Category: Sastra

Hujan dan Bumi 0

Hujan dan Bumi

Aku berdiri di depan jendela. Memandang langit yang kian hari kian bermuram durja. Kata orang inilah hujan yang tertunda. Hingga ia tak terprediksi seperti dahulu kala. Ingin aku bertanya kepada langit. Mengapa ia menahan...

Seharusnya 0

Seharusnya

Sebab kamu hanya mengenal kata “tepat waktu”. Sementara Tuhan mengetahui kata “di waktu yang tepat”. Mimpi mimpi boleh saja diimpikan setinggi angkasa. Bahkan semustahil apapun mimpimu tak ada larangan tuk membangun imaji. Melebihi ruang...

Hujan 0

Hujan

Pukul tiga lebih tiga puluh Dan kamu membangunkanku Suara yang begitu lama kurindu Adalah kamu yang dulu pernah singgah Dan kau berubah menjadi kemarau berkepanjangan Aku berkelana dari satu ruang ke ruang yang lain...

Cerbung: Masih Maukah Kamu? (3) 2

Cerbung: Masih Maukah Kamu? (3)

16.00 Azan ashar baru berkumandang. Di pedesaan seperti ini, memang biasanya sengaja baru jam empat sore dikumandangkan azan. Sebab warga yang kebanyakan buruh tani di sini, baru pulang kerja sekitar jam tiga sore. Selepas...