Ramadhan38 #5 : Jawaban Terbaik

Jawaban
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)

Mendadak saya mengingat peristiwa 12 tahun silam, tepatnya ketika tahun 2005. Ya, 19 Juni 2005, saya mendapat kesempatan menjadi penceramah cilik dalam acara Pengajian Akbar Buruh Migran Indonesia Persatuan Dakwah Victoria di Hong Kong. Bahkan saya sendiri pun pada waktu itu tak percaya hanya dengan berbekal kemampuan bicara dan pemahaman agama yang masih minim, saya mendapatkan amanah tersebut dari Allah SWT.

Ketika coba kembali mengingat-ingat, ternyata saya memiliki keinginan yang sering saya lantunkan dalam doa pada waktu itu. Ya, sebagai seorang anak kecil yang masih polos-polosnya, pada waktu itu saya ingin sekali naik pesawat. Namun semua nyaris tak mungkin karena kondisi ekonomi keluarga dahulu masih pas-pasan. Ayah yang hanya seorang dosen muda, memiliki pendapatan yang bisa dibilang sekedar cukup untuk hidup sederhana. Jawaban mereka ? Sama : Insya Allah kapan-kapan ya sayang :’) .

Waktu terus berjalan. Hingga pada beberapa bulan sebelum waktu itu sebah panggilan menderingkan telepon rumah. Dari Hong Kong. Sekeluarga terkejut. Kala meminta saya menjadi bintang tamu dalam pengajian akbar. Orang tua bahkan sempat tak percaya karena mengira itu penipuan. Namun singkat cerita saya berangkat bersama ayah saya. Menaiki pesawat untuk pertama kali dan langsung 4x terbang, Garuda Indonesia pula. Surabaya – Jakarta – Hong Kong pp. Allah benar-benar menjawab doa saya dengan cara yang paling tak masuk akal sekalipun. Bonusnya keluar negeri kali pertama, naik kereta bawah tanah kali pertama, tram (kereta listrik) kali pertama, naik kapal ferry kali pertama, dan pengalaman kali pertama lainnya. Di sinilah saya yakin sejak saat itu bahwa Allah memiliki jawaban terbaik akan doa-doa kita. 

Namun bagaimana ketika justru kegagalan yang hadir sebagai jawaban doa-doa kita? Di sinilah kita perlu meluaskan hati. Bahwa yang terbaik bagiNya belum tentu menjadi yang terbaik versi kita.  Sedih boleh saja asal jangan berlebih. Senang pun boleh asal jangan membuat ibadah terlalaikan. Barangkali kegagalan itu adalah sebenarnya kerinduan Allah kepada hamba-hambaNya. Allah rindu, manakala hamba-hambaNya sakit, maka mereka mendekat. Banyak beristighfar akan segala dosa-dosa yang dilakukannya. Allah rindu, manakala hamba-hambaNya gagal, mereka bermunajat. Memperbanyak shalat taubat agar doa-doa tak terhalang oleh tebalnya dosa di arsy-Nya. Menjadikan istikharah sebagai sebuah kebiasaan, sebab bukankah kita harus selalu memohon petunjuk dariNya? Serta memperbanyak rakaat hajat sebagai sarana memohon akan keinginan yang didamba.

Maka shalihin dan shalihat, sadarlah bahwa jawaban terbaik bukan semata kabar baik. Ia bisa saja sakit, bahkan jauh lebih menyakitkan. Tapi seperti itu kan cinta? Jika kita manusia mencintai seseorang, ada kalanya senang adakalanya sakit. Demikian pula, jika Allah mencintai hamba-hambaNya, terkadang justru keburukanlah yang menjadi sebaik-baik pengingat akan khilafnya diri. Sebab itulah, mereka yang meluaskan hatinya akan jauh lebih mampu menerima. Bahwa akan senantiasa ada ibrah yang segera dirasa. 

Jika itu impian, percayalah bahwa jalan menuju puncaknya tak hanya satu jalan saja. Terkadang berlikunya itulah yang membuat kita semakin tangguh. Jika itu kekayaan, percayalah bahwa Allah Maha Kaya, yang takkan pernah membiarkan hambaNya terus menerus didera susah. Jika itu adalah seseorang, maka percayalah bahwa kepergiannya sesungguhnya adalah jawaban dari doa-doa kita. Bukankah kita selalu memohon yang terbaik? 

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).

5 Ramadhan 1438 H
Surabaya

Tulisan ini adalah bagian dari rangkaian #30daysramadhanwriting selama bulan Ramadhan 1438 H. Insya Allah akan terpublish setiap hari pukul 05.05 WIB. Namun untuk saat ini mohon maaf sedikit telat, semoga bisa kembali tepat.  Untuk membaca tulisan lain dalam project ini bisa cari tag Islam / Ramadhan di website ini.  Ini adalah tahun kedua saya melakukannya, setelah tahun lalu mencoba memulainya. Semoga istiqomah 🙂 

Faiz

Still Struggling to get new school :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *