bunda Khadijah paham. Lelaki jika ada masalah maka bukan ditanya, namun dibiarkan menyendiri hingga tenang. Maka diselimutilah Rasulullah kemudian ia tinggalkan Rasulullah sendiri hingga tenang.

Adalah Khadijah yang rela menitipkan keseluruh hartanya kepada Rasulullah. Hingga hartanya habis. Hingga suatu hari Khadijah menangis kala menyusui Fatimah. Sebab yang keluar bukanlah susu melainkan darah. Selama tiga hari berturut-turut. Sebab hartanya telah habis untuk berjuang di jalan Allah, hingga makanan pun mereka tak mampu membeli. Dan tangisnya bukan karena penyesalan bersuamikan Rasulullah. Sebab karena kemuliannya, kebangsawanannya, serta harta dan kekayaanNya telah habis diserahkan kepada Allah dan RasulNya. Hingga ketika habis, Rasulullah masih tetap memperjuangkan agama Allah.

Adalah Khadijah, di tengah darah yang mengalir masuk ke dalam Fatimah berkata, andai aku nanti telah meninggal, sementara perjuanganmu dalam Islam belum selesai, sedang kamu membutuhkan rakit atau jembatan untuk menyeberangi lautan, maka galilah kuburku dan ambillah tulang belulalngku untuk kau jadikan jembatan agar mampu menyeberangi lautan, serta suarakan agama islam di pulau itu. Kemudian keduanya berpelukan sembari menangis.

Aisyah: Kecantikan dan Kelembutan yang Romantis

Beranjak ke Aisyah. Siapa yang tak mendambakan istri sepertinya. Masih muda, cantik, lagi cerdas. Cantik sebab itu yang diakui oleh para sahabat Rasulullah. Cerdas, sebab Aisyah banyak meriwayatkan hadis Rasulullah. Ditambah romantis, sebab kita sering mendengar bagaimana romantisme Rasulullah dibagun dari saat mereka berlomba lari, dari saat mereka minum, saat mereka mandi, hingga momentum kebersamaan lainnya.

Namun ada kekurangan yang barangkali membuat kita mengelus dada. Ya, sosok Aisyah pun dikenal sebagai pencemburu berat. Adalah Aisyah yang suatu ketika, kala Rasulullah menerima kiriman makanan dari istrinya yang lain, Zainab binti Jahsyi, lantas memecahkan piringnya di depan Rasulullah dan tamu dirumahnya. Namun Rasulullah tersenyum, seraya hanya berkata “Maaf, Ibu kalian (Aisyah) sedang cemburu.

Adalah Aisyah yang bahkan pernah berkata, “Tidaklah aku cemburu pada istri-istri Rasulullah melainkan kepada Khadijah, meskipun aku belum pernah bertemu dengannya”. Adalah Aisyah yang pernah berkata kala Rasulullah berniat mencandainya dalam balutan nan romantis, bahwa Rasulullah berkata jika saja Aisyah meninggal terlebih dahulu maka ia akan memandikan, mengafani, menyolati, serta menguburkannya sendiri. Namun justru Aisyah berkata, Ah setelah itu bukankah tujuanmu untuk segera bersenang-senang dengan istri-istrimu yang lain?

Dan satu lagi kekurangan Aisyah, hingga akhir hayat, wallahu a’lam, dengan usianya yang masih muda justru Rasulullah tak dikaruniai keturunan dari pernikahannya dengan Aisyah. Sementara dulu dengan Khadijah, yang sudah menjanda dua kali, justru Allah karuniakan banyak keturunan.

Ikhwah fillah, cerita di atas setidaknya menjadi gambaran bahwa manusia sesempurna Rasulullah pun tak dikaruniai istri yang sempurna. Bahkan itu masih jauh lebih baik dibandingkan Nabi Nuh yang dikaruniai istri dan anak yang pada akhirnya murtad meninggalkannya.

Jadi, teruntuk para lelaki, pilih Aisyah atau Khadijah? *awas kalau habis ini jawab yang cantiknya kayak aisyah tapi jiwanya sebesar khadijah*

Masih dalam lelah
Kamar Kos
14.42

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

4 Responses

  1. Barangkali bisa disegerakan mas, ditungu undangannya hehe

  2. Kalo milih dua” nya gimana? ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *