Keluarga adalah Rumah, Bukan Tempat Singgah

Keluarga

Di awal abad ke-21 ini entah mengapa pendidikan karakter senantiasa digaung-gaungkan. Ada asap tentu ada api, pun demikian ada sesuatu pasti ada sebab. Hal itu didasari oleh barangkali kebobrokan akhlaq, perilaku, dan kondisi generasi muda saat ini baik pada gurunya maupun keluarga. Adalah tingkah laku anak – anak yang saat ini banyak ditemui berubah dari zaman dahulu. Mulai dari dewasa sebelum waktunya, berkata kotor, serta kenakalan-kenakalan yang lainnya. Sekeras apapun pemerintah mengubah sistem pendidikan dari tahun ke tahun, namun jika esensi utama pendidikan di dunia ini dilupakan, maka masalah tidak terselesaikan. Ya, esensi pendidikan tentu diperoleh dari satu kata :KELUARGA.

Trend zaman entah mengapa berubah, yang awalnya keluarga adalah rumah namun hanya tempat singgah. Dua hal yang sangat berbeda. Rumah tentu saja adalah tempat di mana kita akan dirawat dan merawatnya, tempat sejauh kita melangkah kita ingin kembali di dalamnya. Sementara tempat singgah hanyalah peristirahatan sejanak, kita tentu ingin bergegas meninggalkannya kala sudah tidak lagi lelah.

Kini orang tua seringkali sibuk dengan urusannya masing-masing hingga melupakan rumah. Maka tak heran jika anak pun melupakan rumah. Wahai ayah dan ibunda, sadarlah bahwa engkau memiliki rumah, bukan sekedar tempat singgah. Engkau pun diberikan anak sebagai amanah, bukan sekedar buah nikah. Engkau pula yang harus merawatnya, bukan tangan-tangan lainnya.

Maka jangan heran jika suatu saat nanti ketika rumah memanggil, anak-anakmu tidak ada untukmu. Saatnya bertanya balik, bukankah kau yang sebelumnya tidak pernah ada untuknya? Bukankah selama ini kau hanya menjadikannya tempat singgah belaka?

Setiap anak dilahirkan dlm keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari&Muslim)

Sekali lagi, ingatlah bahwa rumah dan tempat singgah adalah sesuatu hal yang jauh berbeda.

Jika itu rumahmu, tentu kau akan merawatnya. Kau tak akan membiarkan tangan-tangan sembarangan untuk menyentuhnya. Kau akan memperhatikannya, mempercantiknya, dan melakukannya agar kau nyaman tinggal di dalamnya. Tentu kau takkan sendirian, kau pasti akan melakukan bersama dengan anak-anakmu kelak. Percayalah, ia akan merasakan rumah ketika kau memberikan kepercayaan dan mengajaknya untuk merawat bersama. Kesibukanmu bukanlah penghalang untuk mendapatkan kebersamaan dengan keluargamu untuk merawat rumah itu bersama.

Jika itu tempat singgahmu, maka tidak heran jika kau membiarkan siapapun merawatnya. Kau malas untuk membersihkannya. Kau juga mengandalkan bawahanmu, pembantumu untuk merawatnya. Kau pun tak peduli dengan bagaimana prosesnya, yang penting hasilnya. Terkadang kau malah mengabaikannya. Hingga akhirnya justru anakmu menemukan tempat singgah, bukan rumah. Hai, itu masih lebih baik. Bagaimana jika ia menemukan tempat singgah di luar yang buruk lingkungannya namun ia merasakan itu sebagai rumah? Percayalah kau akan menyesal setelah kau hanya dianggap sebagai tempat singgah.

Maka teruntuk ayah, ibu, termasuk calon ayah dan calon ibu, semoga kelak kesibukanmu tak membuatmu lupa untuk sekedar merawat rumah. Sebab keluarga adalah rumahmu. Karena jika kau kehilangan pekerjaanmu, kau dapat mencarinya lagi. Tapi jika keluargamu yang hilang, mungkin kau tak akan dapat menemukan lagi. Keluargamu mungkin bukan rumah yang baik, tapi ia adalah yang terbaik. Kau juga mungkin tidak mampu menjadikannya yang terbaik. Tapi aku yakin untuk sekedar lebih baik kau pasti bisa melakukannya bersama dengan anak-anakmu.

Karena keluargamu adalah rumahmu, bukan tempat singgahmu. Maka buatlah ia senyaman-nyamannya. Bahkan jika hartamu hanya selembar pakaian yang melekat di tubuhmu, semua tak masalah selama kau memiliki keluarga. Ia bukan sekedar hartamu. Tapi lebih dari apapun yang takkan mampu tergantikan oleh kekayaan sebanyak apapun.

Semoga kelak kita dibersamai oleh orang-orang yang ingin membangun rumah. Bukan tempat singgah.

Malang, 20 September 2016 | @faizunaa

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *