Kaleidoskop 2016 : #2016Berjuang

Hmm, entah, mengapa meski sepertinya telat, saya baru kepikiran ingin mengabadikan momen-momen berharga di tahun 2016 dalam sebuah Kaleidoskop. #2016Berjuang , begitulah tema besar yang saya jadikan dalam landasan bergerak di akhir 2015 dulu kala mencanangkan beberapa resolusi. Barangkali banyak yang belum tercapai di antara semuanya, namun setidaknya adalah “Berjuang”, sesuai yang telah saya resolusikan sebelumnya.

Januari

Separuh – Perjalanan Menuju Utuh

Mengawali tahun dengan menerbitkan sebuah buku walaupun masih banyak butuh belajar dan bersifat self-publishing adalah sebuah hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Buku yang sebenarnya banyak berkisah tentang kelabilan saya haha -___-“. Sebuah kumpulan puisi, cerita, prosa yang beberapa sudah pernah terpublish di blog saya yang lama. Entah sampai sekarang saya belum ada keinginan untuk mencetaknya kembali, mungkin membutuhkan banyak revisi sebelum nantinya di produksi ulang tentu dengan konten yang lebih baik lagi. Bulan ini pula saya genap mengakhiri masa kejombloan saya selama 21 tahun, dan berubah menjadi jomblo selama 22 tahun *intinya tetap jomblo hahahaha*. Tentang 31 Januari, saya pernah menuliskannya di sini.

Februari 

Speaker at FK UNISMA

Tidak banyak momentum berkesan di bulan ini. Mungkin hanya pengalaman mengisi materi di beberapa tempat. FK UNISMA dan STKIP Bojonegoro adalah dua di antara yang mungkin paling berkesan. Ya, jika tidak salah mengingat, untuk pertama kali saya diminta mengisi materi lintas kampus.

Maret 2016

Proposal Tugas Akhir – PT Unilever Rungkut Surabaya Tbk

Setelah dipusingkan dengan pencarian objek tugas akhir, saya baru memfiksasikannya akhir Maret 2016 di mana pada waktu itu seminar proposal sudah dimulai sedangkan karena saya sudah menyerah mencari objek tugas akhir yang sesuai dengan masalah saya, akhirnya saya terima apapun permasalahan yang ada. Jadilah pada waktu itu saya mendapatkan di PT Unilever Rungkut Factory, Surabaya. Problem yang jauh berbeda akhirnya membuat saya harus mengulang proposal saya dari 0 dalam waktu 3 minggu saja. Sebuah momentum perjuangan yang takkan pernah terlupa.

April 2016

Atas : PH Ikhwan pose ala-ala akhwat kalau di foto
Bawah : Departemen Keilmuan AKSI

2 momentum besar di bulan ini yang benar-benar saya tak bisa lupakan. Pertama adalah LPJ JMMI ITS. Ya, tertanggal 23 – 24 April 2016, saya bersama teman-teman Kabinet Akselerasi Sinergi melakukan LPJ akhir kepengurusan JMMI 2015/2016. Organisasi yang tidak pernah saya bayangkan saya akan berada di dalamnya. Banyak kisah dan banyak ilmu serta pengalaman yang saya dapatkan di sini. Mengawali kepengurusan sekitar bulan Juni 2016, kami selesai di Bulan Mei 2016, karena ramadhan terus maju dan kami memilih cepat menyeleseikannya agar masa transisi adik-adik kepengurusan selanjutnya tidak gagap dengan event besar Ramadhan di Kampus.

Seminar Proposal Gelombang Terakhir; In Frame : Doni – Filda – Me

Momentum kedua adalah manakala di minggu terakhir seminar proposal saya melaluinya dengan cukup lancar. Sekalipun sempat terjadi dua kali insiden. Pertama di H-2, tiba-tiba supervisor saya Prof. Ir. Suparno, MSIE mengatakan bahwa proposal saya tidak layak naik sidang. Saya kontan kaget setengah mati. Alasannya metodenya terlalu simpel, padahal selama ini saya bimbingan dengan menggunakan metode tersebut tidak dipermasalahkan. Akhirnya dalam waktu 2 hari saya harus “mengakali” bagaimana caranya agar metode terlihat rumit. Walaupun terkesan saya memaksakan memasukkan banyak metode, Alhamdulillah beliau menerima. Sempat dag dig dug saat seminar nanti ketika ditanya tentang metode *karena saya belum begitu menguasai, maklum hanya 2 hari persiapan -_-* pada akhirnya Alhamdulillah sekitar 40 menit presentasi, pertanyaan dari Dosen Penguji saat itu Prof. Nyoman dan Bu Effi dapat saya jawab dengan cukup baik.

Mei

Sertijab KETUM JMMI; Kiri ke Kanan : Prof Ir Joni Hermana (Rektor ITS) – Irfan Purwito (Ketum 16/17) – Amron Basuki (Ketum 15/16)

Setidaknya ada 3 peristiwa yang tak mungkin saya lupakan di sini. Pertama adalah Sertijab JMMI ITS 2015/2016 di mana setelah bulan sebelumnya kami menuntaskan LPJ, akhirnya terpilihlah Ketua JMMI ITS 2016/2017 yang diamanahkan kepada dek Irfan Purwito Nugroho. Sebuah momentum sertijab yang begitu spesial karena Pak Joni Hermana selaku Rektor ITS dapat hadir di dalamnya.

Rumah Kepemimpinan Angkatan 7

Kedua adalah momentum National Leadership Camp 2016, yang menjadi akhir dari kebersamaan Angkatan 7 Rumah Kepemimpinan di Jakarta, 5-8 Mei 2016. Pada acara ini pula, kami 7 regional berkumpul kembali di Depok, melakukan beberapa kegiatan yang cukup padat, serta yang paling heboh adalah Amazing Race. Benar-benar momentum baper, senang, sedih, dan sangat tak terlupakan. Untuk ini saya bersyukur menjadi salah satu orang di lingkaran Rumah Kepemimpinan.

Thailand – Chaop Raya River

Ketiga adalah apalagi yang paling berkesan ketika saya bisa short-escape alias Conference ke Thailand pada tanggal 11 – 14 Mei 2016 bersama Trio Kabinet Profkil Renaissance, Dita, Lintang, Diyah. Sebuah wacana kecil di November 2015 ketika kami iseng-iseng mengirim Abstrak untuk Conference di Thailand, dan setelah perjuangan panjang bahkan kita nyaris tidak berangkat karena dana tidak cair, pada akhirnya kami berangkat dengan mendapat dana yang mencakup biaya tiket dan penginapan. Sisanya kami tanggung sendiri, dan Alhamdulillah menjadi momentum internalisasi yang luar biasa sepanjang hidup saya dengan partner berorganisasi. Kisah perjalannya bahkan saya sampai menuliskannya ke lima bagian di sini.

Juni 

Resolusi 5 Tahun

Well, yang saya ingat di sini mulai memasuki bulan ramadhan. Yang saya ingat adalah ini ramadhan terberat dalam hidup barangkali karena saya harus menyeleseikan tugas akhir di sini. Selama mei, lebih dari 2 minggu saya tidak menyentuh tugas akhir sama sekali pasca dari Depok dan ke Thailand dalam 2 minggu berturut-turut, akhirnya saya mengalami progress yang cukup lamban juga. Di tambah lagi saya di bulan ramadhan kali ini men-challenge diri saya untuk menulis 1 artikel 1 hari. Alhamdulillah, 30 hari ramadhan, 30 artikel bisa terseleseikan. Bisa dilihat di tag ini artikelnya.

Oh ya, bulan ini juga momentum perpisahan Heroboyo #8. Kami resmi sudah di awal bulan “di kick” dari asrama. Kami mengadakan syukuran di Bebek Goreng Harissa dilanjutkan dengan tarawih bersama. Tarawih pertama lagi-lagi tidak dengan keluarga 🙁

Juli

Unofficially S.T.

20 Juli 2016. Saya tepat mengingatnya. Pada hari itu saya melakukan sidang tugas akhir untuk mempertanggungjawabkan penelitian saya di depan para dosen penguji. Saya masih ingat betul waktu itu betapa berdebar-debarnya saya. Bayang-bayang tidak lulus pun menghantui.

Lagi-lagi H-1 pengumpulan draft, supervisor saya membuat kejutan lagi dengan mengatakan hasil TA saya tidak layak sidang. Waktu itu saya langsung menangis di kos. Saya hanya memiliki waktu semalam untuk mengubahnya, karena besoknya adalah pengumpulan draft sidang tugas akhir. Malam itu saya coba me-revisi. Saya tak akan menyerah hingga titik darah penghabisan. Ternyata malam itu pula saya menemukan beberapa kesalahan perhitungan yang saya lakukan. Secepat mungkin saya ubah sekaligus sambil menyicil mem-print draft nya khususnya bagian yang sekiranya tidak butuh perubahan.

Eh, sekitar jam setengah 9 malam tinta print saya habis. Saya kaget, langsung secepat kilat ngebut ke Hi Tech Mall. Sudah tutup. Ke Gramedia Kertajaya ternyata tintanya habis. Nyaris putus asa, kemudian saya meminta mas mas di gramedia di situ untuk menanyakan apakah di Gramedia Expo masih ada stok. Ternyata ada ! Secepat kilat saya ngebut ke situ karena terburu tutup. Jam tengah menunjukkan pukul 21.30, dengan kondisi waktu itu STNK motor saya hilang. Sesampai di perempatan lampu merah basuki rachmat, saya nekat melewati markah jalan. Lalu tiba-tiba bapak polisi melambai-lambai. Masya Allah, di saat darurat seperti ini apakah saya akan terkena tilang ketiga kalinya di tempat yang sama? Ternyata yang kena justru pengendara motor di sebelah saya, sementara saya dibiarkan berlalu. Allahu Akbar! Rasanya ingin menangis saat itu juga. Secepat kilat saya membeli smua tinta termasuk yang berwarna sekalian, menghabiskan Rp 440.000,00 pada malam itu juga, walaupun yang habis hanya yang hitam, tapi saya tak mau ambil resiko. Saya kembali ke kos, dan paginya bertemu dengan supervisor. H-1 jam pengumpulan pada akhirnya beliau baru datang ke kampus, terlambat 2 jam dari perjanjian sebelumnya. Sementara print saya belum selesai mem-print semua draftnya. Maha Besar Allah, pada waktu itu beliau tersenyum puas dengan hasil perhitungan yang saya peroleh. Beliau menandatangani dan saya diputuskan layak untuk sidang semester ini. Tepat jam 11.55, 5 menit sebelum pengumpulan, saya sukses mengumpulkan tugas akhir saya untuk di sidangkan.

Sementara saat sidang, ternyata doa saya dikabulkan. Saya pada waktu itu masuk ruangan sekitar pukul 14.20, giliran ketiga dari 4 teman saya yang sidang. Diluar dugaan, pergantian penguji secara mendadak dari dosen muda menuju dosen senior ternyata membuat sidang saya semakin cepat, sebab beliau nyaris tak menanyakan apapun. Doa saya terkabul. Sebelum masuk ruangan, saya berdoa semoga waktu sidang saya tak mengganggu shalat Ashar. Tepat sekitar pukul 14.55, sidang saya selesai, bertepatan dengan Azan Ashar di Masjid Manarul Ilmi ITS. Bahkan teman-teman kaget saat melihat sidang saya hanya sekitar 35 menit. Saya langsung ngebut naik motor ke manarul, shalat ashar, sujud syukur, menangis terharu. Apapun hasilnya, setidaknya saya telah berjuang. Dan tepat sekitar pukul 16.30, nilai sudah keluar, saya mendapat AB. Walaupun gagal mendapat sempurna, saya sudah sangat bersyukur.

Agustus

Pasca sidang terakhir, bulan ini seharusnya bulan di mana saya bisa ke Depok untuk menjadi panitia NLC Angkatan 8, namun sayangnya saya batal berangkat. Singkat cerita demi mewujudkan keinginan saya untuk melanjutkan S-2 saya kembali belajar ke Kampung Inggris. Kali ini di TEST English School. Selama sebulan penuh saya belajar di sana, wlaupun sempat beberapa kali kembali ke surabaya untuk mengurus keperluan wisuda. Alhamdulillah, dengan sistem scoring setiap hari, listening dan reading saya sangat berkembang pesat. Walaupun pada akhirnya saya masih merasa kurang dan merencanakan menambah lagi di bulan selanjutnya.

September

Bulan ini adalah momen besar di mana saya secara resmi menyandang gelar S.T. Wisuda 114, pada akhirnya saya berhasil membawa orang tua saya ke Graha ITS setelah dulu masa penerimaan mahasiswa baru. 4 tahun perjalanan kuliah bukanlah waktu yang singkat, dan terlalu banyak kenangan untuk diceritakan.

Pernikahan Mas Gun – Apik

#AdiIndah’s Wedding @ Jogjakarta

Bulan ini pula tiga sahabat terbaik saya melepas status lajangnya. Mas Adi Suharyanto (Supervisor RK Jogja) dan Mas Kurniawan Gunadi & Aji Nur Afifah, yang pertama ketemu pas saya jadi moderator di ITS, yang kedua sahabat saya di MTsN I dulu.

Momentum yang paling berkesan dan sempat terabadikan tentunya saat proses arak-arakan mobil jeep yang saya tumpangi menabrak jeep bagian depan dan saya jatuh, membuat setiap orang yang melihat tertawa terbahak-bahak.

Oktober – November – Desember

Master Class English Studio

Bulan ini saya rangkum menjadi 1 karena  pada bulan ini aktivitas saya adalah intensif IELTS di English Studio. Berarti itu artiya sudah 5 bulan saya mendalami bahasa inggris semenjak Agustus. Perjuangan yang berat mengingat saya harus mengorbankan banyak aktivitas di sini.

Kaleidoskop

Ifa’s Wedding

Di akhir tahun, Desember 2016, sahabat saya ketika MTs dulu juga alhamdulillah resmi menggenapkan separuh agamanya. Momentum ini juga sekaligus menjadi ajang reuni rekan-rekan Matsanewa dulu, khususnya kelas saya D’Troish (wkwkwk masih alay namanya)

Refleksi

Seperti biasa, dan entah mengapa menjadi kebiasaan kita akan selalu merasa bahwa waktu selalu berjalan sangat cepat. Banyak momen-momen yang kadang terlewatkan, tak sedikit pula yang tak terlupakan. Sering pula kita merasakan betapa kita masih sering menyia-nyiakan waktu.

Tentang resolusi, saya mencatat barangkali masih banyak yang belum terwujudkan. Barangkali menikah adalah salah satunya, saat saya pada akhirnya mengambil keputusan untuk menunda rencana ini karena ingin bertholabul ilmi terlebih dahulu. Pun demikian dengan rencana buku kedua yang saya tunda karena ada prioritas lain dalam belajar bahasa inggris yang harus saya dulukan. Resolusi #3Benua yang saya tuliskan sejak kuliah pun belum kesampaian hingga sekarang, mungkin karena saya kurang berusaha keras dalam mewujudkannya.

#2016Berjuang telah selesai, namun bukan berarti kita harus berhenti dalam memperjuangkan yang kita inginkan. Justru di sinilah menjadi momentum untuk berjuang lebih lelah lagi. Berjuang lebih lillah lagi. Sebab itulah, saya menjadikan #2017Berakselerasi dalam rangka memotivasi diri untuk berbuat lebih baik lagi. Mengapa berakselrasi? Akan saya tuliskan di tulisan saya selanjutnya 🙂

Kampung Inggris,

Di keliling tumpukan Exercise IELTS,

mencoba menghibur diri dengan menulis

03.00 pagi

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

2 Responses

  1. Rahma says:

    Mantap sam faiz perjalanan 2016 nya, tercerahkan untuk merefleksikannya juga dlm tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *