Jangan Lelah untuk Memohon “Keberuntungan”

Sumber: http://gideonyusdianto.com/wp-content/uploads/2016/01/2040fee2d321bb9-a1204.jpg

Sumber: http://gideonyusdianto.com/wp-content/uploads/2016/01/2040fee2d321bb9-a1204.jpg

Entah mengapa ingin menulis seperti ini, mungkin karena menerima beberapa kabar beberapa hari ini dari rekan-rekan seperjuangan. Sehari yang lalu, pengumuman seleksi tahap administrasi Beasiswa LPDP diumumkan via email masing-masing, dan banyak sekali hasil yang mengejutkan.

Ada kawan saya yang sudah melanglang buana keluar negeri, baik tanah eropa maupun amerika. Ada juga kawan saya yang mawapres, berkali-kali memenangkan lomba terkait keprofesiannya, bahkan pernah mendapat dana hibah dari salah satu perusahaan asal eropa, ada juga yang dikenal dengan aktivis sosialnya dan segudang prestasinya. Dan ternyata rekan-rekan saya dengan pencapaian yang saya tak ada apa-apanya tersebut justru gagal di tahap awal. Ada apa dengan mereka? Apa yang kurang dari mereka?

Orang bodoh dikalahkan oleh orang pandai.
Orang pandai dikalahkan oleh orang cerdik.
Orang cerdik dikalahkan oleh orang licik.
Orang licik dikalahkan oleh orang nekad.
Orang nekad dikalahkan oleh orang gila.

Dan semua orang itu, dikalahkan oleh orang yang beruntung.

Karena, orang yang beruntung itu di-beruntungkan oleh Tuhan, karena kedekatan denganNya.

Mario Teguh

Entah mengapa saya menjadi ingat perkataan Mario Teguh tentang keberuntungan. Banyak di antara kawan-kawan saya yang justru terlihat biasa-biasa saja namun ia lolos. Banyak senior-senior saya yang terlihat biasa-biasa saja ternyata berkesempatan untuk merasakan atmosfer pendidikan di luar negeri. Banyak pula keberhasilan kawan-kawan saya yang justru datang dari mereka yang tak pernah diduga.

Dan inilah yang menjadi perenungan saya pasca pengumuman kemarin *saya belum daftar karena belum siapin berkasnya btw :p*. Entah mengapa saya berpikir seperti ini:

Jangan-jangan ketika kawan-kawan super saya sibuk dengan pencapaian dunianya, justru mereka yang lolos tengah sibuk dengan mendekatkan diri kepada Allah

Tanpa bermaksud mengkerdilkan mereka-mereka yang luar biasa, tapi hal itu sah-sah saja dan mungkin bisa terjadi. Memang tak semata kedekatan kepada Allah dibangun melalui ibadah lainnya. Saya pun meyakini bahwa rekan-rekan saya yang super tersebut pun meniatkan diri untuk berprestasi semata-mata sebagai sarana berdakwah. Sebagai sarana untuk lebih mencintai ilmu-ilmuNya. Pun demikian dengan mereka yang travelling ke luar negeri untuk mengikuti berbagai event, bukankah telah melaksanakan perintahnya seperti di Surat Al-Jum’ah ayat 11:

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung – QS Al-Jum’ah : 11

Ya! Allah sendiri yang memerintahkan agar kita bertebaran di muka bumi. Mencari karunia Allah, bisa berupa rezeki, uang, atau juga ilmuNya. Dan sekali lagi, Allah menyebutkan dalam firmanNya, “Supaya kamu Beruntung”. Sementara itu tak hanya sekali Allah melukiskan dalam ayat-ayatnya. Ada banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Quran yang diakhiri dengan kata “tuflikhuun” , “muflikhuun”, atau kata-kata lainnya yang bermakna keberuntungan. 

Jadi? Ya, intinya jangan lelah untuk berdoa. Kita tentu sangat-sangat berharap keberuntungan, namun tentunya keberuntungan yang sudah disertai ikhtiar. Keberuntungan yang diperjuangkan, bukan sekedar keberuntungan yang didapatkan.

Karena keberuntungan terbaik adalah keberuntungan yang diberikan olehNya, dari hasil berlelah-lelahnya perjuangan. Karena keberuntungan terbaik adalah yang diperoleh, dari doa-doa yang tak henti dipanjatkan. Karena keberuntungan yang paling berharga adalah keberuntungan yang diturunkan berlapis keridhaanNya.

Kamar Kos

Sembari persiapan scoring IELTS besok

Semoga keberuntungan senantiasa mengiringi

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

4 Responses

  1. Devi says:

    “…dan Ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
    QS Al-Jum’ah : 11

    Ini jadi reminder bgt :” pankapan nulis ttg ni juga deh. Nuhun sharingnya, bro Faiz.

  2. Nur Irawan says:

    Artikelnya sangat menarik mas, untuk di baca…
    Keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *